Apa ciri-ciri kalau gairah anda cepat puas atau sedang menurun?

Yang pertama, kalau prestasi sedang menurun bisa jadi anda sedang dirundung malang; entah karena persoalan pribadi atau karena kondisi perusahaan sedang mengalami penurunan kinerja. Anda  pesimis, apatis dan merasa tak berdaya untuk melakukan sesuatu dengan prima. Pekerjaan dianggap sebagai suatu kegiatan rutin saja.

Kedua, anda cepat merasa puas dengan prestasi yang diraih. Anda  merasa tidak perlu meningkatkan kompetensi anda. Kalau begitu anda tidak punya minat untuk berkompetisi prestasi dengan rekan kerja anda. Artinya tantangan bukan menjadi kebutuhan anda.

Ketiga, anda belum maksimum mengeksplorasi potensi diri anda. Apakah potensi dalam bentuk tingkat pengetahuan, ketrampilan maupun pengalaman kerja anda. Anda sepertinya sedang fokus mendiagnosis kecocokan potensi diri dengan bidang pekerjaan yang sedang ditekuni. Dalam situasi seperti ini anda seolah mengabaikan prestasi karena sebagian waktu anda habis untuk mencari jati diri anda. 

Keempat, anda sudah merasa menjadi segalanya. Ya merasa sudah tahu, sudah mampu, dan sudah jempolan dalam bekerja. Tak ada tandingannya. Tak perlu lagi meningkatkan pengetahuan lewat belajar. Dalam kondisi ini berarti anda mengabaikan kenyataan bahwa di luar  ada yang lebih dari anda. Juga di luar sana sebenarnya pasar  membutuhkan para pekerja yang memiliki kompetensi tinggi dan selalu bergairah dalam  berprestasi.

Pertanyaannya apakah anda termasuk yang senang puas dengan prestasi apa adanya? Atau bahkan akhir-akhir ini gairah berprestasi menurun tajam karena anda termasuk orang yang bersifat pesimisme dan apatis terhadap prestasi ? Hati-hati karena anda harus sudah  siap digolongkan sebagai pecundang. Kalau spirit anda menurun tajam, janganlah mudah menyerah. Hadapi sesuatu dengan optimis bahwa anda selalu punya peluang untuk berprestasi tinggi.

Di sisi lain  kalau anda cepat puas berarti anda merasa sudah memiliki kompetensi SDM untuk mengerjakan sesuatu padahal tidak demikian. Sementara  pasar menunjukkan bahwa kebutuhan akan kompetensi semakin meningkat. Beda dengan sang pemenang yang  merasa kompetensinya selalu kurang. Dia selalu ingin memperbaharui potensi dirinya lewat belajar dan belajar. Kalau anda ingin sebagai pemenang maka berarti pula anda akan selalu introspeksi diri, bekerja dengan  tanggung jawab tinggi, perhatian tinggi (gigih) terhadap mutu pekerjaan, dan tak pernah berhenti belajar. 

About these ads