Terkait dengan maraknya korupsi, saya mengutip artikel humor yang dimuat di situs Ketawa.Com (modifikasi dari Teguh Setya Nugraha, 28 Sep. 2006). Inti pembelajaran dari tulisan itu, korupsi di Indonesia tampaknya sudah begitu membudaya.Tiada hari tanpa korupsi. Proses penegakan hukum khususnya dalam hal pemberantasan korupsi  bukanlah barang mudah. Perlu keberanian dan ketegasan dari aparatnya secara taat asas. Namun dalam kenyataan, hasilnya masih belum memuaskan. 

         Berikut ceritanya.Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha. Penasaran…, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan menjadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha. “Terimakasih tuan; Tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan disilakan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya” kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.

        Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, “Baiklah Jin saya ingin tahun ini ada tiga perubahan besar terjadi di negeri saya Indonesia ini: pertama, saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 4.500 per 1 dollar US; kedua, saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan. Ketiga, saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini.

      “Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala. Pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru, “Tuan, tolooong botolnya ditutup kembali…!!!!!.” Adaptasi dari  Tb.Sjafri Mangkuprawira,2007,Coretan Seorang Dosen:Rona Wajah, Jilid kedua, IPB Press. 

Iklan