American business professionals are uninspired. Only 10% of employees look forward to going to work and most point to a lack of leadership as the reason why, according to a recent Maritz Research poll. But it doesn’t have to be that way. Demikian pernyataan Carmine Gallo, seperti yang saya kutip dari yahoo.com edisi 11 Oktober 2007. Menurutnya semua pimpinan bisnis seharusnya memiliki kekuatan untuk memberi semangat, memotivasi, dan mempengaruhi secara positif orang lain dalam kehidupan profesionalnya. 

Untuk itu kemampuan berkomunikasi, misalnya dengan para karyawan, klien, dan investor, menjadi sangat penting. Kalau anda memiliki kemampuan komunikasi bisnis, anda layak disebut sebagai pemimpin  yang inspiratif. Apa saja yang perlu anda lakukan untuk menjadi pemimpin seperti itu?

(1).Tunjukkanlah  antusiasme (semangat, kegairahan dan kegembiraan) anda yang besar. Bagaimana anda akan berhasil mendorong atau memberi semangat kerja kepada orang lain kalau anda sendiri loyo. Memberi semangat tidak bisa diajarkan dalam kelas tetapi dicontohkan dalam kehidupan keseharian anda. Dengan cara itu anda bakal mampu meyakinkan para karyawan,mitra kerja dan investor untuk mau bekerjasama dengan anda. Misalnya, Richard Tait dengan ide cemerlangnya tentang produk mainan dan permainan buat anak-anak, telah mampu menggaet mitra bisnis dan investor untuk mau bergabung dengan perusahaannya.

(2).Jelaskan gagasan anda dengan jernih. Tunjukkan keahlian anda dan sampaikan visi anda secara spefifik, taatasas, dan mudah diingat. Karena visi merupakan cita-cita dari anda atau perusahaan anda maka rumusan visi harus sependek mungkin;tak lebih dari sepuluh kata. Misalnya visi yang dibuat Bill Gates begitu ringkasnya: -komputer di setiap meja dan setiap rumah-.

(3).Menjual gagasan. Kegiatan ini bertujuan meyakinkan orang lain. Semacam menumbuhkan pengetahuan, kesadaran, minat, keiinginan kuat, dan akhirnya mau mengadopsi gagasan anda. Caranya berupa persuasi kepada orang lain lewat presentasi dalam pertemuan-pertemuan bisnis. Perlakukanlah mereka sebagai sahabat kental anda; bukan sebagai tamu. Syaratnya anda sendiri benar-benar harus yakin dengan kelebihan atau manfaat dari ide anda.

(4).Uraikanlah suatu kisah  secara lebih rinci dan mudah diingat orang lain. Misalnya kisah sukses pebisnis setelah mengadopsi gagasan anda. Tentunya yang sangat terkait dengan latar belakang profesi bisnis para pengunjung. Mereka pasti semakin tertarik ketimbang melihat sajian-sajian data dan grafik yang rumit.

(5).Ajaklah orang lain berpartisipasi. Pemimpin inspiratif senang mengajak para karyawan, pelanggan, dan kolega bisnis untuk bersama-sama membangun perusahaannya. Pendekatan ini merupakan bentuk menghargai orang lain. Utamanya dalam mendorong karyawan yunior. Mereka akan melihat, merasakan, dan menilai apa yang mereka telah perbuat adalah sangat berarti bagi dirinya dan juga perusahaan. Dan ini merupakan hasil umpan balik dari partisipasi mereka.

(6).Perkuatlah pandangan optimistik. Ungkapkanlah tentang hari esok yang lebih cerah. Selalu berbicaralah dengan bahasa yang positif dan optimistik. Kedua hal itulah merupakan rahasia di balik kesuksesan seorang pemimpin inspiratif. Inti sifat optimistik adalah setelah kesulitan…..datanglah kemudahan. 

(7).Meningkatkan potensi diri. Itulah bentuk investasi emosional. Pujian adalah cara termudah untuk mendekatkan orang lain pada anda.Dengan pujian yang tulus seseorang akan mengurangi  keragu-raguan tentang potensinya. Bahkan bakal meningkatkan spiritnya. Dengan mendorong orang lain sama saja anda memberi perhatian dan penghargaan kepadanya. Pada gilirannya mereka akan berjalan berdampingan dengan anda membangun bisnis anda. Mengapa? Karena anda tidak  kikir memuji orang lain. 

Iklan