Malas? Saya yakin setiap orang pernah malas.Bisa malas bekerja, malas belajar, malas makan, malas olahraga, malas bepergian, malas nonton televisi, malas bicara, malas hidup,dsb. Malas dapat timbul antara lain karena faktor-faktor pesimis, kesal, gelisah, kecewa, jenuh, kurang percaya diri, kondisi sakit-sakitan, dan stres. Semakin tinggi derajad faktor-faktor tersebut semakin tinggi pula derajad malas seseorang. Bagaimana dilihat dari segi periodenya? Kalau dalam kurun waktu yang relatif pendek malas tidak akan berbahaya.Bisa jadi dalam kurun waktu  itu yang bersangkutan ingin memulihkan diri.Namun kalau terjadi dalam jangka panjang bahkan menjadi sifat permanen maka  akan berbahaya. Bayangkan kalau malas makan dalam kurun waktu lama, kondisi yang bersangkutan akan semakin loyo dan bisa jadi maut bakal menunggunya.

Bagaimana dengan yang malas bicara secara permanen? Wah, orang seperti itu akan semakin bersifat introvert. Interaksi sosial jelas akan sangat berkurang. Dengan sendirinya dia bakal terisolasi dari lingkungan sosial secara alami. Lalu bagaimana kalau orang itu malas hidup? Nah tipe  inilah yang paling berbahaya. Umumnya yang tergolong seperti ini  sudah sangat pesimis tentang hidup dan kehidupan.Penderitaan hidup yang panjang ditambah kurang kuatnya iman dapat mendorongnya bertindak secara tidak rasional yakni melakukan bunuh diri.     

Sementara itu malas belajar dan malas bekerja juga dapat bersifat permanen. Potensi otak akan semakin ”berkarat” karena tidak digunakan. Kinerja belajar dan bekerja jelas akan semakin menurun bahkan sampai derajad nil.  Mereka yang malas belajar sering berbuat curang seperti mencontek dari temannya. Orang seperti itu kurang percaya diri, santai,  tidak jujur dan sangat bergantung pada orang lain. Bagi yang malas kerja akan dicirikan oleh sifat-sifat turunannya yakni kurang bertanggung jawab, tidak jujur, tidak disiplin, egoistis, kerap membantah atasan, kerap menolak tugas, kalau menerima tugas tidak diselesaikan tuntas, dan bergantung pada orang lain. Karyawan seperti itu umumnya tidak disenangi atasan dan rekan kerjanya. Namun hebatnya sang pemalas tidak peduli.

Iklan