Untuk kesekian kalinya setelah beberapa tahun ini Eyang Harto (Suharto, mantan Presiden RI ke-dua) sedang digugat Pemerintah RI karena perbuatan melawan hukum. Kali ini Eyang sebagai pendiri sekaligus sebagai Ketua Yayasan Beasiswa Supersemar dan sebagai pribadi diduga telah menyelewengkan dana yang menyimpang dari tujuan yakni sebesar 420 juta dolar US dan dana 185 milyar rupiah.

Pernah ada dua kelompok ekstrim yang menanggapi kondisi eyang: Yakni ada yang mendukung penghentian tuntutan hukum terhadap Eyang. Artinya maafkanlah Eyang, tanpa syarat!! Eyang Harto dari zaman kemerdekaan sampai zaman orde baru dinilai telah banyak jasanya. Namun kelompok yang lainnya atau kelompok oposisi; mendesak sekali diadili, tetap diadili! Tak ada kompromi dengan segala kemaksiatan yang telah diperbuat Eyang.

Saya percaya bahwa demi hukum dan keadilan, siapa pun yang diduga bersalah harus diajukan ke pengadilan. Tegakkan keadilan walau langit akan runtuh, demikian filosofi hukum. Tuntutan hukum, politik dan protes keras terhadap tindak-tanduk negatif Eyang semasa orde baru menambah rantai panjang penderitaannya.

   Saya pribadi, kalau mempertimbangkan keuzuran serta kesehatan beliau, sementara berpendapat tidak usah ada proses pengadilan padanya. Kalau sudah sehat silakan, perkaranya dibuka lagi. Kalau dihukum diharapkan seadil-adilnya…..”dan (Dia menyuruh  kamu) apabila memutuskan hukum di antara manusia hendaklah memutuskannya dengan adil” ( an-Nisa’: 58).    

Iklan