Konon di muka bumi ini terdapat beragam  orang yang memiliki derajad “ketahuannya”. Ada orang yang memang tahu persis tentang sesuatu; Ada orang yang tahu bahwa dia tidak tahu; Juga ada orang yang tidak tahu atau tidak sadar padahal sebenarnya dia tahu; Selain itu ada yang tidak tahu akan ketidak-tahuannya. Yang gawat adalah orang yang sok dan ngotot tahu tentang sesuatu padahal tidak tahu. Sifatnya itu bahkan cenderung suka meremehkan orang lain. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai  orang-orang yang sombong (an-Nahl; 23). Ceritanya begini (Ketawa.Com; modifikasi dari Fikar, 13 Januari, 2006).

Ada seorang turis asing yang sedang belajar Bahasa Indonesia merasa bingung, mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu berbeda-beda seperti yoi, ya, dan ya begitulah. Lalu, ia bertanya kepada seorang pejabat, “Bagaimana cara membedakan yoi, ya, dan ya begitulah?”

       Kemudian, pejabat itu dengan  yakinnya menjelaskan, “Kalau jawabannya yoi, orang tersebut  kurang berpendidikan; kalau iya, orang itu tamatan SMA; dan kalau jawabannya  ya begitulah, berarti ia sarjana.””Oh, gitu, ya?”, kata sang turis.”Yoi!!”, jawab  pejabat.   

Iklan