Dari sudut konsep, definisi tentang mutu dapat diawali dari identifikasi dan pensolusian masalah atau akar persoalan yang sebenarnya. Menurut Juran ( 1995 . Kepemimpinan Mutu, PPM Jakarta), dalam konteks produk, mutu diartikan sebagai ketepatan untuk dipakai dan tekanan orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan. Agak berbeda dengan Juran, Crosby dalam Juran (1995), lebih menekankan pada transformasi budaya mutu. Pendekatannya merupakan proses arus atas-bawah yaitu menekankan kesesuaian individu terhadap perkembangan persyaratan atau tuntutan masyarakat. Sementara itu, Deming, dalam Juran (1995), lebih menekankan pada kondisi faktual empiris dan cenderung berorientasi pada arus bawah-atas, yaitu mutu dapat dikembangkan jika didukung oleh SDM yang bermutu.

Meski tidak ada satu pun definisi yang diterima secara universal, namun ada unsur kesamaannya yaitu:

(1)   Mutu ditinjau dari sisi proses sebagai upaya memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Dalam hal ini termasuk  mutu karyawan dalam melayani pelanggan.

(2)   Mutu tidak saja mencakup aspek proses, produk, jasa,  dan lingkungan tetapi juga aspek mutu SDM.

(3)   Mutu SDM meliputi mutu potensi diri, mutu proses dan mutu kinerja:  Mutu potensi diri antara lain tingkat pengetahuan, etos kerja, sikap, keterampilan, kesehatan, kedisiplinan, loyalitas kerja, dan kejujuran;  Mutu proses antara lain dilihat dari komitmen, tingkat kerusakan produk, tingkat keamanan kerja pribadi, dan mutu kehidupan kerja karyawan; Mutu kinerja dilihat dari output antara lain berupa produktivitas kerja, produktivitas perusahaan dan kesejahteraan karyawan.

(4)   Seorang karyawan memiliki mutu  tertentu apabila sesuai dengan standar mutu dan kompetensi yang telah ditentukan oleh perusahaan. Dengan kata lain, mutu diartikan sebagai adanya kesesuaian dengan kebutuhan pasar kerja atau produsen.

(5)   Mutu memiliki karakteristik kondisi yang dinamis sejalan dengan perubahan pasar kerja, teknologi, waktu dan dinamika sosial masyarakat (persepsi), misalnya kebutuhan akan mutu SDM tentang motivasi, pendidikan, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kesehatan fisik.

    Sumber :Tb.Sjafri Mangkuprawira dan Aida Vitayala Hubeis,2007,Manajemen Mutu SDM,PT Ghalia Indonesia,Jakarta.

Iklan