Pagi sampai siang ini,12 November 2007, di kampus IPB Dramaga Bogor,   tujuh “pendekar”-calon rektor telah memaparkan gagasannya dihadapan sivitas akademika IPB. Lama waktu penyajian yang disediakan untuk setiap rektor cuma sepuluh menit. Isi pemikiran ringkasnya berkisar pada dunia tridarma dan kemahasiswaan. Selain itu juga diuraikan berbagai hal yang menyangkut masalah keuangan dan kesejahteraan dosen dan pegawai. Bahkan tema yang agaknya sentral adalah bagaimana IPB harus mampu menjadi perguruan tinggi unggul yang berbasis riset dan mutu internasional. Hampir semua mengungkapkan dimensi-dimensi itu ketika menjawab  pertanyaan-pertanyaan gencar dari lima panelis (wakil dosen, pegawai, mahasiswa, alumni, dan masyarakat).

Yang membedakan dari tampilan para pendekar itu adalah gaya orasinya. Mulai dari gaya orator ulung seperti politikus ketika kampanye pemilihan umum atau pilkada sampai bergaya guru bangsa, kuliah di kelas, dan seminar. Dilihat dari isi jawaban pertanyaan panelis, ada yang tampil dengan percaya diri tinggi, percaya diri yang sedang-sedang saja sampai ada yang keteteran alias kurang percaya diri.Golongan pertama dicirikan oleh isi dan ekspresi uraian presentasi dan jawaban-jawaban terkesan “mantap”.bahkan sangat meyakinkan.Misalnya “kalau saya terpilih maka kesejahteraan dosen dan pegawai akan naik 100% di bulan September 2008”. Langsung saja direspon para pengunjung (sekitar seribu orang) dengan tepuk tangan gemuruh.

Kemudian ada yang menjawab dengan seriusnya,”saya yakin tahun 2012,IPB bakal sudah mampu menjadi perguruan tinggi kelas internasional Sebaliknya dua  golongan terakhir yang lain kalau menjawab hampir selalu mengatakan “barangkali, ya nanti saja kita bicarakan setelah jadi rektor, atau menjawab tetapi jawabannya tidak kontekstual alias ngalor ngidul”. Ya mohon mengertilah, mereka manusia biasa. Seperti layaknya para mahasiswa akan memasuki ruang ujian skripsi, thesis, dan disertasi,mereka pun pasti akan gugup ketika akan diuji tentang program-programnya apalagi berhadapan dengan massa yang begitu banyak.

Inti dari acara penampilan kemarin adalah bentuk partisipasi sivitas untuk memberikan masukan-masukan kepada para “pendekar” kalau nantinya menjadi rektor. Disamping itu khalayak bisa melihat, mendengar,dan “menilai” langsung tampilan mereka. Setelah acara kemarin kemudian Majelis Wali Amanat pada tanggal 21 November 2007 akan memilih dan menetapkan tiga orang yang bakal menjadi calon rektor. Pada awal Desember ketiga calon ini akan mengikuti “fit and proper test” di hadapan sidang pleno MWA dan kemudian dipilih mana calon yang paling layak sebagai orang nomor satu IPB.

Nah, semua “pendekar” sudah menguraikan program-programnya.Memang semua masih janji. Bahkan ada yang terkesan muluk-muluk. Sementara di sisi lain kita masih belum tahu percis bagaimana janji-jani tersebut bisa direalisasikan. Begitu juga kita belum tahu model riil kepemimpinan mereka yang sesungguhnya. Walaupun mereka semua akan membangun suasana kebersamaan dan model partisipasi namun harus diuji nanti dalam prakteknya. Janji itu adalah amanah. Namun siapapun rektornya, sivitas akademika termasuk alumni IPB patut mendukungnya. Amiiin.  

Iklan