Apa yang terjadi dengan seseorang yang setiap pertimbangan keputusannya selalu didasarkan pada uang? Dalam keadaan seharusnya membantu orang lain tanpa pamrih maka ada saja yang selalu membuat perhitungan balas jasa. Bagi dia tidak dikenal ada istilah gratis. Saya percaya perilaku Anda tidak  seperti kisah lucu Nasrudin berikut (20 Februari 2004 Republika Online).

       Ketika sedang duduk di sebuah batu besar di pinggiran sungai, Nasrudin melihat sepuluh orang buta yang ingin menyeberangi sungai. Ia menawarkan bantuan kepada mereka dengan bayaran satu sen per orang. Mereka setuju, dan sang Mullah pun memulai pekerjaannya.

       Sembilan orang telah selamat sampai ke tepi sungai. Tapi ketika ia sedang sibuk dengan orang yang kesepuluh, orang yang malang itu terpeleset dan hanyut dibawa air. Merasakan ada sesuatu yang salah, kesembilan yang selamat mulai berteriak: “Apa yang terjadi Nasrudin?” “Aku kehilangan uang satu sen.”. 

Iklan