<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rona Wajah &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://ronawajah.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronawajah.wordpress.com</link>
	<description>Catatan tentang Manajemen SDM dan Mutu SDM</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2009 00:04:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ronawajah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/de9d59825965a28a0a1d5b0965133834?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rona Wajah &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ronawajah.wordpress.com/osd.xml" title="Rona Wajah" />
		<item>
		<title>DAGELAN POLITIK : TERAPI TERTAWA?</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/26/dagelan-politik-terapi-tertawa/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/26/dagelan-politik-terapi-tertawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 02:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=2240</guid>
		<description><![CDATA[ 
Fenomena politik semakin seru saja belakangan ini. Ada tokoh yang ramai-ramai mengungkapkan antara lain terjadinya kecurangan penyelenggaraan pemilu, DPT yang berantakan penuh manipulasi, dan persoalan perhitungan suara yang lamban. Di sisi lain, mekanisme persiapan pilpres-wapres yang terjadi memang begitu cepat dan dinamisnya. Tampak  timbul tenggelamnya preferensi penentuan apa dan dengan siapa berkoalisi yang dinilai paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2240&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="line-height:115%;font-family:&quot;color:black;font-size:14pt;">Fenomena politik semakin seru saja belakangan ini. Ada tokoh yang ramai-ramai mengungkapkan antara lain terjadinya kecurangan penyelenggaraan pemilu, DPT yang berantakan penuh manipulasi, dan persoalan perhitungan suara yang lamban. Di sisi lain, mekanisme persiapan pilpres-wapres yang terjadi memang begitu cepat dan dinamisnya. Tampak <span> </span>timbul tenggelamnya preferensi penentuan apa dan dengan siapa berkoalisi yang dinilai paling strategis. Tidak peduli posisi sang ketua partai masing-masing. Bisa saja yang tadinya musuh lalu jadi teman, dan teman menjadi lawan politik. Yang menjadi suasana politik semakin seru dalam rencana koalisi yakni adanya tokoh partai yang kebakaran jenggot. Penyebabnya karena partai lain dianggap menghina harga diri partainya. Dan ada pula para tokoh partai yang celoteh di lingkungan internal sana-sini karena tajamnya perbedaan pendapat. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="line-height:115%;font-family:&quot;color:black;font-size:14pt;">Fluktuasi suhu politik begitu tajamnya; naik-turun. Semakin seru lagi ketika antarpartai berseteru. Misalnya <span> </span>koalisi Partai Demokrat dan Golkar yang telah tersulam selama lima tahun berantakan begitu saja di tengah jalan. Demi harga diri keduanya berpisah dengan alasan masing-masing. Sementara PDIP dan Gerindra serta Hanura sedang mesra-mesranya. Di sudut lain partai-partai seperti PAN dan PPP tengah sibuk mencari pilihan partai yang terbaik untuk berkoalisi. <span> </span><span> </span>Lalu semua partai yang termasuk golongan besar (Demokrat, Golkar, PDIP) sibuk dengan strategi dan taktik masing-masing menggalang koalisi dengan blok menengah sampai level gurem.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="line-height:115%;font-family:&quot;color:black;font-size:14pt;">Semua motif koalisi cenderung bertema sama dan sangat mentereng. Yakni menggalang persatuan dalam membangun pemerintahan yang bersih dan kuat. Lalu mereka saling bersalaman dan pelukan disertai senyum. Tak tahu ada apa di balik senyum itu. Yang menarik <span> </span>tersisip dari koalisi adanya bagi-bagi kekuasaan mulai di tingkat wapres sampai posisi kursi menteri. Lha ini kan kepentingan partai lebih dahulu baru sisanya buat rakyat. Pantas saja di sementara khalayak bermuncullah tandatanya. Mereka <span> </span>saling godeg-godeg kepala disertai senyum dan tawa. Kalau senyum dan tawa begitu alami dan lepas tentunya bagus. Namun kalau dilakukan secara terpaksa itu namanya berbau sinis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="line-height:115%;font-family:&quot;color:black;font-size:14pt;">Ngomong-ngomong tentang tertawa ternyata itu bisa digunakan sebagai terapi sehat seseorang.</span><span style="line-height:115%;font-family:&quot;color:black;font-size:14pt;"> Menurut Armand Archisaputra, Instruktur Klub Tawa Seuri Euy (blog Artikel Psikologi; 03 Oktober 2008), <span> </span>tertawa adalah ekspresi kebahagiaan dan bisa dilakukan tanpa syarat.  Terapi tertawa sama khasiatnya dengan meditasi sehingga sering disebut juga yoga tawa. Jadi, harus ikut pelatihan tawa terprogram dibantu instruktur atau terapis. Dengan tertawa alami, bebas, dan lepas, terjadi proses biologis dan psikologis positif. Pembuluh darah melebar, oksigen yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak, sehingga sel tubuh mendapatkan nutrisi dan sistem kekebalan tubuh meningkat. Tentu saja bukan sembarang tertawa melainkan tertawa alami. Tertawa yang datang dengan sendirinya dari dalam diri kita tanpa bantuan atau rangsangan dari luar seperti banyolan atau lawakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;margin:0 0 10pt;"><span style="line-height:115%;font-family:&quot;color:black;font-size:14pt;">Nah, kalau begitu bagaimana dengan tertawa ketika melihat adegan dagelan politik?. Kalau tertawanya sinis justru bukannya terapi yang bisa menyebabkan kita sehat. Apalagi kalau dibawa ke hati terdalam maka bisa berakibat sebaliknya. Sinis itu kan perilaku negative. Jadi sama saja kita sedang menyebarkan enerji negatif dalam pikiran dan hati kita. Maka <span> </span>jadilah tertawa akibat melihat adegan politik <span> </span>bisa menjadi racun. Lambat laun itu akan menghancurkan kesehatan jiwa. So rileks sajalah melihat perkembangan politik. Boleh disertai dengan senyum dan tawa kecil. Ambil saja hikmahnya dengan memroses enerji positif yang kita miliki. Yakni memandangnya sebagai proses pendidikan politik buat kita masing-masing.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2240&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/26/dagelan-politik-terapi-tertawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IKLAN POLITIK DAN POLITIK IKLAN</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/11/29/iklan-politik-dan-politik-iklan/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/11/29/iklan-politik-dan-politik-iklan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 09:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=1260</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis pagi minggu ini, di kelas Manajemen Program Komunikasi, sebanyak 18 orang mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3; angkatan 2007 dan 2008) IPB yang mengambil program mayor Komunikasi Pembangunan mengadakan diskusi yang menyangkut iklan politik di media televisi. Makalah dan diskusi yang digelar tersebut adalah salah satu tugas akademik yang saya berikan  kepada mereka. Tujuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=1260&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Hari Kamis pagi minggu ini, di kelas Manajemen Program Komunikasi, sebanyak 18 orang mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3; angkatan 2007 dan 2008) IPB yang mengambil program mayor Komunikasi Pembangunan mengadakan diskusi yang menyangkut iklan politik di media televisi. Makalah dan diskusi yang digelar tersebut adalah salah satu tugas akademik yang saya berikan  kepada mereka. Tujuan pokoknya<span>  </span>pertama, agar para mahasiswa mampu mengembangkan pengetahuannya tentang program komunikasi dan komunikasi program khususnya tentang periklanan; dan kedua mampu memahami dunia politik melalui review fenomena komunikasi iklan politik yang dilakukan beberapa partai khususnya kasus menjelang pemilu 2009 yang tinggal lima bulan lagi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Kebanyakan topik diskusi dan makalah berkisar pada isi pesan, siapa khalayaknya, dan kemasan iklan serta tampilan tokoh. Terungkap, sebagian besar isi pesan dari tema iklan atau kampanye<span>  </span>menyangkut aspek-aspek kemiskinan, pengangguran, daya beli rakyat, kebutuhan pokok rakyat luas, keadilan hukum, keamanan, dan kesatuan-persatuan bangsa. </span><span style="font-family:&quot;" lang="PT-BR">Sementara <span> </span>pada sisi program, tema utama kampanye juga cenderung bervariasi. Ada yang berjanji untuk mengembangkan rasa cinta pada produk sendiri, membela petani, penyediaan lapangan kerja, harga bahan pokok yang murah, dsb. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Alasan mengapa isi pesan tertentu disampaikan adalah karena dua hal. Pertama, ekstrim karena kebijakan pemerintah sampai saat kini belum mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat. </span><span style="font-family:&quot;">Ya jadi perlu diperjuangkan oleh partai-partai khususnya partai baru. Namun <span> </span>tak ada satupun sisi dari keberhasilan pemerintah diungkapkan. Sementara bentuk yang kedua adalah kampanye yang menonjolkan keberhasilan kebijakan pemerintah yang menyangkut persentase penurunan jumlah penduduk miskin, jumlah penganggur yang menurun, dan keberhasilan dalam keamanan, Jadi sejak dalam kampanye pun sudah jelas bahwa tanda-tanda terdapatnya oposisi bukanlah fenomena yang aneh. Tak ada tempat dalam pikiran oposan untuk mengatakan bahwa ada keberhasilan yang dicapai oleh pemerintahan sekarang. Inilah yang disebut sebagai politik iklan. Karena kalau keberhasilan juga diungkapkan oleh oposan maka berarti sama saja partai bersangkutan  “bunuh diri”.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Bagaimana dengan tampilan atau kemasan iklan? </span><span style="font-family:&quot;">Berbeda dengan isi tema dan program yang sifatnya relatif masih umum dan penuh janji, tampilan atau kemasan iklan cukup beragam. Begitu pula frekuensinya. Ada yang menampilkan hampir setiap hari dan ada juga yang seminggu sekalipun tidak. Tetapi waktu tayangan hampir semuanya sama yakni ketika waktu prima dimana hampir semua segmen pemirsa menonton televisi. Terbanyak ditayangkan <span> </span>ketika momen <span> </span>laporan berita dan hiburan. Tampilannya, mulai dari yang penuh warna, eksotis, dan gegap gempita sampai ke yang sangat moderat dan warna  yang pucat pasi. Ada yang tidak jelas isi pesannya, monoton, kurang greget, serta  jauh dari eksotik apalagi estetika. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Yang jelas periklanan politik menjelang pemilu 2009 jauh lebih semarak ketimbang pemilu tahun 2004. Suasana kompetisi untuk merebut pemilih semakin tinggi intensitasnya. Semua penuh dengan janji warna-warni. Program-program ditawarkan untuk membangun bangsa ini. Namun pertanyaannya apakah sudah dipikirkan dan disiapkan strategi dan taktik pencapaiannya? Bagaimana menggalang dana pembangunan untuk itu? Bagaimana strategi kebijakan moneter dan fiskalnya? Bagaimana dalam waktu relatif singkat ini mereka menyiapkan pilihan konsep mengatasi akibat krisis finansial global terhadap perekonomian rakyat? Ternyata tak satu pun partai yang beriklan menawarkannya secara utuh. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Apapun mereka sudah mengisi pesta demokrasi ini sesuai dengan haknya. Cuma yang patut disadari bahwa tidak menjadi jaminan semakin banyak iklan yang disajikan dengan seribu janji bakal otomatis diikuti dengan semakin banyak perolehan suara dalam pemilu yang diraihnya. Masih ada faktor-faktor lain yang memengaruhinya, termasuk kadar kompetensi dan performa tokoh partai itu yang diunggulkan. Tinggal lagi bagaimana secara moral politik mereka yang menang dalam pemilu nanti harus dapat memenuhi janji-janji seperti yang dikampanyekan. Masyarakat sudah semakin pintar, sadar, dan kritis bagaimana mereka menggunakan hak demokrasinya secara bersih. </span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/1260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/1260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/1260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=1260&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/11/29/iklan-politik-dan-politik-iklan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYAMBUT PESTA  BLOGGER 2008: “BLOGGING FOR SOCIETY”</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/09/13/menyambut-pesta-blogger-2008-%e2%80%9cblogging-for-society%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/09/13/menyambut-pesta-blogger-2008-%e2%80%9cblogging-for-society%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 22:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah di tahun 2007, direncanakan ada pesta blogger serupa di bulan Oktober tahun 2008 di Bandung. Pada bulan Oktober tahun lalu Menkominfo Muhammad Nuh menyatakan bahwa tanggal 27 Oktober di Jakarta itu resmi diperingati sebagai Hari Blogger Nasional (Hablona). Acara ini merupakan forum kumpul-kumpul dan temu muka para blogger berskala nasional di Indonesia. Kalau pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=800&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img style="border:1px solid #cccccc;float:left;margin:0 10px 3px;padding:5px;" src="http://pestablogger.com/wp-content/uploads/2008/08/picture-4.png" alt="" width="190" align="left" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Setelah di tahun 2007, direncanakan<span> </span>ada <a href="http://pestablogger.com/">pesta blogger</a> serupa di bulan Oktober<span> </span>tahun 2008 di Bandung. Pada bulan Oktober tahun lalu Menkominfo Muhammad Nuh menyatakan bahwa tanggal 27 Oktober di Jakarta itu resmi diperingati sebagai Hari Blogger Nasional (Hablona).<span> </span>Acara ini merupakan forum kumpul-kumpul dan temu muka para blogger berskala nasional di Indonesia. Kalau pada tahun 2007 pertemuan serupa bertema “Suara Baru Indonesia” maka pada tahun ini pertemuan bertema “Blogging for Society”. Kalau saya berpendapat tema itu bisa diubah menjadi “Blog for Society” atau dalam bahasa Indonesia kira-kira berarti “Blog untuk Masyarakat” atau “Blog for All”; “Blog untuk Semua”. Semacam tema “Education for All” atau “Pendidikan untuk Semua” tidak “Educating for All”. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Berbicara tentang tema pesta blogger 2008 maka ada dua kata kunci yaitu blogging dan society. </span><span style="font-family:&quot;">Asalkata Blogging adalah blog. Menurut Wikipedia</span><span style="font-family:&quot;"> <em><span lang="EN">A <strong>blog</strong> (a contraction of the term &#8220;<strong>Web log</strong>&#8220;) is a <a title="Website" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Website">Web site</a>, usually maintained by an individual <sup><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blog#cite_note-0#cite_note-0">[1]</a></sup>, with regular entries of commentary, descriptions of events, or other material such as graphics or video. Entries are commonly displayed in reverse-chronological order. &#8220;Blog&#8221; can also be used as a verb, meaning <span>to maintain or add content to a blog</span>. </span></em><span lang="EN">Terdapat banyak tipe blog yang perbedaannya tidak hanya dalam isi tetapi juga dari cara isi blog disampaikan atau ditulis. Tipe itu adalah berupa <strong>blog personal</strong>, misalnya berupa pemikiran, perasaan, dan kehidupan, serta refleksi yang menyangkut keseharian kehidupan, komunikasi santai, dsb; <strong>blog korporat</strong>, misalnya yang menyangkut dunia bisnis seperti di bidang produksi, pemasaran, perdagangan internasional, merek dagang, lowongan kerja dsb ; <strong>blog tanya-jawab</strong> berupa pemblogan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, <strong>blog menurut tipe media</strong>, misalnya menggunakan video, tautan, dan foto; blog menurut <strong>alat yang digunakan</strong>, misalnya dengan telepon atau PDA, Wearable Wireless Webcam, kombinasi penggunaan teks,, video, dan gambar-gambar via komputer,dsb; dan blog <strong>menurut gaya, aliran, dan domain</strong> seperti di bidang pembangunan, manajemen,industri, sastera, musik, ekonomi, pertanian, dsb.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Sementara itu, suatu masyarakat adalah suatu kelompok individu yang dicirikan oleh pola hubungan antarindividu yang memiliki budaya dan lembaga khas tertentu apakah dilihat dari sisi sosial, ekonomi, politik, infrastruktur industri,dsb.. Lebih jauh suatu masyarakat bisa dikelompokan pada tataran suatu budaya daerah, bangsa, dan internasional. Misalnya suku Jawa, bangsa Indonesia, masyarakat ASEAN, masyarakat Barat dan masyarakat Timur. Kata masyarakat selain itu bisa digunakan untuk suatu asosiasi voluntari yang terorganisasi dari sekelompok orang yang dilihat dari paham atau kegiatan seprofesi misalnya dalam bidang agama, budaya, keilmuan, patriotik, sosial, dsb. Dari batasan seperti itu dan arti dari suatu blog maka apakah mereka yang bergiat dan berasosiasi dalam pengembangan blog bisa dikatakan sebagai suatu masyarakat blogger atau blogger society?.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dari uraian di atas maka tema dari pertemuan blogger (pengeblog?) 2008 agaknya bermakna agar para pengeblog terpacu semangatnya untuk dapat menggunakan media blog sebagai bentuk kontribusi mereka terhadap semua masyarakat. Apapun, saya nilai tema tahun ini bagus. Artinya bagaimana blog dapat dimasyarakatkan dan sekaligus dapat bermanfaat bagi masyarakat. Baik itu manfaat dilihat dari sisi komunikasi, informasi, edukasi dan bahkan “hiburan”. Dari sisi komunikasi via blog terjadi proses pertukaran atau berbagi pesan sekaligus interaksi dan umpan balik antara pengeblog dan pembaca. Karena itu aktifitas blog seharusnya bukanlah satu arah dan kemudian selesai namun sebaiknya timbal balik. Sementara itu tentang isi informasi sebaiknya mengandung nilai-nilai edukatif, informatif-positif, dan kekeluargaan. Boleh-boleh saja tiap blog punya isi dan gaya masing-masing mulai dari yang sangat populer dan santai, fokus personal, sampai ke hal-hal yang serius, politik-ekonomi-sosial-budaya, semi ilmiah dan totalitas ilmiah asalkan dapat dipertanggung jawabkan. Semuanya sangat terkait dengan latar belakang ilmu pengetahuan, pengalaman, dan minat yang dimiliki setiap pengeblog. Pada konteks edukasi maka alangkah idealnya isi blog untuk masyarakat mengandung nuansa proses pembelajaran dalam hal perubahan personal tentang dimensi visi hidup dan kehidupan, ilmu pengetahuan, teknologi, sikap-mental, dan ketrampilan. Semua dimensi blog tersebut dikemas sedemikian rupa bergantung pada segmen pasar atau siapa yang ingin dituju oleh para pengeblog. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dalam pertemuan pengeblog tingkat nasional nanti ada beberapa pertanyaan yang tampaknya perlu dijawab yakni apakah dari pertemuan itu dapat diidentifikasi seberapa jauh peran blog selama ini bagi pengembangan komunikasi, informasi, dan edukasi masyarakat? Kalau belum sepenuhnya maka apa saja kegiatan blog yang sepatutnya dapat dikembangkan oleh kelompok pengeblog di lokasi dan wilayah masing-masing sampai ke tingkat nasional? Pemikiran apa yang dapat disumbangkan dalam membantu merumuskan kebijakan pembangunan nasional khususnya pemberdayaan masyarakat lewat blog? Apakah juga dalam pertemuan blog itu dapat dipikir-kembangkan terbentuknya pengeblog spesifik yang aktif dalam bidang-bidang tertentu misalnya blog-hukum, blog-ekonomi, blog-seni budaya, blog-sosial politik, blog-manajemen, blog-sdm, blog-pertanian, blog-industri, dsb?. Kemudian agar blog berada dalam tataran tatakrama bangsa Indonesia apakah dengan demikian dalam pertemuan tersebut perlu dirumuskan suatu etika masyarakat blog spesifik Indonesia? </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/800/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/800/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=800&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/09/13/menyambut-pesta-blogger-2008-%e2%80%9cblogging-for-society%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pestablogger.com/wp-content/uploads/2008/08/picture-4.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SPEKTRUM PEMIKIRANKU DAN SATPAM</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/07/06/spektrum-pemikiranku-dan-satpam/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/07/06/spektrum-pemikiranku-dan-satpam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 11:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[ 
Spektrum Pemikiranku: blog yang dilahirkan 17 Juni tahun lalu. Sebagai blog yang relatif masih berusia “muda”, pengagumnya sudah begitu banyak. Kini sudah siap memasuki jumlah  70ribuan pengunjung. Walau jumlah yang berkunjung relatif lebih sedikit ketimbang blog (beberapa saja) yang berusia sama namun popularitasnya sudah kentara. Indikasinya teletak pada jumlah komentar di setiap tulisan yang berkisar sekitar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=462&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Spektrum Pemikiranku: blog yang dilahirkan 17 Juni tahun lalu. Sebagai blog yang relatif masih berusia “muda”, pengagumnya sudah begitu banyak. Kini sudah siap memasuki jumlah  70ribuan pengunjung. Walau jumlah yang berkunjung relatif lebih sedikit ketimbang blog (beberapa saja) yang berusia sama namun popularitasnya sudah kentara. Indikasinya teletak pada jumlah komentar di setiap tulisan yang berkisar sekitar 20-30’an; bahkan bisa lebih. Luar biasa. Ketimbang blog pribadi saya; untuk mendapat jumlah komen sampai hanya lima kunjungan saja hampir-hampir sangat jarang. Bahkan sempat beberapa artikel saya tak tersentuh komen sama sekali. Agaknya mereka yang mengunjungi blog saya, walau pertumbuhannya relatif tinggi, namun hanya untuk membaca dan jarang yang mengomentari. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Tanpa menggolongkan kategori isi komen yang begitu beragam, keberadaan blog spektrum-pemikiranku (SP) ini sangat unik. Mengapa? Isi blognya sangat bermutu. Kepadatan isi blog dengan ilmu pengetahuan umum sangat mengagumkan. Ragam isi tulisannya sangat besar. Gaya menulisnya ringan dan pop. Bahkan diselingi guyonan cerdas. Begitu pula respon terhadap komentar; begitu aktifnya. Saya menikmatinya. Lalu dimana uniknya? Ya karena blog itu <span> </span>dikelola dan ditulis oleh pemuda berkumis yang mengaku SATPAM (satuan pengamanan?). Saya kelompokkan pengasuhnya benar-benar seorang generalis. Bukan oleh orang yang mengaku cendekiawan atau ilmuwan. Saya sendiri sempat “curiga” berat. Apa iya, seorang satpam bisa begitu hebatnya menulis? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Setelah mencoba merenung, saya sampai pada beberapa proposisi tentang posisi pengasuh yang bernama YariNK itu. Tentunya dengan memperkecil “hello effect”. Proposisi <em>pertama</em>, tak ada hubungan kemampuan menulis dengan status seseorang. Siapapun bisa menulis. Tidak kecuali seorang satpam; asalkan banyak belajar dan membaca ilmu pengetahuan, dan belajar menulis. Yang <em>kedua,</em> semakin transparan penjelasan <span> </span>penulis (mas YariNK) tentang ”kebenaran” posisi satpamnya semakin memperkuat proposisi pertama itu. Dengan kata lain sangatlah keliru kalau kemampuan menulis adalah hanya atau monopoli <span> </span>orang ”terpelajar”, pengamat, dan penulis profesional termasuk dosen. Perlu dicatat posisi dosen tidak selalu identik dengan kemampuan tinggi dalam menulis. Proposisi <em>ketiga </em>adalah semakin dipertahankan bahkan dikembangkannya mutu isi dan jenis-lingkup isinya semakin banyak pengunjung dan yang memberi komentar terhadap blog SP ini. Karena itu stabilitas proses penulisan plus lingkup isi yang unik dan bermutu maka keberadaanya akan semakin bertahan. Selamat mas YariNK; bravo. </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/462/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/462/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/462/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/462/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/462/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=462&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/07/06/spektrum-pemikiranku-dan-satpam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBADAH, AMPUNAN, TAUBAT, dan TAWAKAL</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/06/27/ibadah-ampunan-taubat-dan-tawakal/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/06/27/ibadah-ampunan-taubat-dan-tawakal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 21:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[  
Belakangan ini bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi dan kondisi yang semakin rumit. Antara lain ditunjukkan dengan terungkapnya ketidak-patutan perilaku para penegak hukum yang semakin transparan dan kekerasan disertai tindakan anarkis. Tentunya juga masih dihadapinya masalah-masalah kemiskinan dan pengangguran. Saya memperkirakan tantangan bangsa di tahun ini dan di masa depan akan semakin  berat jika diri kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=446&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><strong><em><span><span style="font-size:small;"><span> </span><span> </span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Belakangan ini bangsa Indonesia dihadapkan pada situasi dan kondisi yang semakin rumit. Antara lain ditunjukkan dengan terungkapnya ketidak-patutan perilaku para penegak hukum yang semakin transparan dan kekerasan disertai tindakan anarkis. Tentunya juga masih dihadapinya masalah-masalah kemiskinan dan pengangguran. Saya memperkirakan tantangan bangsa di tahun ini dan di masa depan akan semakin <span> </span>berat jika diri kita masing-masing tidak berbuat hal yang terbaik. Termasuk peran utama <span> </span>pemerintah dengan kebijakan kesejahteraan ekonomi dan menciptakan iklim sosial-politik-keamanan yang nyaman. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Kalau itu tidak dilakukan dengan optimum maka tidak ayal lagi seluruh bangsa ini akan mengalami penderitaan dan kesedihan yang semakin parah. Tidak ada salahnya pemerintah dan kita (tiap individu) selalu mengoreksi diri secara total plus memohon ampunan, taubat dan tawakal kepada Allah swt. <span> </span>Karena itu <span> </span>disamping terus berupaya memperbaiki keadaan sosial, ekonomi, dan politik semaksimum mungkin, saya mengutip pernyataan<span>  </span>Dr.Aidh bin Abdullah al-Qarni dalam bukunya berjudul “Dont be Sad” <span> </span>:</span></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:5pt 0 6pt 0.5in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Barangsiapa yang beribadah untuk Allah, maka Dia akan membantunya: <em>Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu</em> (Muhammad; 7)</span></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:5pt 0 6pt 0.5in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Barangsiapa yang meminta kepada Allah, pasti Dia akan memberinya: <em>Dan Tuhanmu berfirman, Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi mu</em> (al-Mumin; 60).</span></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:5pt 0 6pt 0.5in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Barangsiapa yang memohon ampun kepada Allah, pasti Dia akan mengampuninya: <em>Karena itu ampunilah aku, maka Allah mengampuninya</em> (al-Qashash; 16).</span></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:5pt 0 6pt 0.5in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Barangsiapa yang bertaubat kepada Allah, pasti Dia akan menerima taubatnya: <em>Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan</em> (asy-Syura; 25).</span></span></p>
<p style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:5pt 0 6pt 0.5in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">Ø</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, pasti Dia akan memberikan kecukupan kepadanya: <em>Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)</em> (ath-Thalaq; 3);</span></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:5pt 0 6pt 0.25in;"><span lang="PT-BR"><span style="font-size:small;">Amiiin </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/446/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/446/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=446&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/06/27/ibadah-ampunan-taubat-dan-tawakal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARGA BBM NAIK : TRADE OFF-NYA APA?</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/27/harga-bbm-naik-trade-off-nya-apa/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/27/harga-bbm-naik-trade-off-nya-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 14:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[ 
Pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak. Tidak ayal lagi, kondisi itu akan memberikan efek domino. Kenaikan harga minyak yang jelas bakal diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok akibat dari tarif transportasi yang juga tak terelakan ikut naik. Dampak langsung atau tak langsung terhadap kehidupan di tingkat makro (bangsa) dan kehidupan mikro (rumahtangga) sudah dirasakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=395&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Pemerintah baru saja menaikkan harga bahan bakar minyak. Tidak ayal lagi, kondisi itu akan memberikan efek domino. Kenaikan harga minyak yang jelas bakal diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok akibat dari tarif transportasi yang juga tak terelakan ikut naik. Dampak langsung atau tak langsung terhadap kehidupan di tingkat makro (bangsa) dan kehidupan mikro (rumahtangga) sudah dirasakan. Pertumbuhan ekonomi yang dipatok sebesar 6.5% pasti akan turun dengan kenaikan reit inflasi. Tidak sedikit perusahaan-perusahaan, mulai dari kelas atas sampai menengah dan kecil menderita kesulitan berproduksi dan memasarkan hasil karena biaya produksi yang melangit di satu sisi dan melemahnya daya beli konsumen di sisi lain. </span><span style="color:#000000;">Dalam situasi tersebut tak terhindarkan lagi perusahaan-perusahaan diperkirakan akan melakukan rasionalisasi kerja secara total. Dengan perkataan lain diperkirakan akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi sebagian pekerja</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Kalau ini terjadi maka akan menambah panjang jumlah penganggur yang diperkirakan akan mencapal sekitar 10<strong> </strong>juta orang. Suatu angka pengangguran yang sangat fantastis. Hampir-hampir dalam tiga dekade terakhir ini bangsa Indonesia tidak pernah mengalaminya. Fenomena di tingkat mikro secara signifikan dicirikan oleh makin melemahnya pendapatan riil masyarakat. Selain itu rasio ketergantungan anggota keluarga yang tidak produktif terhadap yang produktif semakin tinggi. Dengan demikian, beban keluarga semakin besar. Dalam situasi tersebut belum diketahui pasti apakah juga akan terjadi PHK terhadap Asisten Rumahtangga (ART) secara besar-besaran.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Perilaku lain pada ekonomi keluarga yang signifikan akan tampak pada sisi konsumsi. Tidak kecil kemungkinannya bahwa banyak keluarga yang akan mengubah pola konsumsi apakah dalam segi jumlah, kualitas maupun frekuensinya. Diversifikasi menu secara terpaksa akan teriadi, terutama pada keluarga marjinal. Substitusi beras ke bahan makanan seperti umbi-umbian dan jagung mungkin saja akan terjadi. Misalnya, <span> </span>substitusi daging dan ikan telah terjadi dalam bentuk konsumsi tempe dan tahu. Akan tetapi harga dua komoditi bahan makanan ini, tahu dan tempe, saat ini juga ikut merangkak naik sebagai akibat komponen impor kedele yang tinggi. Belum diketahui pasti apa pengganti bahan makanan tersebut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Khususnya di keluarga pertanian marjinal, perubahan juga terjadi pada pola distribusi konsumsi pangan keluarga. Distribusi pangan di antara keluarga, baik dalam hal jumlah maupun kualitas jenis pangan akan semakin seragam dengan lauk pauk sederhana, bahkan mungkin tanpa sayur sama sekali. Akan terjadi pula proses <em>trade off </em>dimana porsi pengeluaran keluarga untuk pangan akan semakin besar dibanding untuk pendidikan anggota keluarga, rekreasi dan kesehatan. Kalau porsi tersebut semakin membengkak, ciri kemakmuran yang semakin menurun sulit dicegah. Yang jelas standar gizi keluarga apakah dilihat dari kandungan kalori maupun protein sebagian besar masyarakat akan mengalami penurunan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#000000;"><span style="font-size:small;">Dalam situasi ekonomi yang <em>chaos</em>, <strong>sepertinya </strong>teori hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow menjadi bermakna. Maslow membuat hirarki kebutuhan manusia mulai dari kebutuhan dasar fisik (makanan, pakaian, rumah) sampai kebutuhan aktualisasi diri. Disini Maslow berangkat dari pandangan bahwa manusia tidak akan berdaya hidupnya jika kebutuhan fisiknya tidak dipenuhi lebih dahulu. Tidak mungkin kebutuhan sosial (kasih mengasihi), rasa aman, harga diri, dan aktualisasi diri akan terujud tanpa kebutuhan fisik terpenuhi secara layak. Dalam hal ini saya tak setuju dengan pandangan Maslow. Sekaligus pula, sepertinya Maslow membantah motto masyarakat lawa yang berpandangan &#8220;makan tidak makan asal kumpul&#8221; dan mengubahnya menjadi &#8220;kumpul tidak kumpul asal makan&#8221;. Pertanyaannya apa upaya strategis yang perlu dilakukan keluarga?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Upaya strategis yang dikenal di tingkat keluarga adalah <em>coping mechanism. </em></span><span style="color:#000000;">Ciri<em> </em>upaya ini adalah bagaimana suatu keluarga harus mampu mempertahankan kehidupan dengan cara apa pun. Tidak saja dalam bentuk legal tetapi juga ilegal. Dalam bentuk legal, tiap keluarga akan terpaksa menjual aset produksi, <em><span> </span></em>penjualan aset keluarga atau bekerja serabutan, termasuk pengerahan tenaga kerja keluarga yang sedang bersekolah. Sedangkan cara ilegal dapat berbentuk tindakan-tindakan kriminal dan atau menjadi pengemis di perkotaan. Dua yang terakhir ini akan menambah kerumitan sosial saja dan sekaligus menambah beban sosial masyarakat (<em>Social cost</em>) yang besar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;">Catatan: sebagian isi artikel berasal dari Sjafri Mangkuprawira, 2003,<em> Mengapa program padat karya diperlukan,</em> Majalah Agrimedia IPB.</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/395/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/395/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=395&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/27/harga-bbm-naik-trade-off-nya-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PURNABAKTI:SELESAI BERBAKTIKAH?</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/11/purnabaktiselesai-berbaktikah/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/11/purnabaktiselesai-berbaktikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 07:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kamis kemarin merupakan puncak acara purnabakti saya. Disiapkan sejak November tahun lalu oleh delapan mantan bimbingan (S1 dan S2) saya yang menjadi dosen di IPB.  Mereka sudah menjadi ilmuwan tangguh. Enam orang  bergelar PhD (lima orang di luar negeri dan seorang di IPB) dan dua orang master yang sedang studi PhD. Dibantu oleh enam orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=382&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span>Kamis kemarin merupakan puncak acara purnabakti saya. Disiapkan sejak November tahun lalu oleh delapan mantan bimbingan (S1 dan S2) saya yang menjadi dosen di IPB.<span>  </span>Mereka sudah menjadi ilmuwan tangguh. Enam orang<span>  </span>bergelar PhD (lima orang di luar negeri dan seorang di IPB) dan dua orang master yang sedang studi PhD. Dibantu oleh enam orang bimbingan saya yang baru lulus strata satu. Mereka merayakan sebagai tanda apresiasi kepada gurunya, katanya. Padahal <span> </span>sejak awal saya sudah menolak karena saya adalah orang biasa dan tetap ingin sebagai orang biasa ketika pensiun. </span><span>Namun tetap saja mereka bersikukuh merayakannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Sebenarnya apa makna dari purnabakti itu? Apakah seseorang yang sudah selesai sebagai PNS lalu selesai pula tugas-tugasnya terutama kepada masyarakat? Dari buku purnabakti berjudul <strong><em>Pak Sjafri:Guru, Ayah, dan Sahabat Kami </em></strong>(setebal 211 halaman, IPB Press), disitu sebagian besar kolega, sahabat, mahasiswa, dan karyawan menuliskan bahwa purnabakti dari saya bukanlah berarti segalanya berakhir. Pernyataan Purnabakti hanyalah bentuk formal saja. Masih ada medan dan kegiatan lain. </span></span><span><span style="font-size:small;">Bahkan ada yang mengatakan purnabakti hanya ditandai oleh berkurangnya gaji dan tunjangan saja. Sementara panggilan bakti tetap masih menanti sang pensiunan. Demikian mereka berpendapat dan berharap. Bagi saya walau sudah pensiun insya allah saya akan tetap mengajar, membimbing, meneliti, dan menulis termasuk berblog ria. Ibadah tidak pernah mengenal kata henti. Mengapa? Karena ibadah itu adalah panggilan jiwa dan <span> </span>indah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Acara yang diadakan di kampus Manajemen Bisnis IPB itu dihadiri oleh sekitar 250 orang termasuk di dalamnya rektor, wakil rektor, dekan, dan pimpinan lembaga, pimpinan dan anggota senat akademik, pimpinan dan anggota Dewan Guru Besar, tiga orang mantan menteri, dan para sahabat (kolega dan karyawan) serta <span> </span>mahasiswa bimbingan. Acara diisi dengan diskusi membahas tiga buah pemikiran saya yakni Pertanian, Kemiskinan, dan Kecerdasan Bangsa; Pengaruh Perubahan Dunia terhadap Manajemen Mutu SDM; dan Pengembangan kurikulum ilmu manajemen. Sebagai pembahas adalah Prof.Dr.Payaman Simanjuntak, Prof.Dr.Bomer Pasaribu, dan Ir Nurul Bariah MBA. Diskusi sangat menarik di tengah-tengah krisis tingginya harga bahan bakar minyak, tingginya harga pangan pokok, dan kelangkaan pangan. Berdasarkan tema diskusi maka peningkatan mutu SDM menjadi keharusan kalau bangsa kita mau unggul di segala bidang kehidupan khususnya di sektor pertanian pada era global ini.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Dalam kesempatan itu lewat media tayangan disajikan kilas balik ”bakti” saya selama 39 tahun di IPB dan luar IPB. Selain itu diluncurkan buku terbaru saya berjudul <strong><em>Horison:Bisnis, Manajemen, dan SDM</em></strong> (tebal 312 halaman;IPB Press). Sebagian besar isi buku merupakan kumpulan artikel yang  dimuat pada blog Rona Wajah yang saya asuh. Ini terbukti bahwa blog itu punya manfaat ganda; yakni sebagai syiar kebajikan dalam bentuk informasi ilmiah lewat dunia maya dan juga artikelnya bisa dibukukan. Kalau sudah menjadi buku berarti ia merupakan dokumen yang akan eksis sampai kapan pun. Para hadirin termasuk mahasiswa memperoleh buku itu plus buku purnabakti secara gratis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Kembali ke makna acara purnabakti. Kesan pribadi saya, acara purnabakti merupakan suatu kilas balik yang harus disyukuri oleh saya. Di sisi lain sanjungan-sanjungan yang diungkapkan secara tertulis dalam buku purnabakti dan orasi dalam acara tersebut merupakan bagian dari ujian hidup saya. Saya tidak harus tenggelam dengan segala sanjungan. Saya tidak boleh menjadi angkuh karena sanjungan. Sanjungan seharusnya mengingatkan dan mendorong saya selalu berkontribusi nyata buat siapa pun, kapan pun dan dimana pun dengan segala kerendahan hati.</span></span></p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/382/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/382/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/382/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/382/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/382/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=382&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/11/purnabaktiselesai-berbaktikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN KIKIR  MENGHARGAI KARYAWAN</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/07/jangan-kikir-menghargai-karyawan/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/07/jangan-kikir-menghargai-karyawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 04:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[MSDM]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Anda seorang manajer suatu perusahaan. Anda bekerja dalam suatu tim. Disitu  terjadi interaksi dan interelasi yang intensif. Yang pasti ada keinginan anda untuk menumbuh-kembangkan produktivitas kerja para karyawan. Lalu untuk itu apakah cukup hanya dengan instruksi dan koordinasi saja semuanya bakal beres?. Tidak juga. Instruksi dan koordinasi akan gagal tanpa mempertimbangkan karakteristik umum dari karyawan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=381&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda seorang manajer suatu perusahaan. Anda bekerja dalam suatu tim. Disitu <span> </span>terjadi interaksi dan interelasi yang intensif. Yang pasti ada keinginan anda untuk menumbuh-kembangkan produktivitas kerja para karyawan. Lalu untuk itu apakah cukup hanya dengan instruksi dan koordinasi saja semuanya bakal beres?. Tidak juga. Instruksi dan koordinasi akan gagal tanpa mempertimbangkan karakteristik umum dari karyawan. Karyawan adalah sosok manusia yang tidak mungkin disamakan karakternya dengan unsur produksi lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Sebagai manusia,karyawan memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakan dengan unsur produksi lainnya (mesin, pabrik,uang). Karyawan seharusnya dipandang sebagai sosok yang (1) memiliki kreatifitas, daya pikir, dan kemampuan mengambil keputusan; (2) bertanggung-gugat dan bertanggung jawab dalam setiap keputusan dan kegiatan yang dilaksanakan; (3) punya kekuatan dan kelemahan; (4) punya emosi, intuisi, dan kepribadian aktif; (5) kebutuhan untuk dihargai atas eksistensi dan prestasinya; dan (6) punya keinginan untuk mengoptimumkan bakat dan ketrampilannya dalam memberikan kontribusi buat perusahaan. Seandainya manajer menghargai tiap karyawan dengan mempertimbangkan unsur-unsur karakter seperti itu maka tanpa diminta pun karyawan akan menghargai manajer bersangkutan.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Munculnya ketidakpuasan kerja di kalangan karyawan antara lain karena hubungan sosial anatara manajer dan karyawan sering mengalami friksi. Para manajer selalu diperlakukan sebagai subordinasi semata ketimbang sebagai partner. Padahal dengan semakin tingginya tingkat pendidikan dan wawasan karyawan akan hak-haknya maka sebaiknya para manajer memperlakukan karyawan dengan lebih demokratis. Terjadi<span>  </span>proses pembelajaran. Tukar menukar pikiran sangat diperlukan.</span></p>
<p><span style="font-size:11pt;">Para</span><span style="font-size:11pt;"> karyawan seharusnya dilibatkan dalam menentukan strategi pencapaian kinerja maksimum di tingkat operasional. Karena merekalah yang sangat tahu kondisi lapangan. Secara berkelompok mereka dilibatkan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian serta penilaian kinerja secara rutin. Disinilah para manajer harus semakin dekat dengan mereka dalam melakukan supervisi. Kedekatan hubungan kerja berikut hubungan sosial akan semakin mendekatkan proses produksi sesuai dengan standar kinerja perusahaan. Disitu terjadi saling menghargai antara manajer dan karyawan. Keharmonisan hubungan pun semakin melekat erat.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/381/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/381/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=381&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/05/07/jangan-kikir-menghargai-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RONA WAJAH:12 BULAN</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/04/30/rona-wajah12-bulan-2/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/04/30/rona-wajah12-bulan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 09:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[ 
Hari ini 30 April 2008, Rona Wajah persis berusia 12 bulan. Lahir dari ogah-ogahan sang empunya. Karena memang dia termasuk golongan tertinggal dengan apa itu yang namanya blog.Tidak tahu, tidak ngerti, dan tidak paham apa-apa. Dan anehnya kok kurang memiliki rasa ingin tahu. Boleh dikatakan NOL besar. Walau ada Bung Riri mahasiswa doktor bimbingan saya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=372&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Hari ini 30 April 2008, Rona Wajah persis berusia 12 bulan. Lahir dari ogah-ogahan sang empunya. Karena memang dia termasuk golongan tertinggal dengan apa itu yang namanya blog.Tidak tahu, tidak ngerti, dan tidak paham apa-apa. Dan anehnya kok kurang memiliki rasa ingin tahu. Boleh dikatakan NOL besar. Walau ada Bung Riri mahasiswa doktor bimbingan saya, sekaligus akhli teknologi informasi, membujuk untuk membuka blog, tetap saja saya enggan. Namun setelah beberapa waktu dan sedikit diberi penyuluhan (analogi kepada petani tertinggal) tentang fungsi blog, lambat laun mulailah saya tertarik. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Suatu waktu, dia sendiri yang datang ke kantor yang mulanya ingin membahas proposal penelitiannya dengan saya. Lalu setelah dilakukan penjelasan singkat, operasi cesar pun disiapkan. Operasi <span> </span>berlangsung tenang-tenang saja. Bung Riri, sang blogger tulen,<span>  </span>sendirilah yang membidaninya. Saya hanya tertegun saja memperhatikan dia begitu cekatan membuat format, kode, gambar,dan isi perdana dalam blog. Dan dalam waktu relatif singkat, alhamdulillah, nongollah si bayi sehat bernama <span> </span>Rona Wajah dengan mulusnya. Langsung saja sang bayi berbisik agar fokus tema syiarnya lebih pada masalah-masalah manajemen SDM, mutu dan mental SDM, dan organisasi. Katanya, beragam aspek itulah yang masih merupakan titik lemah bangsa kita dalam menghadapi persaingan global yang keras.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Pada awalnya, isi blog diambil dari artikel yang pernah saya buat dalam buku populer Rona Wajah. Lambat laun <span> </span>dicoba menulis artikel baru plus artikel yang saya adopsi dari dua buku ilmiah karangan saya, Manajemen SDM Strategik.dan Manajemen Mutu SDM. Terus berkembang karena termotivasi untuk mensyiarkan kebajikan kepada khalayak. Selain itu semakin terdorong oleh adanya respon timbal balik dari bloger lainnya. Hingga kini tercatat sebanyak<span>  </span>294 <span>  </span>artikel, sebanyak 2141<span> </span>komen, dan kunjungan sebanyak<span>  120.721</span><span>  </span>kali.Hingga kini belum diketahui secara pasti siapa saja segmen pasar dari Rona Wajah ini. Dari isi komen bisa jadi yang terbanyak mampir<span>  </span>adalah dari kalangan mahasiswa dan siswa, diikuti kalangan dosen, pengamat dan praktisi manajemen-organisasi, </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;">Beberapa pengalaman dan kesan saya selama aktif berblog ria<span>  </span>bahwa:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font:7pt;">     </span></span></span><span><span style="font-size:small;">Ternyata lahirnya blog ini membuktikan, ketika seseorang akan menerima inovasi baru tidak selalu diawali dengan <span> </span>rasa ingin tahu, bahkan sebaliknya yakni bisa jadi keengganan, kecurigaan, dan resistensi. Namun<span>  </span>dengan intervensi dari luar berupa pelatihan, penerangan atau penyuluhan maka mulailah timbul tahapan perubahan sikap seseorang ala model AIDA<span>  </span>yakni awareness, interest, desire, dan action.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font:7pt;">     </span></span></span><span><span style="font-size:small;">Blog dapat dijadikan sebagai instrumen untuk mengetengahkan beragam pemikiran, gagasan, dan bahkan curahan hati secara terbuka dan bebas, tetapi tentunya bertanggung jawab dari sisi<span>  </span>moral, etika, dan kaidah ilmu pengetahuan. Karena itu sejauh mungkin setiap komen dari blogger selalu saya tanggapi.Ini penting sehubungan dengan bentuk etika dan apresiasi komunikasi. Seharusnya hal itu kita budayakan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font:7pt;">     </span></span></span><span><span style="font-size:small;">Proses pembelajaran terjadi secara signifikan.Disitu terdapat beragam bentuk dan tema dan kedalaman suatu artikel atau pendapat tertentu. Termasuk beragam komen mulai dari yang sangat santai, olok-olok, sampai yang serius. Nah, karena artikel saya kebanyakan isinya “serius” dan banyak bahan untuk digunakan dalam kuliah, komennya pun bernuansa serius. Ada hal yang menarik yakni semakin serius isi artikel semakin sedikit komen. Bahkan ada yang tidak dikomentari. Sebaliknya semakin santai dan populer isi artikel semakin banyak komen.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font:7pt;">     </span></span></span><span><span style="font-size:small;">Blog sebagai tempat berbagi <span> </span>informasi termasuk ilmu pengetahuan. Maka bertambahlah pengetahuan saya. Begitu pula silaturahmi<span>  </span>jalur maya pun berkembang. Sayangnya karena lewat media maya, saya tidak dapat mengenal lebih dalam lagi tentang pribadi masing-masing blogger. Ada baiknya suatu waktu paling tidak di suatu wilayah ada silaturahmi blogger ; sambil makan combro, pisang, dan talas goreng.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.25in;"><span style="font-family:Wingdings;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font:7pt;">     </span></span></span><span><span style="font-size:small;">Alhamdulillah, bersumber dari sebagian besar kumpulan isi blog Rona Wajah, saya telah membuat buku berjudul “Horison Bisnis, Manajemen, dan SDM”.Insya allah buku itu akan diluncurkan pada tgl 8 Mei 2008 di kampus IPB, dalam rangka acara “saya memasuki masa pensiun”.Ini adalah buku saya yang ke-tujuh yang telah diterbitkan. Dan insya allah momen ini bukan berarti saya akan pensiun dari mengisi blog dan menulis buku. Amiiin.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/372/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/372/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=372&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/04/30/rona-wajah12-bulan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KARTINI dan KARTONO</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/04/27/kartini-dan-kartono/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/04/27/kartini-dan-kartono/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 09:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[
Hari  kelahiran Kartini 129 tahun yang lalu (21 April 1879) baru saja dirayakan terutama di berbagai organisasi perempuan dan sekolah-sekolah. Tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari nasional. Hal ini dilakukan mengingat jasa-jasa Beliau yang besar. Almarhumah Kartini pada tahun 1964  dianugerahi penghargaan atas kepeloporannya sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Dia merupakan pejuang dan pelopor gerakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=369&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 6pt;" align="center"><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span><span style="font-size:small;">Hari <span> </span>kelahiran Kartini 129 tahun yang lalu (21 April 1879) baru saja dirayakan terutama di berbagai organisasi perempuan dan sekolah-sekolah. Tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari nasional. Hal ini dilakukan mengingat jasa-jasa Beliau yang besar. Almarhumah Kartini pada tahun 1964<span>  </span>dianugerahi penghargaan atas kepeloporannya sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah. Dia merupakan pejuang dan pelopor gerakan kesetaraan martabat kaum perempuan dengan kaum laki-laki, khususnya di bidang pendidikan. Gagasan-gagasan dan cita-citanya bagi kaum perempuan ditulis dalam surat menyurat dengan para sahabatnya, baik yang ada di Batavia maupun di Belanda. Ada dua kumpulan surat-suratnya yaitu <em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em> (terjemahan Armijn Pane) dan <em>Panggil Aku Kartini Saja</em> (terjemahan Pramudya Ananta Tur).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span><span style="font-size:small;">Seperti biasa pada tiap hari Kartini, siswa-siswa perempuan berkebaya ria atau pakaian daerah lainnya. Saya tidak tahu apa motifnya. Apakah karena Kartini sebagai orang Jawa atau karena kebaya mencirikan identitas femininitas. Selain kebaya, ada juga siswa wanita yang memakai baju seragam jururawat, Polwan, Kowad dsb. Pokoknya ramai dengan aneka warna jenis dan model pakaian. Mungkin keragaman pakaian itu mencerminkan <span> </span>kelembutan kaum perempuan dan <span> </span>sekaligus cerminan kemampuan mereka berkiprah dan berprofesi di beragam bidang pekerjaan.<span>        </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span><span style="font-size:small;">Asesori berupa baju perempuan telah sangat melekat pada tiap acara peringatan hari kelahiran Kartini. Hampir-hampir tak pernah terabaikan. Pertanyaannya apakah cita-cita dan semangat perjuangan Kartini juga sudah melekat secara merata di kalangan anak bangsa? Kalau melihat dari segi pendidikan dan profesi pekerjaan agaknya tidak perlu diragukan. <span> </span>Tidak perlu ada persaingan di antara dua entitas laki-laki <em>(Kartono) </em>dan perempuan <em>(Kartini)</em>. Ranah domestik kaum perempuan telah mengalami transformasi.<span>  </span>Tadinya mereka lebih berkiprah di ranah domestik saja. Sekarang banyak yang berkiprah di ranah publik (ekonomi, sosial dan politik). Tentunya <span> </span>tanpa harus menimbulkan disharmonisasi keluarga. Hanya masalahnya, apakah sudah merata di berbagai daerah sampai di pelosok perdesaan? Ketika kemiskinan masih menjadi fenomena nasional apakah kesetaraan pendidikan antara anak laki-laki dan perempuan terjadi? Bagaimana dengan kekerasan terhadap kaum perempuan? Bagaimana pula dengan eksploitasi seks pada kaum perempuan? Bagaimana dengan perdagangan perempuan? Dan&#8230;dan&#8230;.dan lainnya? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span><span style="font-size:small;">Pusat Studi Kajian Wanita dan Gerakan Kaum Perempuan telah banyak berdiri di pusat bahkan di berbagai daerah. Kajian dan asupan-asupan tentang peningkatan kaum perempuan dalam pembangunan sudah begitu banyak dan sering diseminarkan. Tinggal melaksanakannya saja. Namun harus diakui masih ada <span> </span>terjadi distorsi karena masih terjadinya salahtafsir dalam pemahaman kesetaraan gender (relasi sosial antara perempuan dan laki-laki) dilihat dari berbagai perspektif. Terutama dari sisi agama dan budaya. Ya masih perlu diperjuangkan secara lebih sistematis dan bersambung. <em>Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik <strong>laki-laki maupun wanita </strong>sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun </em>(an-Nisaa; 124).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span><span style="font-size:small;">Bentuk kesataraan yang kasat mata adalah dalam hal pakaian. Kalau sebelum awal 60’an masih kita saksikan hampir semua perempuan pada semua strata sosial berpakaian rok. Maka<span>  </span>lama kelamaan dengan semakin hebatnya media komunikasi maka ‘demonstration effect’ tak terbendung. Pilihan-pilihan mode begitu terbuka. Nah tak ayal lagi terjadi sudut pandang yang semakin mengglobal tentang makna dan cara berpakaian. Serba praktis dan modes. Pilihannya adalah mengubah pakaian rok menjadi pakaian celana panjang dengan segala gayanya. Ya <span> </span>tanpa harus kehilangan sosok femininnya. Padahal dahulunya celana panjang dominan dipakai kaum laki-laki. Saya pribadi terkadang suka merindukan kapan kaum perempuan <span> </span>kembali ke khitah yakni berpakaian rok. Tentunya yang ‘sopan’. Saya percaya ia akan semakin feminin saja. Tapi siapa yang mau memulainya&#8230;..ya? Diadopsi dari Tb.Sjafri Mangkuprawira, 2007, Rona Wajah, IPB Press.</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/369/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/369/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=369&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/04/27/kartini-dan-kartono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>