Kebanyakan masalah stagnasi yang terjadi pada tim kerja disebabkan oleh berkurangnya kepercayaan: komitmen telah tidak terpenuhi, atau kerahasiaan sudah dihianati. Para anggota mungkin menyimpang dari standar perilaku yang diterima. Manajer perlu mencegahnya dengan menerapkan standar yang jelas dan mengelola kinerja dengan taatasas. Kepemimpinan dan konsultasi dapat mengembangkan nilai-nilai umum tim yang dapat diterima semua anggota tim.

          Jangan pernah menaruh kepercayaan manajer dalam manajemen tim dengan mengesampingkan prinsip-prinsip manajemen karyawan.  Suatu tim akan berfungsi baik hanya dengan dukungan individu-individu yang akhli dan termotivasi. Jadi manajer membutuhkan waktu tertentu untuk mencapainya dengan mendiskusikan kepedulian mereka. manajer perlu memelihara kepentingan para individu dengan lebih intensif lagi untuk merangsang timbulnya motivasi.

          Pada awalnya manajer pun harus mengetahui seberapa jauh hubungan ukuran dari besarnya tim dengan masalah-masalah yang mungkin timbul seperti kerentanan, keakraban hubungan, timbulnya sifat individualistis, dan unsur kendali sebagai berikut.

Ø      Kerentanan: Semakin kecil ukuran tim semakin besar kemungkinan terjadinya kerentanan. Misalnya, pergantian karyawan dan ketidakhadiran karyawan pada tim kecil akan menimbulkan keresahan sampai keadaan semakin kritis. Sebaliknya kalau itu terjadi pada tim yang lebih besar, pergantian  dan ketidakhadiran karyawan tidak menimbulkan kehawatiran karena  lebih mudah diatasi, contoh menggantinya dengan karyawan baru.

Ø     Keakraban Hubungan: Keakraban hubungan sesama karyawan akan semakin erat dengan semakin kecilnya ukuran tim sebaliknya kalau ukuran tim semakin besar. Konsekuensinya,    semakin besar ukuran tim semakin besar kemungkinan terjadinya “perpecahan” yang dicirikan terbentuknya klik-klik yang bisa jadi bersifat eksklusif yang dapat menimbulkan pecahnya keloyalan karyawan ke berbagai ‘pimpinan’ sub-tim.

Ø      Sifat Individualistis:  Semakin besar ukuran tim semakin kecil kemungkinan tumbuhnya sifat individualistis di kalangan karyawan. Para karyawan terdorong untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian diri dalam mengikuti kebijakan tim dalam suatu kolektifitas.

Ø      Unsur Kendali: Semakin kecil ukuran tim semakin mudah proses kendali dilakukan, sebaliknya kalau ukuran tim semakin besar. Umumnya untuk memudahkan kendali yang efektif maka tim besar itu dibagi-bagi lagi menjadi beberapa sub-kelompok.

  Diadopsi dari: Tb.Sjafri Mangkuprawira & Aida Vitayala Hubeis, 2007, Manajemen Mutu SDM,PT Ghalia Indonesia.

Iklan