Malam hari ini tepat enam bulan (dari 23 April 2007)  blog rona wajah (RW) ditayangkan. Ia hadir berkat “paksaan” dan sekaligus jasa dari sdr Riri Satria, mahasiswa bimbingan saya dalam program Doktor Manajemen Bisnis IPB. Sebelumnya istilah blog saja saya tidak familiar. Dengan setengah serius, saya katakan oke deh. Langsung saja Riri segera membuat blog RW ini. Maka…setelah enam bulan sebanyak 151 buah artikel telah disyiarkan. Seiring dengan itu terdapat sebanyak  45141    klik dari para pengunjung, sebanyak  1113 komentar, dan sebanyak   223    kunjungan tamu termasuk respon dari saya. Yang ingin saya ulas disini adalah yang menyangkut beragam isi dan gaya komentar tentang  blog RW.

(1).Buku tamu umumnya berisi salam kenal. Selain itu buku tamu berisi apresiasi terhadap artikel-artikel, tempat bertanya dan bahkan minta bantuan dibuatkan artikel tertentu. Yang lucu ada juga yaitu  numpang menjadikan buku tamu sebagai promosi. Disamping itu ada beberapa dosen   meminta izin agar mahasiswanya dapat menggunakan blog RW ini sebagai sumber referensi. Beberapa mahasiswa telah menggunakan blog ini sebagai salah satu referensi untuk membuat karya tulisnya.

(2).Gaya bahasa para tamu-komentator dalam blog RW ini cukup beragam, mulai dari bernada santai, bahasa becanda, bahasa prokem, bahasa gaul anak muda, dan bernada agak “serius”. Namun sebagian besar bernada umum dengan bahasa yang baik dan benar. Apapun isi dan gayanya,  pokoknya  pesan atau komentar tamu yang disampaikan via blog ini hampir pasti saya respon balik sesegera mungkin.

(3).Komentar tentang artikel  ada yang bernada bertanya atau minta klarifikasi,  pendapat untuk melengkapi, mengkritisi isi artikel, dan ada ungkapan bernada apresiasi. Hampir-hampir tak ada yang mengkritik bahkan sanggahan terhadap isi artikel. Kalau ada kritikan, blog ini sebenarnya bakal semakin seru dan saya akan senang.

(4).Saya menikmati berkomunikasi via blog ini. Artinya saya memperoleh tambahan sahabat dan beragam pengetahuan. Utamanya yang menyangkut manajemen sumberdaya manusia dan mutu sdm, keorganisasian, dan masalah mental manusia. Dengan respon dan jumlah kunjungan yang relatif besar telah mendorong saya untuk semakin  mensyiarkan topik-topik artikel tersebut. Seperti dalam buku tamu,setiap ada komentar terhadap artikel kemudian saya balik berespon. Dan ini adalah bentuk apresiasi kepada mereka.Itulah yang namanya berkomunikasi. 

(5).Di sisi lain walaupun ada beberapa orang yang minta dibuatkan artikel atau menanyakan tentang referensi tetapi setelah dibuatkan tak ada komentar  dari mereka, saya tetap senang-senang saja. Saya tidak peduli apakah perilaku mereka tergolong tidak etis atau kurang sopan.  Mengapa?, karena memang  niat saya adalah mensyiarkan kebajikan walau cuma satu kata dengan berharap ridha Allah. Insya Allah. 

Iklan