Apakah setiap perusahaan sudah sangat memahami pentingnya pengembangan sumberdaya manusia (SDM)? Belum tentu. Masih ada  perusahaan yang menganggap pengembangan SDM akan terjadi dengan sendirinya secara alami. Biarkan saja apa adanya. Pemikirannya bahwa turnover akan terjadi ketika ada karyawan baru yang melamar dengan mutu SDM yang lebih unggul. Nantinya toh, karyawan yang lama akan dengan sendirinya tersisihkan. Dan keluar dari perusahaan. Namun ada juga yang berpendapat pengembangan SDM perlu diprogramkan.

Jenis pengembangan sumberdaya manusia (SDM) yang dilakukan untuk peningkatan kapabilitas  karyawan sangat bergantung pada kondisi individu dan kapabilitas yang dibutuhkan organisasi. Akan tetapi pada umumnya pengembangan SDM yang dilakukan dalam peningkatan kapabilitas karyawan adalah dalam hal orientasi pada pekerjaan, kualitas pengambilan keputusan, nilai-nilai etika dan ketrampilan teknis. Dalam hal kapabilitas non-teknis yang dibutuhkan organisasi meliputi kemampuan bekerja dalam situasi penuh tekanan, bekerja secara independen, memecahkan masalah secara tepat, dan kemampuan memanfaatkan pengetahuan yang lalu dalam situasi yang baru.  Jenis kemampuan tersebut sering tidak sukses diajarkan lewat bangku kursus dan sebaliknya akan efektif melalui proses sosialisasi pekerjaan atau jalur tidak formal.

Dalam prakteknya, pengembangan merupakan proses sepanjang masa ketika karyawan bekerja pada organisasinya. Artinya pengembangan sudah sebagai kebutuhan organisasi dan individu secara bersinambung sesuai dengan dinamika eksternal. Misalnya lisensi atau sertifikasi tentang jenis-jenis keahlian tertentu dari para karyawan  harus terus menerus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan khalayak pelanggan. Dengan demikian aset SDM yang berupa pengetahuan, ketrampilan dan sikap perlu dipersiapkan dan dikembangkan untuk penyesuaian dengan pekerjaan baru, promosi dan pekerjaan baru setelah karyawan pensiun. 

Iklan