Pengungkapan kata merupakan salah satu cara bagaimana informasi dan gagasan disampaikan dan dapat dimengerti orang lain. Informasi yang baik dicirikan oleh adanya keterbukaan, kejujuran, dan diekspresikan dalam bentuk saling menghormati tentang pendapat apapun. Salah satu bentuk ketrampilan berkomunikasi adalah dalam hal menggunakan rangkaian kata-kata dalam mengungkapkan isi pesan. Dalam prakteknya, belum tentu segera mudah dipahami orang lain apakah pesan yang disampaikan kita merupakan ungkapan perasaan, pikiran, ataukah reaksi terhadap sesuatu.  Bahkan seolah ketiga ekspresi itu memiliki makna yang sama. Padahal  ini penting dibedakan agar komunikasi dapat berjalan lancar dan hasilnya efektif. Berikut contoh-contohnya.

 ·         Perasaan

o        ”Saya marah dan kecewa dengan pekerjaan yang begitu menumpuk”

o        ”Saya senang bekerja sama dengan anda”

o        ”Saya merasa tidak nyaman berdiskusi dengan anda sekarang”

o        ”Saya bingung bagaimana seharusnya saya bertingkah laku secara wajar”

o        ”Alhamdulillah, hasilnya bagus dan saya merasa hebat—rasanya sebagai yang paling top di dunia”

 ·         Pikiran

o        ”Saya pikir itu merupakan gagasan bagus untuk menghentikan diskusi sekarang dan melanjutkannya malam hari”

o        ”Sebagaimana saya pahami, ada dua pilihan untuk kita putuskan sekarang”

o        ”Seharusnya langkah berikutnya baru akan berhasil kalau……….”

o        ”Saya pikir apa yang telah kita perbuat adalah luar biasa”

 ·         Reaksi

o        ”Saya bingung,…silakan anda mengemukakan pendapat  lagi”

o        ”Saya menghargai pendapat anda;terimakasih banyak”

o        ”Saya kecewa,……dapatkah anda bekerja dengan lebih baik lagi?”.

o        ”Saya pusing, kita berputar-putar pada masalah itu-itu saja…..tidak ada jalan keluarnya” 

             Dengan pembedaan tipe isi ungkapan di atas, pihak komunikan (penerima pesan) akan segera memahami latar belakang mengapa hal itu disampaikan oleh komunikator (pemberi pesan). Implikasinya ketika umpan balik dilakukan maka respon dari komunikan akan diberikan secara proporsional sesuai dengan tipe ungkapan dari komunikator. Mana yang tergolong sebagai ekspresi dari suatu hasil proses dalam kurun waktu tertentu, mana yang termasuk ke dalam pikiran atau baru suatu rencana atau perkiraan, dan mana ekspresi yang relatif bersifat spontan atas fenomena yang sedang terjadi.  Kalau ungkapan disampaikan oleh dan untuk diri sendiri maka umpan baliknya dilakukan oleh dirinya sendiri, dan terkadang orang lain ikut memberikan pendapatnya pula.

Iklan