Kinerja unggul dicirikan oleh pekerjaan yang efektif dan efisien sekaligus. Efektif berarti ukuran keberhasilan dalam memilih dan mencapai tujuan yang tepat. Sering diungkapkan sebagai “doing the right things” atau mengerjakan sesuatu yang benar. Misalnya, mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam menghasilkan barang dan jasa yang bermutu. Jadi unsur utama tercapainya keefektifan suatu pekerjaan adalah mutu hasil.Dengan kata lain mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara tatasas. Sementara itu efisien berarti untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan biaya atau sumberdaya minimum. Dengan kata lain mengerjakan sesuatu dengan benar atau “doing things right”. Misalnya menggunakan sumberdaya secara optimum dengan cara meminimumkan biaya produksi.

Basis dari pencapaian kinerja unggul adalah adanya pemahaman para karyawan tentang prinsip-prinsip mutu hasil. Mutu tidak semata dilihat dari atribut barang atau jasa. Mutu juga perlu dipandang dari sistim pola pikir. Mutu seharusnya menjadi cara hidup tiap karyawan.Sudah menjadi kebutuhan dan kepentingan keseharian mereka. Tanpa menunjukkan sikap yang benar maka karyawan akan gagal dalam memperbaiki mutu hasil kerjanya. Mereka harus berbuat sesuatu yang benar dengan benar. Efektif dan efisien. Bagaimana cara untuk mencapainya?

Secara teoritis pencapaian kinerja unggul dari karyawan ditentukan oleh unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik antara lain meliputi tingkat pendidikan, ketrampilan, motivasi, kepribadian, pengalaman kerja, dan kondisi fisik. Unsur-unsur tersebut berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Sementara unsur ekstrinsik yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan, antara lain kejelasan uraian dan spesifikasi kerja, beban kerja, manajemen karir, gaya kepemimpinan manajer, fasilitas kerja, manajemen kompensasi, dan kondisi hubungan kerja secara vertikal dan horisontal.

Dengan asumsi unsur-unsur ekstrinsik bersifat tetap maka ada beberapa yang bisa dilakukan karyawan untuk mencapai kinerja unggul seperti mengetahui pekerjaannya secara teliti, kehati-hatian, dan selalu siap bekerjasama dengan siapapun di unit lain ; sejak awal bekerja memiliki kebiasaan  melakukan sesuatu dengan benar; menentukan tujuan kunci dari bekerja secara terencana, urutan prioritas, dan pertimbangan sumberdaya; selalu berorientasi pada pencegahan terjadinya kesalahan kerja; mampu mengambil keputusan secara rasional dengan dukungan data dan informasi yang andal dan sahih; menyimpan dan memelihara sistem dokumentasi pribadi tentang kemajuan kinerja dan unsur-unsur yang mempengaruhinya secara rapi; memperbaiki kemampuan berkomunikasi lisan dan tulisan; senantiasa siap menghadapi tantangan dalam kondisi pribadi yang fit; mengembangkan kerjasama tim dengan teman-teman lain; dan tentunya secara periodik selalu memperbaiki potensi diri jika mengalami kesalahan yang pernah dibuat dengan seperangkat pertanyaan: “ apakah saya sedang mengerjakan sesuatu yang benar”?, “apakah saya sedang mengerjakan sesuatu dengan benar’?, dan “bagaimana saya dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi”?. 

Iklan