Kasus-kasus kesedihan di tingkat mikro  masyarakat bertambah lagi. Di samping kasus busung lapar, demam berdarah, flu burung, polio, maka sejak beberapa waktu lalu muncullah kasus kesurupan. Kasus ini ternyata tidak terjadi cuma di kalangan remaja sekolah tetapi juga di kalangan orang dewasa seperti karyawan perusahaan. Dan anehnya tidak selalu individual tapi massal. Ada apa gerangan?        

        Kalau menurut ilmu kedokteran jiwa, kesurupan terjadi lebih karena akumulasi tekanan mental. Dikenal sebagai dissosiasi. Ketika itu jiwa penderita sedang begitu gamangnya. Bahkan jika tak terselesaikan bisa jadi depresi.Tekanan kesulitan kehidupan individu dan sosial sangat mempercepat timbulnya penderitaan itu. Penderita akan pulih setelah dilakukan terapi pengobatan dan konsultasi kejiwaan.

       Sementara,  ‘orang pintar’ berpendapat kesurupan terjadi karena si penderita ‘kemasukan’ jin. Mereka yang terkena kesurupan dinilai kurang kuat imannya. Kalau toh selama ini mereka sudah menjalani sholat dan dzikir tapi dinilai belum khusyu. Jadi ketika mereka berada dalam keadaan emosi dan fisik kurang fit, jin mudah masuk dan mengganggu. Karena itu biasanya penderita akan segera pulih kalau dilakukan terapi doa-doa dari ‘sang pintar’.

      Kejadian kesurupan semakin menarik disimak ketika dikaitkan dengan kondisi bangsa belakangan ini. Tampaknya  sebagian rakyat sudah begitu pesimis menghadapi kehidupan. Kemiskinan akibat kelangkaan aset usaha ekonomi dan pengangguran yang semakin membengkak membuat rakyat semakin tak berdaya. Salah satu yang dilakukan biasanya melamun, bengong dan bingung karena kekecewan hidup. Tahap berikutnya timbul  stres dan kemungkinan besar  depresi.

       Nah fenomena terakhir ini bisa menimbulkan keputusasaan hidup. Terdapat kesenjangan dan kekosongan jiwa. Ketika intensitas perilaku itu meningkat plus kondisi perut dan hati keroncongan maka ‘setan’ konon mudah mengganggu jiwa mereka. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (al-Araf; 200). Ya Allah jauhilah kami dari gangguan setan semata-mata karena Allah…berilah kami kelapangan dada menerima setiap cobaan… Amiiin.  

Iklan