Siang tadi saya memberi ceramah dihadapan sekitar 50 orang dosen muda IPB. Topik yang dibahas adalah  bagaimana caranya dosen mampu mengelola diri khususnya dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi seoptimum mungkin. Seperti biasa, saya selalu awali dengan memberikan contoh nyata. Tujuannya adalah untuk mengatakan bahwa dosen adalah  manusia biasa seperti juga manusia lainnya. Mereka tak lepas dari masalah.Masalah-masalah yang bisa jadi muncul antara lain adalah:

·               Kecemasan : merasa cemas apakah pekerjaan yang sudah dirancang di unit kerjanya atau oleh pribadinya dapat dijalankan dengan berhasil atau tidak. Misalnya karena pengalaman kegagalan terdahulu. Kurangnya dana dan fasilitas. Lemahnya dukungan kolega kerja,dsb.

·               Stres :  merasa memiliki beban akumulatif yang berat yang tidak saja langsung menyangkut pekerjaan tetapi juga beban bathin kalau rencana kerja pribadi atau di unitnya mengalami kegagalan.

·               Kepercayaan diri : dalam waktu-waktu tertentu dosen tidak luput dari kepercayaan diri yang kurang untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Hal ini bisa jadi karena tantangan-tantang pekerjaan baru yang belum siap dihadapinya. Sering juga terjadi perasaan apakah hasil pekerjaannya bakal memuaskan atau tidak.

·               Penundaan pekerjaan : menunda pekerjaan yang sebenarnya menjadi prioritas.hal ini dilakukan  karena yang bersangkutan merasa belum siap untuk dikerjakan. Atau masih ada pekerjaan lain yang dinilainya lebih penting.

Kalau masalah-masalah di atas tidak diatasi segera maka akan menimbulkan akumulasi masalah baru yang bakal menumpuk. Pasti pemecahan masalah pun bakal butuh biaya, tenaga, pikiran, dan waktu yang relatif tidak sedikit. Karena itu dalam ceramah tersebut saya menguraikan beberapa butir pendekatan:(1).      Mengevaluasi diri untuk melihat kekuatan dan kelemahan diri secaramendalam.Intinya untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kelemahan diriyang didiamkan akan mengganggu suasana kerja.(2). Membuat prioritas tujuan spesifik dalam melakukan pekerjaan secara terprogram  dengan mempertimbangkan potensi diri dan lingkungan kerja.(3).  Membuat jadwal jangka waktu spesifik kapan suatu pekerjaan akan  dilakukan.(4). Tidak menghindari tetapi hadapilah setiap pekerjaan baru (menantang)  dengan optimis. Perbaiki tingkat mutu kerja Tingkatkan percaya diri dan  motivasi anda. (5). Kalau bekerja secara tim, ajaklah para kolega untuk bekerja  berbasis kemitraan. (6).   Sering berkomunikasi informal terutama dengan kolega dosen. Semacam saling bercurah hati.(7).      Melakukan pemantauan dan evaluasi secara terjadwal.(8).      Merumuskan kembali perencanaan baru dalam mengelola diri.(9).       Menerapkan pola Thinking out of  the box.

        Inti dari uraian di atas adalah mengelola diri mangandung makna bagaimana dengan kecerdasan (intelektual, emosional, spiritual,dan sosial), kualitas hidup, dan vitalitas-kesehatan tubuhnya, seorang dosen: (1) dapat menganalisis dan menemukan potensi dirinya yang terbaik, (2) dapat senantiasa bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik, dan (3) dan dapat menciptakan dan mengembangkan jejaring kehidupan sosialnya secara optimum. 

Iklan