Kadang-kadang kita kurang peduli untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam mengerjakan sesuatu atau berperilaku tertentu. Kita biarkan saja itu berlalu tanpa pemahaman mendalam tentang proses, output, dan outcomenya. Dengan kata lain mengabaikan suatu  proses penting yakni menganalisis diri. Padahal  menganalisis diri sangat bermanfaat ketika kita akan meningkatkan mutu proses dan hasil suatu pekerjaan. Contoh lain adalah kita segan menganalisis diri ketika  orang lain tidak suka kepada kita. Kita tidak peduli apa penilaian orang tentang diri kita. Padahal penting dianalisis agar kita dapat melihat kelemahan diri dan meluruskannya agar mampu menghargai orang lain.

Lingkup yang terkait dalam menganalisis diri memang luas dan kompleks. Bisa ditinjau dari sisi potensi fisik dan non fisik seperti pengetahuan, sikap,  wawasan, persepsi, motivasi, etos kehidupan, dan ketrampilan. Luas dalam pengertian bahwa perilaku seseorang tidak ditentukan oleh unsur intrinsik saja tetapi juga oleh unsur ekstrinsik. Sementara, ciri kompleks berarti bahwa setiap individu memiliki keunikan. Tiap orang memiliki intuisi, emosi, derajad kepribadian aktif (dinamis) dan permasalahan yang beragam. Arti kompleks yang lain adalah kita harus hati-hati menyimpulkan suatu fenomena kehidupan. Misalnya keberhasilan suatu pekerjaan tidak saja ditentukan oleh unsur potensi diri tetapi juga oleh kondisi lingkungan.

Pada tahap awal analisis diri,  kita harus sudah siap mengetahui dan menyadari tentang kekuatan dan kelemahan diri. Dengan mengetahui kekuatan bukan berarti untuk membanggakan diri dan rasa optimis hidup yang berlebihan. Sebaliknya dengan memahami kelemahan bukan berarti kita akan bersifat pesimis menjalani kehidupan. Pada tahap berikutnya, hasil identifikasi awal tersebut, dikaitkan dengan beragam bentuk kegiatan. Bentuknya  menyangkut pekerjaan yang bersifat karir maupun bukan. Lalu disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan diri. Tujuannya untuk menguji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu ditinjau dari unsur intrinsik diri. Contoh lainnya adalah faktor-faktor apa saja yang mampu membangun hubungan kerja dan sosial dengan orang lain secara harmonis.

Untuk memperoleh jawaban jujur dan teliti maka pertanyaan-pertanyaan yang disusun sebaiknya diberikan kepada dan dijawab oleh teman-teman dan atasan sendiri  (tanpa nama). Kemudian jawabannya dibandingkan dengan jawaban kita sendiri. Ini penting agar jawaban itu benar-benar sesuai dengan sudut pandang mereka sendiri sehingga tidak bias. Dari hasil jawaban maka kita dapat mengungkapkan banyak hal tentang diri kita secara lebih cermat dan tepat. Berikutnya kita pertanyakan mengapa mutu proses dan hasil kehidupan kita berada pada tingkat tertentu. Ungkapan jawaban inilah membuka peluang dalam menyingkapkan kepribadian kita yang sebenarnya. Hasilnya akan dipakai dalam menyusun program perbaikan mutu hidup dan kehidupan diri. Tentunya tujuan yang lebih luas adalah dalam meningkatkan mutu kehidupan sosial.

Iklan