Mengelola waktu? Minta ampuuun…..sulitnya kata sang teman. Yang lainnya bilang…ah saya mah ngga pernah mengelola waktu dengan terprogram……lalui saja apa adanya. Nah yang satu ini berucap…ya saya sejak kecil disiplin waktu……saya selalu membuat agenda kegiatan plus jadwalnya…..pokoknya saya selalu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya…..tambahnya.Bagaimana dengan anda?

Waktu merupakan sumberdaya langka.Sehari kita cuma punya waktu 24 jam.Tidak bisa diganti atau diperbaharui.Kita tidak bisa menghentikan bekerjanya jam yang kita miliki untuk menunda waktu. Mustahil! Yang ada bagaimana mengoptimumkan penggunaan waktu dengan perencanaan dan pengorganisasian yang baik.  Namun di sisi lain mengapa kita suka mengabaikan waktu,dan bahkan menyalahgunakan waktu.Ranjit Singh dalam bukunya Enhancing Personal Quality (2004) mengungkapkan kebanyakan orang  menghamburkan waktu dengan percuma paling kurang dua jam seharinya.

Kita belum tahu berapa waktu potensial yang dialokasi perharinya oleh para pegawai khususnya pegawai negeri misalnya. Kita juga belum tahu bagaimana hubungan waktu kerja standar dengan kinerja karyawan selama ini? Yang jelas beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan para karyawan banyak yang termasuk underutilised. Dengan kata lain alokasi efektif ternyata di bawah 35-40 jam kerja perminggu. Selebihnya banyak waktu yang digunakan bukan untuk pekerjaan pokoknya. Ada pengangguran terselubung. Kelompok karyawan seperti itu termasuk penghambur waktu percuma atau ekstrimnya sebagai perampok waktu. Mereka tidak menghargai waktu. Kadarnya beragam dari satu individu ke individu lainnya.

Penghambur waktu percuma (PWP) dapat digolongkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah  PWP internal atau dari dirinya sendiri. Contohnya seperti mereka yang kurang memiliki tugas jelas, disiplin diri yang kurang, sosialisasi yang tidak penting, tidak mampu mengatakan tidak pada orang lain, tidak ada tujuan dan skla prioritas kegiatan. Kelompok  kedua adalah PWP eksternal atau dari luar pribadinya. Contohnya adalah seringnya interupsi telepon, terlalu banyak rapat namun perannya relatif kecil, pengelolaan waktu hanya berdasarkan kondisi krisis, tidak jelasnya tanggung jawab dan otoritas, dan informasi yang tidak lengkap.

Mengelola waktu dengan sukses akan meningkatkan produktifitas, tercapainya tujuan kegiatan, mengarahkan kehidupan yang seimbang, dan mengurangi stres kerja. Untuk itu pokok-pokok yang perlu diterapkan dalam mengelola waktu yang optimum menurut Ranjit Singh meliputi:

(1).       Pengelolaan waktu sebenarnya merupakan kegiatan manajemen diri. Termasuk manajemen diri dalam mengoptimumkan waktu yang dimilikinya.

(2).       Dalam mengelola waktu dengan sukses,yang perlu dibutuhkan adalah fokus pada kegiatan mengerjakan sesuatu yang benar atau efektif. Kontribusinya adalah pencapaian tujuan tertentu. Terkait dengan itu adalah melakukan kegiatan dengan benar atau efisien;misalnya meraih tujuan tertentu dengan waktu yang relatif sedikit.

(3).       Esensi pengelolaan waktu adalah penentuan tujuan dan prioritas. Bagaimana memaksimumkan waktu untuk mencapai tujuan yang sangat berharga dapat dicapai. Artinya kegiatan keseharian seseorang seharusnya taatasas dengan tujuannya.

(4).       Persoalan utama seseorang adalah bukan karena kekurangan waktu tetapi bagaimana memanfaatkan waktu terbaiknya untuk mencapai sesuatu yang penting dalam hidupnya. Dengan kata lain selalu ada waktu untuk mengerjakan sesuatu yang penting.

(5).       Untuk mengelola waktu secara optimum maka seseorang harus mengadop kebiasaan yang baik.

 (6).       Pemanfaatan waktu yang berhasil merupakan penjumlahan dari kegiatan perencanaan waktu yang sistematik plus kegiatan positif atau tidak melakukan pengamburan waktu percuma.     

Iklan