Senin siang ini tersiar kabar seorang sahabat saya mendapat vonis tujuh tahun penjara. Dia  menjadi terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi ketika masih menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan dalam Kabinet yang dipimpin Megawati. Tentu saja saya sangat prihatin akan vonis itu. Sebagai seorang “kakak”, saya banyak mengetahui tentang beliau. Orangnya ramah, dermawan dan rendah  hati. Pengetahuan dan perilaku keseharian dalam keagamaan begitu kuat dan mendalam.  

        Pemikiran-pemikiran dan daya juang, khususnya tentang pembangunan bidang kelautan,  perikanan, kepulauan, pesisir, dan lingkungan sangat   cemerlang dan taat-asas. Karya tulisnya cukup banyak dimuat dalam jurnal ilmiah berskala nasional dan internasional. Pemikiran dan gagasan-gagasannya yang bagus sudah tampak ketika awal 80’an.Ketika itu dia cukup sering diskusi  di ruang kerja saya, Departemen Sosek Faperta. Kebetulan ruang kerja saya hampir-hampir tak pernah sepi dengan kolega dan mahasiswa untuk berdiskusi dan konsultasi.

      Sepulang dari Kanada, setelah menyelesaikan PhD tahun 1991, karirnya begitu melejit. Dia pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Perikanan IPB, Kepala Pusat Penelitian Pesisir dan Kelautan IPB, dan Pembantu Rektor IV IPB. Karena itu wajar  kalau dia pernah terpilih sebagai dosen teladan nasional. Setelah itu dia pernah menjadi Direktur Jendral dan kemudian menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan.

      Dari gambaran pribadi tersebut, sekali lagi saya tidak pernah mengira  sahabat saya menjadi  pelanggar hukum pidana. Dindaku, semoga Anda tabah, sabar, dan tawakal dalam menghadapi ujian ini. Amin. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata (ash-Shaaffaat; 106). Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ (al-Baqarah; 45).   

Iklan