Sumberdaya manusia merupakan unsur investasi efektif perusahaan. Namun pihak manajemen sering menilai bahwa sumberdaya, khususnya SDM yang digunakan sebagai aset produksi dapat dipindah-pindahkan bahkan dihilangkan begitu saja demi tuntutan bisnis dalam bentuk perampingan jumlah karyawan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kurangnya wawasan para manajemen dalam memahami adanya aset intangible (tidak berujud) yakni pengetahuan.

Keunggulan unsur pengetahuan dalam suatu perusahaan telah menjadi unsur daya-saing yang tinggi. Kepemimpinan pasar dan kepopuleran suatu perusahaan akan semakin tergusur oleh perusahaan lain bahkan perusahaan yang baru muncul yang memiliki manajemen pengetahuan yang tepat-waktu dan tepat-tempat, sesuai dengan  tuntutan teknologi, pergeseran persaingan, dan tuntutan pasar. Disinilah  karyawan perlu dibina secara bersinambung khususnya tentang mutu SDM.

Pengembangan mutu SDM karyawan memerlukan beragam perspektif agar eksistensi daya-saing perusahaan dan juga mutu SDM karyawan akan mampu bertahan dalam waktu yang relatif lama. Perspektif yang dimaksud meliputi pertanyaan berikut:

(1)   Apakah di dalam mengembangkan mutu SDM, perusahaan sudah menempatkan setiap karyawan pada posisi yang sangat menentukan keberhasilan perusahaan dalam waktu relatif lama? Jika ya, bagaimana bentuk manajemen mutu SDM (MMSDM) yang perlu diterapkan? Sejauh mana kepekaan perusahaan menghadapi perkembangan dunia bisnis global, utamanya dalam hal mutu SDM?

(2)   Bagaimanakah budaya mutu SDM di perusahaan?Apakah perusahaan sudah siap melakukan analisis permasalahan yang dipakai untuk perencanaan pengembangan mutu SDM secara holistik? Apa saja kriteria dan indikator yang dipakai? Apakah selama ini penerapan MMSDM moderen sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya?

(3)   Apakah aspek-aspek  yang perlu diperhatikan dalam pengembangan mutu SDM? Bagaimana dengan kemampuan berkomunikasi, kecerdasan intelektual, sikap, keterampilan, emosional dan spiritual karyawan, serta keselamatan kerja karyawan? Bagaimanakah  produktivitas kerja karyawan perusahaan selama ini? Bagaimana pula derajad motivasi, etika, dan disiplin kerja para karyawan? Untuk itu apa dan bagaimana model pelatihan dan pengembangan berbasis kompetensi serta keamanan kerja yang tepat diterapkan?

(4)   Apakah perusahaan sudah menerapkan ubahan manajemen yang handal, termasuk ubahan pengetahuan tentang teknologi dan tuntutan pasar dalam menyiasati  dunia bisnis yang selalu berubah relatif cepat? Selain itu untuk menjamin daya saing mutu SDM yang tinggi dalam jangka panjang, apakah perusahaan sudah menyiapkan atau menerapkan organisasi pembelajaran yang handal? Untuk itu apakah perusahaan sudah membangun departemen atau divisi pembelajaran, melakukan program pengembangan suasana belajar, pengembangan motivasi, penempatan hasrat dan harga diri atau martabat bagi para karyawannya?

Empat perspektif itu seharusnya tercermin pada visi, misi, tujuan dan strategi pengembangan mutu SDM perusahaan secara terintegrasi. Dan sekaligus merupakan turunan dari visi, misi dan tujuan dan strategi perusahaan secara keseluruhan dalam rangka mereposisikan peran karyawan sebagai unsur yang semakin penting dalam suatu organisasi. Dengan kata lain  mutu SDM  perlu ditingkatkan secara bersinambung. Sekurang-kurangnya dapat dipertahankan sesuai standar perusahaan melalui MMSDM yang optimum agar jangan sampai terjadi degradasi mutu SDM yang akan menurunkan kinerja perusahaan.

Iklan