Sejak sore sampai malam ini di  rumah sakit Pusat Pertamina Jakarta penuh khalayak khususnya para pejabat dan eks pejabat pemerintah semasa orde baru. Ya di rumah sakit itu, Eyang Harto (Suharto, mantan Presiden) terbaring lemah sejak seminggu lalu. Keadaannya sangat gawat.Hampir semua organ tidak berjalan normal (kegagalan multiorgan). Kondisi lemah fisik seperti ini sudah lama berlangsung yaitu sejak lima tahun lalu. Bahkan dua tahun lalu dinyatakan menderita gangguan otak permanen, kelainan jantung, paru-paru dan ginjal. Kini ditambah semakin parah dengan adanya  kumpulan air di seluruh organ tubuhnya.Kesadarannya sangat menurun. Eyang Harto yang malang. Apa yang bisa kita kenang dari tokoh orde baru ini?

Sepengetahuan saya, Eyang Harto dari zaman kemerdekaan sampai zaman orde baru telah banyak jasanya. Saya memahami pula dari sisi politik dan pribadi Eyang, bahwa selama orde baru beliau punya kelemahan. Tak ada seorang pun di dunia ini yang luput dari perbuatan salah. Di sisi lain saya tahu  bangsa Indonesia juga dikenal kental dengan sifat keikhlasan dan  pemaaf. Allah adalah maha pengasih, penyayang dan pemaaf.

Kalau begitu apakah kita dapat  memaafkan Eyang (beliau) atas kelalaian-kelalaian yang telah diperbuatnya? Apakah kita dapat memakluminya? Hemat saya, biarkanlah Eyang Harto dalam usia lanjut (87 tahun) dan sakit-sakitan ini dapat menikmati sisa-sisa hidupnya dengan tenang dan semakin khusyu beribadah memohon ampunan kepada yang kuasa.Berdoa untuk orang yang sedang ditimpa musibah adalah pekerjaan mulia. Saya percaya semua kita akan tulus ikhlas untuk berdoa demi kesembuhan beliau. Amiin.

Iklan