Mutu suatu produk (barang dan jasa) merupakan fungsi dari strategi dan cara berbisnis. Strategi dan cara berbisnis yang semakin efisien akan semakin tinggi pula mutu produk yang dihasilkan. Karena strategi sumberdaya manusia (SDM) merupakan turunan dari strategi bisnis maka semakin efisien cara meningkatkan mutu SDM semakin tinggi pula kinerja karyawannya. Pada gilirannya kinerja perusahaan pun bakal meningkat.

Pada tahun ‘90an, Stannah , perancang dan pengusaha pabrik  tangga-lif untuk orang-orang yang jompo telah berusaha tetap tekun bertahan di bidangnya. Pada tahun 2003, dia meraih penghargaan dari the British Institute of Management untuk karyanya di bidang produk rekayasa di Inggris Raya (Kriss Cole,Management,2005). Keberhasilan perusahaannya terwujud karena dia  taatasas berfokus pada mutu yang diadopsinya sejak tahun 2000.

Untuk itu dia mereorganisasi perusahaannya seperti dalam hal pengembangan model tim dan sel-sel mutu kerja, memperbaiki prosedur operasi standar, dan memeriksa secara seksama rantai suplai atau sistem pelayanan langsung terhadap pelanggan. Karena mengadopsi fokus pada mutu secara taatasas maka produktifitas perusahaannya telah melonjak pesat. Sekitar 60 % kerusakan hasil dapat ditekan atau menurun tajam, derajat ketepatan waktu pengiriman produk ke pelanggan telah meningkat menjadi 99%, dan output telah meningkat sekitar 57%.

Pada dasarnya ada beberapa upaya kunci dalam mengelola mutu khususnya dalam peningkatan mutu SDM antara lain,

(1)    membangun budaya atau falsafah mutu;dengan kata lain perilaku menunda-nunda pekerjaan, kesalahan dan kerusakan hasil, dan ketidak-harmonisan interaksi kerja tidak dapat ditolerir  oleh semua tim kerja.

(2)   menerapkan metode terbaik dalam pelatihan sambil bekerja seefektif mungkin,

(3)    mutu para manajer dikembangkan agar selalu  siap membantu para karyawannya dalam peningkatan mutu hasil,

(4)    mendorong setiap karyawan agar kerja yang dilakukannya selalu berorientasi pada mutu,tentunya diikuti dengan penghargaan,

(5)    menghilangkan unsur penghalang bagi karyawan untuk mengembangkan gagasan-gagasannya dalam hal peningkatan mutu,

(6)    membangun suasana kebersamaan diantara karyawan dan juga dengan manajemen dalam suasana kemitraan kerja. 

Iklan