Dalam konteks kepemimpinan, judul di atas berarti seorang pemimpin dengan banyak peran. Ini biasanya terjadi pada posisi manajemen menengah suatu organisasi. Tipe seperti ini  mengalami tantangan yang tidak sedikit dalam kesehariannya. Mereka harus mengerjakan banyak tugas dan harus memiliki pengetahuan yang terkait dengan problem manusia. Selanjutnya mereka sering didesak untuk menyelesaikan tugasnya dengan tingkat pergeseran prioritas yang begitu cepat antara pekerjaan yang satu dan yang lainnya. Padahal mereka dihadapkan pada keterbatasan waktu, pikiran dan tenaga.Suatu waktu dia harus memenuhi perintah dari atasan puncak dan perhatian kepada bawahannya.Secara bersamaan pula dia harus memenuhi tuntutan pelanggan dan ekspektasi dari para penjual sebagai rekanannya. Kalau sudah begini sang pemimpin dianggap sebagai kepala keluarga.Tentunya dengan para anggota (stakeholder) yang beragam kepentingannya.

Tipe pemimpin seperti itu harus belajar bergaul dengan baik dengan lingkungannya. Tujuannya agar hubungan dengan anggota “keluarga” yang begitu beragam itu bisa bertahan lama. Dia harus mengarahkan, mengikuti, membujuk, meredakan, dan berteman seperti yang dibutuhkan anggota “keluarga” dengan seoptimum mungkin. Namun jelas bukanlah suatu tugas yang mudah dilaksanakan, Lalu bagaimana menangani hal itu?

Yang perlu dipahami bahwa tiap tugas-peran yang diembannya memiliki ciri tujuan dan tanggung jawab si pemakainya (pemimpin). Karena tiap anggota “keluarga” berbeda kepentingannya maka cara pendekatannya pun harus berbeda. Tujuan tiap tugas-peran sering menentukan pendekatan yang berbeda. Tidak mungkin diseragamkan. Dengan kata lain satu pendekatan untuk peran tertentu membutuhkan persyaratan tertentu pula. Ketika melaksanakan peran yang satu bisa jadi sang pemimpin memiliki kapasitas tinggi. Namun ketika menerapkan yang lain, kapasitasnya relatif lebih rendah.

Ketika akan mengganti perannya, si pemilik (pemimpin) tidak perlu mengubah kepribadiannya. Adalah masuk akal ketika memperlakukan anggota yang satu harus sama perhatiannya kepada yang lain. Namun demikian harus luwes. Selain itu sang pemimpin tidak harus mengubah kepribadiannya. Sikap dan perilaku sang pemimpin haruslah taatasas dan seperti yang biasa ditampilkan kepada setiap anggota. Kalau tidak maka akan kehilangan kepercayaan dari anggota.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan ketika melaksanakan peran tertentu  jangan mengabaikan  peran yang lain. Mengapa? Karena sang pemimpin bertanggung jawab dalam memelihara hubungan kerja dengan anggota keluarga lainnya. Semacam ada kesetaraan perlakuan atau perhatian.  Kalau terjadi ketimpangan perlakuan, bisa jadi ada anggota yang merasa dilecehkan. Pada gilirannya akan timbul kecewa berat.

Iklan