Katakanlah  anda sejak dua tahun lalu sudah menjadi manajer di bidang pelayanan pada pelanggan. Performa anda bagus. Banyak ide dan karya inovasi model pelayanan dan promosi produk yang anda buat. Manfaat bagi perusahaan sedemikian fantastik. Pangsa pasar semakin besar. Segmen pasar yang dikembangkan perusahaan semakin luas. Karena itulah anda sering mendapat penghargaan dari atasan. Lingkungan anda bekerja mengakui kehebatan anda. Konon anda akan segera dipromosikan oleh manajemen puncak sebagai asisten direktur bidang produksi.

Anda mencoba  mengevaluasi tentang keberhasilan semua itu. Salah satu yang yang menjadi pusat perhatian adalah peran bawahan. Anda sangat sadar keberhasilan itu bukanlah karena anda sendiri.   Anda bisa berkarir dengan bagusnya karena dukungan para bawahan. Merekalah yang memiliki peran strategis di lapangan. Tanpa mereka anda bukanlah apa-apa. Di sisi lain para bawahan bersedia untuk bekerja  dengan anda secara harmonis bukanlah tanpa alasan.

Salah satu faktor keberhasilan adalah anda telah mampu membangun kepercayaan di kalangan bawahan. Anda bersama bawahan telah berkomitmen untuk menerapkan  kerjasama berstandar perilaku dan pekerjaan yang tinggi. Selalu berorientasi pada mengerjakan sesuatu yang benar. dengan tingkat kesalahan yang  minimum. Disamping itu anda memiliki sifat kepemimpinan yang bisa dterima bawahan dan atasan. Anda seorang pemimpin yang inspiratif. Tidak kikir memberi apresiasi kepada bawahan. Bawahan merasa nyaman dikoordinasi anda. Orientasi kerja anda adalah bergerak dalam suatu tim yang tangguh. Upaya-upaya sosialisasi tentang perlunya perubahan dan transformasi secara berlanjut anda lakukan di kalangan bawahan. Sementara itu sesuai dengan kompetensi anda, segala sesuatu yang dikerjakan bersama bawahan berfokus pada penciptaan kepuasan pelanggan yang maksimum.

Itulah sekelumit keberhasilan anda dalam membangun tim tangguh bersama bawahan secara harmonis.Berbeda dengan anda ternyata mengapa masih saja ada atasan seposisi anda yang enggan menghargai bawahannya. Bahkan  sang atasan meremehkan peran penting para bawahannya. Pendekatannya lebih pada hasil ketimbang pada proses. Dan bawahan diperintahkan bekerja keras semata-mata agar sang atasan  bisa menilai dirinya  mampu bekerja dengan baik. Karyawan kurang dibuka peluang berkreasi dan berinisiatif. Semua pengambilan keputusan termasuk hal-hal  teknis diambil oleh sang atasan. Pengembangan diri lewat pemberian kepercayaan sangat kurang.  Yang penting para bawahan  bekerja dan bekerja. Bawahan benar-benar diposisikan sebagai subordinasi. Sementara itu sang atasan dengan bangganya merasa semua keberhasilan adalah buah dari kerja kerasnya.

Iklan