Saya percaya anda, sebagai seorang CEO, ingin maju dalam dunia bisnis. Dan tentunya mau banyak belajar secara kritis dari orang lain yang sukses. Tidak langsung anda mengadopnya. Ada beberapa pelajaran  dari sebagian tokoh bisnis dunia yang saya kutip dari buku Pengakuan CEO, terjemahan, karya editor Wall Street Journal,2006. Kali ini ada satu tokoh yang berbagi sukses yakni  Jack Welch (Pemimpin dan Chief Executive General Electric Co.

Ada lima pelajaran dari Jack Welch mengenai motivasi:

1.     katakan pada karyawan untuk tidak pernah membiarkan diri mereka merasa menjadi korban. Mereka sebaiknya pindah ke tempat lain jika itu yang mereka rasakan.

2.     terus menerus menyaring pekerja dengan cara mempromosikan pekerja terbaik dan menyingkirkan pekerja yang buruk.

3.     berikan nilai berdasarkan kurva.Jika anda mendapatkan 10 karyawan,satu karyawan akan jadi bintang dan satu orang terpaksa harus dibuang.

4.     daripada memaparkan tujuan-tujuan pekerjaan yang spesifik, tantanglah mereka untuk memberikan setiap gagasan yang tumbuh yang mereka dapatkan.

5.     anda tidak dapat memberi penghargaan hanya dengan piagam.beri mereka penghargaan dalam bentuk uang juga.

Menarik untuk dicermati lima pelajaran di atas. Ada beberapa kata kunci dari lima pelajaran di atas yang perlu dikritisi yakni karyawan sebagai korban, menyingkirkan, dan dibuang. Dalam pandangan yang semakin maju pada dasarnya karyawan tidak dipandang sebagai faktor produksi semata. Tetapi utamanya diposisikan sebagai aset atau modal manusia perusahaan. Dengan kata lain benar-benar harus diperhitungkan secara matang ketika manajemen akan memecatnya. Kalau ada sesuatu performa karyawan yang di bawah standar (tidak biasanya), apakah lalu mereka harus dibuang atau disingkirkan? Tiada maaf bagimu?

Sebagai aset maka perusahaan seharusnya mampu sejak dini  mengkondisikan, memelihara dan mengembangkan perilaku budaya kerja tinggi pada karyawannya. Kalau toh akan diberhentikan harus benar-benar dibuktikan kesalahannya. Dan harus adil dalam mengambil keputusan pemecatan sesuai dengan derajat kesalahan yang diperbuat karyawan. Jadi seharusnya tidak menyamakan tindakan pemecatan bagi semua derajat kesalahan karyawan. Di sisi lain kalau sejak dini pendekatan itu dilakukan maka performa karyawan yang menurun bukan saja tanggung jawab karyawan bersangkutan. Tetapi kesalahan juga terletak pada manajernya yang tidak mampu mengarahkan dan mengendalikan karyawan bersangkutan. Manajemen pun harus memberikan tindakan ”hukuman” kepada manajer.  Kecuali pihak manajer sudah menerapkan sistem pembinaan dan telah berulang kali menghimbau, mengingatkan, memperingatkan, dan sampai mengancam, namun sang karyawan masih tetap saja membandel.Apa boleh buat.

Iklan