Pertimbangan aspek  tanggung jawab ketika memutuskan kepada siapa tugas diberikan memiliki porsi perhatian yang lebih besar ketimbang sekedar kompetensi. Walaupun manajer mengetahui bahwa kompetensi merupakan hal pokok terhadap kelancaran menjalankan tugas. Artinya bisa saja beberapa karyawan memiliki kompetensi keahlian/ketrampilan yang baik namun kurang bertanggung jawab. Untuk itu dalam pemilihan karyawan, manajer seharusnya  mempertimbangkan  aspek tanggung jawab dan penguasaan pengetahuan serta ketrampilan seseorang. Selain itu pilihlah mereka yang relatif dengan mudah mampu menjalankan tugas setelah menjalani pelatihan atau kursus.

          Ada beberapa faktor yang manajer perlu pertimbangkan, sekurang-kurangnya dari segi kenyamanan yang mampu menambah rasa tanggung jawab seseorang yang menerima tugas dari manajer. Beberapa karyawan memandang tugas itu sebagai bagian dari proses pengembangan mereka. Sebagian lain boleh jadi justru merasa sebagai beban. Lalu timbul stres dan cenderung menolak tugas tambahan. Dalam situasi ini yang jelas manajer tampaknya tidak akan memprioritaskan pilihan manajer pada kelompok yang kedua. Kalau toh masih akan diberikan kepada kelompok ini manajer harus menjelaskannya dengan lugas dan kalau perlu manajer awali dengan memberikan pelatihan kepada mereka.

          Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah kemungkinan manajer sendiri ‘harus’ mengerjakan sebagian tugas dari orang yang diserahi limpahan tugas dari manajer. Biasanya itu terjadi karena  orang tersebut sebenarnya memiliki kompetensi tinggi namun bebannya sudah begitu banyak. Tidak mungkin karyawan itu mampu mengerjakan dengan baik semua tugas yang dilimpahkan kepadanya. Jadi tampaknya sudah sebagai aturan umum, proses pendelegasian akan berjalan optimum ketika seseorang yang menerima limpahan tugas itu merasa berkompeten dan nyaman dalam bekerja. Artinya tidak terjadi penurunan efisiensi tetapi justru peningkatan karena para karyawan termotivasi untuk mengembangkan diri mereka. Kepuasan karyawan akan terjadi dengan sendirinya. Pada gilirannya produktivitas organisasi akan semakin meningkat.

 Sumber: Tb.Sjafri Mangkuprawira dan Aida Vitayala Hubeis. 2007. Manajemen Mutu SDM. PT Ghalia Indonesia. 

Iklan