Yang banyak dikhawatirkan sementara dari kita dalam memandang diri sendiri dan orang lain adalah kekeliruan mengambil kesimpulan. Ada kecenderungan apriori dan prejudise. Apakah itu kesimpulan buruk dan baik, benar dan salah, bodoh dan pintar, dst. Kesimpulan gegabah itu semakin menjadi-jadi ketika anda (hanya misal) sedang mengalami stres akan suatu pekerjaan. Secara tidak sadar misalnya karena stres, anda memandang setiap pekerjaan yang akan dilakukan pasti akan memberatkan.Lalu khawatir bakal menambah stres lagi. Akibatnya anda membenci pekerjaan itu.

Begitu juga anda merasa bising jika ada seorang rekan kerja  sempat menyindir akan hasil pekerjaan anda. Padahal orang itu selama ini  tak pernah sama sekali berlaku seperti itu. Lalu cepat berkesimpulan teman sekerja, yang sebenarnya sahabat  itu, kini menjadi musuh anda.Padahal bisa jadi sahabat itu cuma bercanda. Apalagi kalau dalam pertemuan-pertemuan kelompok ada yang mengeritik gagasan anda. Maka anda cepat merasa tersinggung. Dan berkesimpulan mereka yang mengeritik adalah lawan anda.

Kadang-kadang anda juga suka merasa diacuhkan oleh atasan. Pasalnya ketika sang atasan sedang dirundung pikiran yang membelitnya tidak sempat untuk menyapa anda. Lalu anda berkesimpulan bahwa sang atasan sudah tidak menyukai anda lagi. Lagi-lagi dengan sikap seperti itu  stres anda akan bertambah.

Pola berpikir dalam menarik kesimpulan  bisa kita bagi dalam beragam bentuk. Yang pertama kesimpulan yang terlalu sederhana,hanya dengan perasaan dan kira-kira tanpa didukung fakta; kedua, kesimpulan berdasarkan pendapat umum yang belum teruji kebenarannya; ketiga, kesimpulan berdasarkan pikiran negatif, prasangka tak beralasan dan contrast effect serta sangat personal; dan keempat kesimpulan berdasarkan pemikiran positif, nalar dan rasionalitas. Yang jelas kalau anda selalu berpikir dalam ranah negatif, stres anda tidak bakal hilang. Malah akan bertambah. Karena kontra produktif maka kinerja anda akan semakin menurun. Siapa yang bisa menolong anda dari stres itu? Ya utamanya anda sendiri. Yakni mulailah berlatih, berlatih dan berlatih intensif dalam berpikir wajar.

Iklan