Pernahkah anda merasa tidak senang dengan lingkungan kerja bahkan mengalami panik berat? Saya  percaya setiap orang pernah mengalaminya. Yang membedakan hanyalah derajatnya saja. Misalnya menghadapi beban kerja berlebihan dimana anda tak mampu melakukannya. Bentuknya mulai dari kecemasan tentang kemampuan untuk bekerja dengan baik dan diterima oleh lingkungan kerja utamanya oleh pimpinan sampai pada kecemasan sebagai suatu kebiasan buruk. Karena kegagalan atau ketidakmampuan bekerja standar saja anda cemas. Kalau kondisinya buruk, gejala seperti itu akan berkembang menjadi fobia terhadap setiap pekerjaan yang diberikan pada anda dan terhadap lingkungan kerja. Termasuk di antaranya adalah fobia sosial,misalnya ketemu dengan rekan kerja apalagi dengan pimpinan anda.Pokoknya anda termasuk golongan yang mudah panik berat atau stres.

Ketika anda merasa cemas dan tidak tahu apa faktor penyebabnya biasanya akan timbul perasaan  panik berat.Dalam situasi sangat panik tersebut anda bisa jadi akan gugup,detak jantung semakin cepat, tangan gemetar, dan keluar keringat dingin. Segera, kecemasan anda terasa semakin besar dan tak terkendali. Lalu anda biasanya cepat-cepat menyendiri ke suatu tempat. Seara emosional anda mungkin berteriak atau menggerutu dengan kata-kata ”mengapa semua ini bisa terjadi?; apa salahku? mengapa orang lainnya seperti mengejekku? kalau begini sebaiknya aku pindah tempat pekerjaan saja”.

Kecemasan seperti itu bisa saja akan terulang lagi di tempat kerja baru. Bisa saja jadi anda tiba-tiba merasa cemas di tempat kerja yang baru  ketika masuk ke ruang kerja. Pasalnya karena anda  selalu mengingat-ngingat masa lalu dimana anda pernah gagal karena beban kerja berlebihan. Padahal di tempat yang baru bebannya lebih ringan. Sepertinya kecemasan anda sudah terkondisikan.

Nah kalau anda sedang menghadapi kecemasan kerja sebaiknya jangan membiarkannya.  Jangan coba-coba disembunyikan apalagi dipelihara. Kontra poduktif!. Anda sebaiknya segera  mengakui  ada yang salah dalam diri anda. Adukanlah semuanya kepada Allah dan minta jalan keluarnya. Upayakanlah relaksasi, meditasi dan berjanjilah anda akan mengabaikan hal-hal yang sensitif yang mengakibatkan anda mudah cemas. Dan harus percaya diri bahwa anda akan mampu mengatasi setiap kecemasan. Selain itu  bicaralah secara terbuka dengan rekan kerja, tutor, atau manajer anda. Ungkapkanlah apa yang anda alami. Dengan dialog yang padat empati, semangat kerja anda akan mulai tumbuh kembali. 

Iklan