Bicara etika bisnis berarti bicara tentang moral dan acuan berbisnis. Aspek moral mencerminkan sesuatu yang normatif yakni adanya  wilayah baik dan ada pula wilayah buruk. Jadi kalau berbisnis jangan sampai sekalipun  ada yang dirugikan atau disusahkan atau didholimi. Sementara,  aspek acuan bermakna adanya kesepakatan  komunitas bisnis bahwa etika  menjadi pedoman keseharian  mereka. Jadi harus dihormati dan dipraktekkan; bukan sebagai slogan.

Dalam kenyataannya  mengapa masih saja ada penyimpangan etika dalam berbisnis? Mengapa masih ada saja manipulasi mutu? Masih ingat beras oplosan, daging gelonggongan, makanan berformalin dan boraks, dsb? Mengapa masih ada komersialisasi di bidang pendidikan dan kesehatan? Mengapa masih banyak para karyawan tidak memperoleh kesejahteraan yang wajar padahal bisnis perusahaan tempat mereka bekerja terus berkembang? Mengapa masih banyak perusahaan yang merusak lingkungan? Mengapa masih banyak pengusaha yang menghindari pajak? Mengapa, mengapa, dan mengapa…….

Ada beberapa dugaan mengapa masih terjadinya praktek bisnis yang tidak etik:

(1).Pemahaman tentang etika yang kurang. Etika baru dipandang sebagai ”barang” pengetahuan, bukan simbol kesadaran. Karena itu tidak mustahil ada pengusaha yang memandang etika tidak perlu memasuki wilayah bisnis. Menurutnya biarlah etika itu urusan pribadi masing-masing.

(2).Ketidakpedulian terhadap etika bisnis.Dia memandang etika tidak jauh dari nasib hukum. Hukum konon gampang dibeli. Apalagi etika yang relatif tidak ada resikonya kalau dilanggar.Etika dianggap menghambat dalam meraih pilihan-pilihan terbaik untuk meraih keuntungan dari bisnis.

(3).Sifat rakus yang meyebabkan terjadinya kedholiman terhadap orang lain. Tujuannya semata-mata mencari keuntungan besar. Sementara para karyawan tidak diperhatikan kebutuhan hidupnya. Di sisi lain, tuntutan konsumen tentang  mutu dan harga diabaikan.

 (4).Lemahnya kontrol sosial. Kalau toh ada berbagai instansi pengawas tentang usaha-usaha bersifat monopoli, tentang mutu produk makanan dan obat-obatan, dan produk industri lainnya serta tentang perlindungan hak-hak karyawan  namun upaya, hasil dan dampaknya kurang signifikan merubah perilaku bisnis yang tidak etis. 

Iklan