Tidak mudah seorang hakim berlaku sebagai orang yang adil, arif lagi bijaksana. Apalagi kalau hakim itu cenderung ketika menilai seseorang sering terkena demam “hello effect”. Dengan kata lain tuan hakim mudah terpengaruh oleh penampilan fisik dan indahnya ucapan seseorang. Bisa jadi pula sang hakim memang kurang tegas dan  terkesan plin-plan. Berikut kisah Nasrudin.

Suatu kali Nasrudin bertindak sebagai seorang hakim. Pada saat kasus diungkap, penuntut berbicara begitu memikat sehingga Nasrudin berteriak: “Aku percaya, engkau benar!”. Seorang petugas pengadilan membujuk Nasrudin agar bisa lebih menahan diri, karena pernyataan dari tertuduh belum lagi didengar. Selanjutnya, Nasrudin juga begitu terpikat oleh kepandaian bicara si tertuduh sehingga ia langsung berteriak setelah orang itu menyelesaikan pernyataannya: “Aku percaya engkau benar!”

Petugas pengadilan merasa tidak dapat membiarkan hal ini terjadi”. “Tuanku, tidak mungkin keduanya sama-sama benar.” “Aku percaya engkau pun benar!” kata Nasrudin (12 Desember 2003, Republika Online);

Diadaptasi dari Sumber: Tb.Sjafri Mangkuprawira, 2007, Coretan Seorang Dosen:Rona Wajah, Jilid dua ,IPB Press.

Iklan