<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rona Wajah &#187; Sebagai dosen</title>
	<atom:link href="http://ronawajah.wordpress.com/category/sebagai-dosen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronawajah.wordpress.com</link>
	<description>Catatan tentang Manajemen SDM dan Mutu SDM</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2009 00:04:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ronawajah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/de9d59825965a28a0a1d5b0965133834?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rona Wajah &#187; Sebagai dosen</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ronawajah.wordpress.com/osd.xml" title="Rona Wajah" />
		<item>
		<title>BUKU KETUJUH : BISNIS, MANAJEMEN, DAN SDM</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/14/2465/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/14/2465/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 02:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iklim bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Ipteks]]></category>
		<category><![CDATA[MSDM]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Profesi dan karir]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang IPB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/14/2465/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
Alhamdulillah buku ketujuh yang saya tulis berjudul “Bisnis, Manajemen, dan Sumberdaya Manusia” telah terbit minggu lalu. Buku cetakan kedua (pertama tahun 2008) ini diterbitkan oleh PT IPB Press yang berisi bab-bab: bisnis dan inovasi manajemen, manajemen perubahan, motivasi dan perilaku, komunikasi bisnis, kepemimpinan, mengelola karyawan, manajemen mutu sumberdaya manusia, manajemen kinerja, manajemen konflik, dan organisasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2465&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">Alhamdulillah buku ketujuh yang saya tulis berjudul “Bisnis, Manajemen, dan Sumberdaya Manusia” telah terbit minggu lalu. Buku cetakan kedua (pertama tahun 2008) ini diterbitkan oleh PT IPB Press yang berisi bab-bab: bisnis dan inovasi manajemen, manajemen perubahan, motivasi dan perilaku, komunikasi bisnis, kepemimpinan, mengelola karyawan, manajemen mutu sumberdaya manusia, manajemen kinerja, manajemen konflik, dan organisasi belajar. Dicetak dalam ukuran kertas 15&#215;23 dengan kualitas bookpaper (impor). Dengan jumlah 273 halaman, buku ini dijual seharga 39 ribu rupiah atau setara dengan harga tiga mangkuk mi baso kuah di resto kelas menengah. Bagi yang berminat, buku yang ditulis dengan gaya ilmiah populer ini, tersedia di beberapa toko buku nasional seperti Gramedia dan Gunung Agung. Nah lewat blog ini jadilah saya berpromosi dan bersyiar keilmuan. Selamat membaca.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2465/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2465/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2465/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2465&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/14/2465/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERMINTAAN DAN PENAWARAN BIMBINGAN MAHASISWA</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/06/27/permintaan-dan-penawaran-bimbingan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/06/27/permintaan-dan-penawaran-bimbingan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 15:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ipteks]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang IPB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/06/27/permintaan-dan-penawaran-bimbingan-mahasiswa/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Beberapa hari lalu saya mendapat surat dari Dekan Sekolah Pascasarjana (SPS) IPB bahwa saya sudah tidak bisa menerima permintaan bimbingan dari mahasiswa pascasarjana lagi khususnya sebagai ketua pembimbing. Pasalnya, angka indeks total jumlah bimbingan sudah melampaui batas standar. Menurut ketentuan yang berlaku di SPS IPB, jumlah bimbingan untuk mahasiswa S2/S3 adalah maksimum 10 orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2428&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Beberapa hari lalu saya mendapat surat dari Dekan Sekolah Pascasarjana (SPS) IPB bahwa saya sudah tidak bisa menerima permintaan bimbingan dari mahasiswa pascasarjana lagi khususnya sebagai ketua pembimbing. Pasalnya, angka indeks total jumlah bimbingan sudah melampaui batas standar. Menurut ketentuan yang berlaku di SPS IPB, jumlah bimbingan untuk mahasiswa S2/S3 adalah maksimum 10 orang sebagai ketua dan 15 orang sebagai anggota. Apabila diperlukan komposisi tersebut dapat diubah dengan ketentuan satu orang sebagai ketua setara dengan dua orang anggota sehingga total indeks yaitu 35. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Sementara jumlah angka indeks saya mencapai 42 atau jumlah mahasiswa dimana saya selaku ketua pembimbing 18 orang; 13 orang mahasiswa S3 dan lima orang mahasiswa S2. Sebagai anggota pembimbing mahasiswa S3 mencapai enam orang. Dengan demikian total mahasiswa pascasarjana bimbingan&#160; berjumlah 24 orang yang tersebar di enam program studi yakni Ilmu Ekonomi Pertanian, Ilmu Manajemen, Ilmu Pengelolaan Lingkungan, Ilmu Gizi Masyarakat, Ilmu Komunikasi Pembangunan, dan Manajemen Bisnis. Itu belum termasuk sebagai ketua pembimbing mahasiswa program magister manajemen bisnis yang jumlahnya sekarang delapan orang. Dan sebagai ketua pembimbing mahasiswa strata satu sebanyak 12 orang. Jadi total mahasiswa bimbingan&#160; pada semua strata sekarang ini berjumlah 44 orang.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Karena sudah memasuki masa pensiun, maka kini saya hanya diberi tugas sebagai anggota pembimbing. Sebagai contoh, enam mahasiswa program doktor manajemen bisnis yang berkonsentrasi ilmu MSDM (MSDMLanjut, Manajemen Perubahan, Hubungan Industrial) yang semula meminta saya sebagai ketua pembimbing ditolak oleh dekan SPS IPB. Saya hanya mendapat jatah seorang dan itupun hanya sebagai anggota pembimbing. Jadi bisa dibayangkan untuk 13 mahasiswa program doktor yang sedang kuliah konsentrasi MSDM yang sejak awal meminta saya sebagai pembimbingnya kemungkinan besar akan ditolak Dekan SPS. Bisa jadi tak satu pun dari mereka yang saya bimbing. Pasalnya itu tadi karena beban bimbingan saya sudah jauh melampaui indeks standar. Pertanyaannya apakah kondisi seperti ini juga terjadi pada dosen yang lain?</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Penyebaran bimbingan mahasiswa oleh dosen belum tentu merata. Hal ini sangat berkait dengan rasio jumlah mahasiswa pascasarjana dengan jumlah dosen yang berhak membimbing pada program studi/mayor tertentu. Semakin banyak jumlah mahasiswa relatif terhadap jumlah dosen maka semakin besar peluang dosen memiliki bimbingan mahasiswa. Karena sebarannya tidak merata maka bisa jadi ada dosen yang tidak memiliki mahasiswa bimbingan dan yang hanya membimbing 1-2 orang mahasiswa sampai ada yang membimbing mahasiswa di atas indeks standar. Dengan kata lain para mahasiswa bertumpuk di segelintir dosen saja. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Hal demikian bisa juga karena faktor kompetensi, kapabilitas, dan kepribadian dosen dan minat mahasiswa di bidang tersebut. Semakin tinggi kompetensi seorang dosen dalam bidang keahlian tertentu plus semakin menariknya kepribadian sang dosen dan mahasiswa yang berminat cukup banyak maka semakin besar kemungkinan sang dosen tersebut diminta mahasiswa sebagai pembimbing. Di sisi lain&#160; semakin banyak jumlah mahasiswa pascasarjana pada program mayor tertentu sementara jumlah dosen tidak berubah maka akan terjadi “kelebihan” permintaan bimbingan ketimbang suplai dosennya. Hal-hal inilah yang memungkinkan beberapa dosen memiliki angka indeks bimbingan di atas standar.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Peraturan yang dikeluarkan SPS IPB jelas bermaksud agar ketimpangan sebaran jumlah mahasiswa bimbingan perdosen relatif merata. Kemudian beban dosen pembimbing secara rasional harus dibatasi. Namun tidak cukup hanya dengan itu saja. Sebaiknya setiap program studi/mayor dalam merekrut jumlah mahasiswa baru harus mempertimbangkan jumlah dosen yang tersedia. Jangan berlebihan ketimbang ketersediaan dosen yang akibat susulannya adalah ketidakpuasan mahasiswa atas proses pembimbingan. Selain itu juga sistem atau pola bimbingan yang sementara ini otonom diberikan kepada masing-masing dosen hendaknya dapat dipantau dan dievaluasi. Antara lain dalam hal lamanya penyelesaian dan mutu bimbingan. Bisa saja terjadi dosen yang membimbing mahasiswa lebih banyak menghasilkan lulusan yang relatif tepat waktu dan bermutu ketimbang dosen yang jumlah bimbingannya&#160; lebih sedikit. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Karena itu interaksi antara pembimbing dan mahasiswa seharusnya dilakukan secara intensif. Dari sisi permintaan, para mahasiswa bimbingan dikondisikan agar mereka bisa selesai pada waktunya. Para mahasiswa harus tekun dan memiliki <em>road map</em> dalam mengikuti proses pembelajaran di program studinya. Sementara dari sisi suplai atau dosen maka diperlukan curahan waktu, tenaga dan pikiran yang optimum. Dinilai perlu dosen harus proaktif dengan cara melakukan kontrol rutin kemajuan mahasiswanya. Memang bakal tampak melelahkan kalau seorang dosen membimbing mahasiswa yang cukup banyak. Namun ketika itu dipandang sebagai amanah dan kepercayaan yang diberikan SPS dan mahasiswa kepada pembimbing&#160; maka semua itu bakal menjadi indah ketika ditempatkan sebagai ibadah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2428&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/06/27/permintaan-dan-penawaran-bimbingan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELAJAR FILSAFAT ILMU:BELAJAR KEARIFAN</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2008/01/15/belajar-falsafah-sainbelajar-kearifan/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2008/01/15/belajar-falsafah-sainbelajar-kearifan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 16:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2008/01/15/belajar-falsafah-sainbelajar-kearifan/</guid>
		<description><![CDATA[
          Sudah menjadi pendapat umum di kalangan skolar, mempelajari dan mengajarkan filsafat ilmu khususnya ilmu-ilmu sosial bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Sering muncul anggapan filsafat ilmu itu sesuatu yang sangat abstrak.Tidak mudah dicerna oleh akal pikiran. Karena itu tidak jarang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan; (1) apa sebenarnya tujuan dan manfaat dari mempelajari filsafat ilmu?, (2) sejauh mana ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=282&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"></span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>          </span></span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Sudah menjadi pendapat umum di kalangan skolar<b>, </b>mempelajari dan mengajarkan filsafat ilmu khususnya ilmu-ilmu sosial bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Sering muncul anggapan filsafat ilmu itu sesuatu yang sangat abstrak.Tidak mudah dicerna oleh akal pikiran. Karena itu tidak jarang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan; (1) apa sebenarnya tujuan dan manfaat dari mempelajari filsafat ilmu?, (2) sejauh mana ada kaitannya dengan penelaahan suatu fenomena sosial tertentu?, (3) apa kaitannya dengan metodologi penelitian?, dan (4) secara teknis bagaimana sebaiknya pembelajaran filsafat ilmu-ilmu dapat dilakukan dengan menarik, dan<span>  </span>dapat<span>  </span>menstimulus<span>  </span>mahasiswa<span>  </span>untuk lebih kreatif dan inovatif sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah?</span></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>          </span>Dalam pembelajaran filsafat ilmu dalam ilmu-ilmu sosial maka beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:</span></p>
<p style="text-indent:-0.3in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.55in;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(1)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Perlu penelaahan peran filsafat ilmu dalam memberikan spirit perkembangan dan kemajuan ilmu-ilmu sosial sekaligus kandungan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya baik pada tataran ontologi, epistemologi maupun<span>         </span>aksiologi. Disamping itu perlu dikaji kaitan ilmu-ilmu beragam dimensi dan fenomena sosial dalam suatu realitas yang komprehensif.</span></p>
<p style="text-indent:-0.3in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.55in;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(2)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Meningkatkan pemahaman para mahasiswa tentang hakikat manusia sebagai individu dan anggota sistem sosial dan tentunya sebagai mahluk Allah pencipta alam semesta.Mengembangkan kesadaran para mahasiswa atau siapa saja yang menuntut ilmu (termasuk dosen) bahwa ilmu yang dimilikinya masih jauh dari cukup. Bagaimana menyadarkan mereka bahwa ilmu itu tidak ada batasnya sementara kemampuan manusia terbatas. Dan ini sangat penting untuk menumbuhkan sifat rendah hati dimana melihat sesuatu itu jangan hanya dari kaca mata ilmunya<span>  </span>saja. Masih banyak kaca mata lain dalam menelaah sesuatu.</span></p>
<p style="text-indent:-0.3in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.55in;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(3)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Dengan memfokuskan diri pada pertanyaan- pertanyaan dasar tersebut, filsafat ilmu  tidak lagi bersifat deskriptif sebagaimana diusahakan ilmu-ilmu empiris, melainkan bersifat normatif kritis. Perhatian utama setiap filsafat ilmu  adalah menjelaskan norma-norma dasar dari bangunan ilmu . Ia tidak hanya menjelaskan ilmu  apa adanya melainkan secara kritis merefleksikan ilmu  itu, sehingga pertanyaan “bagaimana seharusnya ilmu  itu” dapat dijawab dengan baik. Jika etika ilmu  mengarahkan perhatiannya pada masalah kriteria kebaikan ilmu  bagi hidup manusia maka epistemologi ilmu  akan mengarahkan dirinya pada masalah kriteria kebenaran dan kebebasan ilmu.</span></p>
<p style="text-indent:-0.3in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.55in;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(4)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Pokok-pokok pembelajaran filsafat ilmu yang terkait dengan ilmu sosial perlu menelaah sejarah perkembangan ilmu secara keseluruhan dan<span>  </span>khususnya tentang ilmu-ilmu sosial; Selain itu perlu Menjelaskan hakekat dan sumber pengetahuan dan kriteria kebenaran dalam menelaah gejala-gejala sosial; Juga perlu membahas beragam aspek masalah yang menyangkut obyek, metode, dan tujuan ilmu-ilmu sosial dan perbedaannya dengan ilmu-ilmu alam;</span></p>
<p style="text-indent:-0.3in;text-align:justify;margin:0 0 0 0.55in;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(5)<span style="font:7pt 'Times New Roman';">     </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Agar para penuntut ilmu khususnya mahasiswa mampu lebih mengerti dalam memahami filsafat ilmu-ilmu sosial maka hendaknya dalam teknik pembelajaran diterapkan pendekatan-pendekatan: (a) Setiap pembahasan beragam dimensi filsafat ilmu sebaiknya dilakukan dengan cara<span>  </span>menarik dan tidak monoton yakni dengan pemberian contoh-contoh nyata/aktual dari gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat; (b) Aktif melibatkan mahasiswa untuk berpikir dan menganalisis fenomena sosial dengan menggunakan filsafat sebagai salah satu rujukannya. Misalnya dalam pemberian tugas makalah, diskusi, konsultasi, dan soal ujian. (c)Mengajak para mahasiswa untuk secara kritis<span>  </span>menelaah karangan atau tulisan yang mengandung filsafat dan kegunaannya dalam menyusun perumusan masalah dan kerangka penelitian ilmu-ilmu sosial. (d)Isi makalah filsafat ilmu<span>   </span>sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing dan sebaiknya mencerminkan dimensi ontologi, epistemologi dan aksiologi.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/282/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/282/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=282&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2008/01/15/belajar-falsafah-sainbelajar-kearifan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOSEN:MENGELOLA DIRINYA</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/12/19/dosenmengelola-dirinya/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2007/12/19/dosenmengelola-dirinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 14:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Profesi dan karir]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/12/19/dosenmengelola-dirinya/</guid>
		<description><![CDATA[
Siang tadi saya memberi ceramah dihadapan sekitar 50 orang dosen muda IPB. Topik yang dibahas adalah  bagaimana caranya dosen mampu mengelola diri khususnya dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi seoptimum mungkin. Seperti biasa, saya selalu awali dengan memberikan contoh nyata. Tujuannya adalah untuk mengatakan bahwa dosen adalah  manusia biasa seperti juga manusia lainnya. Mereka tak lepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=256&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"></span></p>
<p style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Siang tadi saya memberi ceramah dihadapan sekitar 50 orang dosen muda IPB. Topik yang dibahas adalah <span> </span>bagaimana caranya dosen mampu mengelola diri khususnya dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi seoptimum mungkin. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Seperti biasa, saya selalu awali dengan memberikan contoh nyata. Tujuannya adalah untuk mengatakan bahwa dosen adalah<span>  </span>manusia biasa seperti juga manusia lainnya. Mereka tak lepas dari masalah.Masalah-masalah yang bisa jadi muncul antara lain adalah: </span></p>
<p style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">               </span></span></span><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Kecemasan</span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> : merasa cemas apakah pekerjaan yang sudah dirancang di unit kerjanya atau oleh pribadinya dapat dijala</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">nkan dengan berhasil atau tidak. Misalnya karena pengalaman kegagalan terdahulu. Kurangnya dana dan fasilitas. Lemahnya dukungan kolega kerja,dsb.</span></p>
<p style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">               </span></span></span><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Stres </span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">:<span>  </span>merasa memiliki beban akumulatif yang berat yang tidak saja langsung menyangkut pekerjaan tetapi juga beban bathin kalau rencana kerja pribadi atau di unitnya mengalami kegagalan.</span></p>
<p style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">               </span></span></span><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Kepercayaan diri </span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">: dalam waktu-waktu tertentu dosen tidak luput dari kepercayaan diri yang kurang untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Hal ini bisa jadi karena tantangan-tantang pekerjaan baru yang belum siap dihadapinya. Sering juga terjadi perasaan apakah hasil pekerjaannya bakal memuaskan atau tidak.</span></p>
<p style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font:7pt 'Times New Roman';">               </span></span></span><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Penundaan pekerjaan : </span></b><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">menunda pekerjaan yang sebenarnya menjadi prioritas.hal ini dilakukan <span> </span>karena yang bersangkutan merasa belum siap untuk dikerjakan. Atau masih ada pekerjaan lain yang dinilainya lebih penting.</span></p>
<p style="text-indent:27pt;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Kalau masalah-masalah di atas tidak diatasi segera maka akan menimbulkan akumulasi masalah baru yang bakal menumpuk. Pasti pemecahan masalah pun bakal butuh biaya, tenaga, pikiran, dan waktu yang relatif tidak sedikit. Karena itu dalam ceramah tersebut saya menguraikan beberapa butir pendekatan:</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(1).<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Mengevaluasi diri untuk melihat kekuatan dan kelemahan diri secara</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">mendalam.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Intinya untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kelemah</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">an diri</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">yang didiamkan akan mengganggu suasana kerja.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(2).<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Membuat prioritas tujuan spesifik dalam melakukan pekerjaan secara terprogram<span>  </span>dengan mempertimbangkan potensi diri dan lingkungan kerja.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(3).<span style="font:7pt 'Times New Roman';">  </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Membuat jadwal jangka waktu spesifik kapan suatu pekerjaan akan  </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">dilakukan.</span><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(4).<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Tidak menghindari tetapi hadapilah setiap pekerjaan baru (menantang) <span> </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">dengan optimis. <span style="color:black;">Perbaiki tingkat mutu kerja Tingkatkan percaya diri dan </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span style="color:black;"> motivasi anda. </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(5).<span style="font:7pt 'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Kalau bekerja secara tim, ajaklah para kolega untuk bekerja<span>  </span>berbasis </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">kemitraan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(6).<span style="font:7pt 'Times New Roman';">   </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Sering berkomunikasi informal terutama dengan </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">kolega dosen. Semacam </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">saling bercurah hati.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(7).<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Melakukan pemantauan dan evaluasi secara terjadwal.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>(8).<span style="font:7pt 'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Merumuskan kembali perencanaan baru dalam mengelola diri.</span><span><span>(9).<span style="font:7pt 'Times New Roman';">       </span></span>Menerapkan pola <i><span style="color:black;">Thinking out of<span>  </span>the box.</span></i></span></p>
<p style="text-indent:-27pt;text-align:justify;margin:0 0 0 27pt;" class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><i><span style="color:black;">        </span></i></span><span style="font-size:11pt;color:black;font-family:'Bookman Old Style';">Inti dari uraian di atas adalah mengelola diri mangandung makna b</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">agaimana dengan kecerdasan (intelektual, emosional, spiritual,dan sosial), kualitas hidup, dan vitalitas-kesehatan tubuhnya, seorang dosen: (1) dapat menganalisis dan menemukan potensi dirinya yang terbaik, (2) dapat senantiasa bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik, dan (3) dan dapat menciptakan dan mengembangkan jejaring kehidupan sosialnya secara optimum.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/256/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/256/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=256&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2007/12/19/dosenmengelola-dirinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOSOK GURU BESAR</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/sosok-guru-besar/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/sosok-guru-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jul 2007 23:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Profesi dan karir]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/sosok-guru-besar/</guid>
		<description><![CDATA[
       Menjadi seorang guru besar tidaklah mudah. Sebelumnya dia harus melewati seleksi kinerja akademik (pengajaran, penelitian, karya ilmiah, pemberdayaan pada  masyarakat) dan tentunya kepribadian. Prosesnya cukup ketat. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru besar. Karena itulah keputusannya berada ditangan seorang menteri pendidikan. Bahkan sebelumnya keputusan berada pada presiden setelah mendapat rekomendasi menteri pendidikan nasional.
Sosok seorang guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=111&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center" style="text-align:center;margin:0;" class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-family:'Bookman Old Style';"></span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="font-family:'Bookman Old Style';">       </span></em></strong><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Menjadi seorang guru besar tidaklah mudah. Sebelumnya dia harus melewati seleksi kinerja akademik (pengajaran, penelitian, karya ilmiah, pemberdayaan pada <span> </span>masyarakat) dan tentunya kepribadian. Prosesnya cukup ketat. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru besar. Karena itulah keputusannya berada ditangan seorang menteri pendidikan. Bahkan sebelumnya keputusan berada pada presiden setelah mendapat rekomendasi menteri pendidikan nasional.<span id="more-111"></span></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Sosok seorang guru besar sering digambarkan macam-macam. Ada yang mengatakan seorang guru besar adalah orang yang maha ahli di bidangnya. Jadi apapun kalau orang lain bertanya tentang aspek yang terkait dengan keahliannya datanglah ke guru besar tersebut. Pasti akan dijawab tuntas. Benarkah seperti itu? Tidak juga. Seorang guru besar adalah manusia <span> </span>biasa yang tidak lepas dari kelemahan dalam bentuk ketidaktahuan. Dia bukan superintelektual-serba tahu. Ilmu itu begitu luas dan selalu berkembang. Saya sendiri tidak merasa malu untuk menimba ilmu dari para mantan mahasiswa bimbingan saya.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Ada juga yang mengatakan seorang guru besar sebagai pribadi yang bijak, arif, kharismatik dan menjadi panutan mahasiswa, teman sejawat dan masyarakat. Benarkah seperti itu? Ya harapannya demikian. Tetapi dalam kenyataannya tidak selalu begitu. Tiap orang memiliki kekuatan dan juga kelemahan. <span> </span>Sebagaimana warga lainnya, dengan potensi emosi personalitasnya, guru besar pun bisa arogan, egois, dan pemarah. Dalam keadaan seperti itu dia memperoleh julukan sebagai Guru <em>Besar-Kepala</em>.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Selain itu ada<span>  </span>yang iseng memplesetkan GBHN atau Guru Besar Hanya Nama. Dengan kata lain guru besar yang sangat jarang tampil dalam percaturan ilmiah di taraf nasional apalagi internasional. Kerjaannya hanya<span>   </span>mengajar dan mengajar secara rutin dan itupun hanya pada strata satu bahkan strata nol. Tidak ada karya ilmiah apapun yang dibuatnya. Disamping <span> </span>itu ada yang sangat aktif sebagai pejabat struktural dan politik yang<span>  </span>tentu saja tidak sempat melakukan kegiatan akademik apapun. Aneh tetapi nyata yang bersangkutan begitu bangga dan sangat menikmati posisinya itu. Jadi sepertinya ukuran guru besar yang berhasil adalah yang setia berlama-lama menjadi pejabat struktural baik di dalam maupun di luar perguruan tingginya.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';">Sementara itu ada yang suka mengolok-olok, tampilan seorang guru besar pria yang paling mudah diidentifikasi adalah kepalanya botak. Kalau toh berambut tapi penuh dengan uban dengan mimik wajah tua yang angker. Bicara seadanya. <span> </span>Ah tidak semua seperti itu. Itu kan cerita kuno. Ternyata banyak yang<span>  </span>rambutnya ikal, kelimis, rapih dan trendi bahkan tidak jarang yang gondrong. Anda juga tahu botak itu karena faktor gen dan seksi lho. Dari faktor usia, sekarang sudah cukup banyak guru besar yang berusia sekitar 35 tahun-40 tahun yang ganteng-ganteng dan cantik. Sebaliknya ada guru besar pria yang sudah berusia 60 tahunan masih kelihatan <span> </span>gagah sementara yang wanita masih ayu<span>  </span>dengan <span> </span>ide-ide terobosan yang brilian.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bookman Old Style';"></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Bookman Old Style';">Idealnya sosok seorang guru besar memang dia yang tekun mengajar, meneliti, menghasilkan karya ilmiah (buku, karya tulis dan temuan), mampu membangun jejaring kerjasama ilmiah dengan institusi ilmiah dan industri nasional dan internasional, arif dan bijaksana. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Katakanlah mahluk langka.Dan tentunya tidak perlu kecewa. Yang terpenting seorang guru besar itu mampu, mau dan dengan setia melaksanakan kegiatan akademik. Kalau toh tidak atau belum menghasilkan karya-karya ilmiah tingkat nasional dan internasional mungkin disebabkan faktor keterbatasan unsur pendukung (dana dan fasilitas).<span>  </span>Yang jelas guru besar bersangkutan potensial sebagai akademisi yang diakui kepakarannya. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=111&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/28/sosok-guru-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEPRIHATINAN: NASIB SEORANG SAHABAT</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/23/keprihatinan-nasib-seorang-sahabat/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/23/keprihatinan-nasib-seorang-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 07:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/23/keprihatinan-nasib-seorang-sahabat/</guid>
		<description><![CDATA[
          Senin siang ini tersiar kabar seorang sahabat saya mendapat vonis tujuh tahun penjara. Dia  menjadi terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi ketika masih menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan dalam Kabinet yang dipimpin Megawati. Tentu saja saya sangat prihatin akan vonis itu. Sebagai seorang “kakak”, saya banyak mengetahui tentang beliau. Orangnya ramah, dermawan dan rendah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=104&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center" style="text-align:center;margin:0 0 6pt;" class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"></span></em></strong></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>          </span>Senin siang ini tersiar kabar seorang sahabat saya mendapat vonis tujuh tahun penjara. Dia <span> </span>menjadi terdakwa karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi ketika masih menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan dalam Kabinet yang dipimpin Megawati. Tentu saja saya sangat prihatin akan vonis itu. Sebagai seorang “kakak”, saya banyak mengetahui tentang beliau. Orangnya ramah, dermawan dan rendah <span> </span>hati. Pengetahuan dan perilaku keseharian dalam keagamaan begitu kuat dan mendalam. <span> </span></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"><span>        </span></span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Pemikiran-pemikiran dan daya juang, khususnya tentang pembangunan bidang kelautan, <span> </span>perikanan, kepulauan, pesisir, dan lingkungan sangat <span> </span><span> </span>cemerlang dan taat-asas. Karya tulisnya cukup banyak dimuat dalam jurnal ilmiah berskala nasional dan internasional. Pemikiran dan gagasan-gagasannya yang bagus sudah tampak ketika awal 80’an.Ketika itu dia cukup sering diskusi<span>  </span>di ruang kerja saya, Departemen Sosek Faperta. Kebetulan ruang kerja saya hampir-hampir tak pernah sepi dengan kolega dan mahasiswa untuk berdiskusi dan konsultasi. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">      </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Sepulang dari Kanada, setelah menyelesaikan PhD tahun 1991, karirnya begitu melejit. Dia pernah menjadi Pembantu Dekan I Fakultas Perikanan IPB, Kepala Pusat Penelitian Pesisir dan Kelautan IPB, dan Pembantu Rektor IV IPB. Karena itu wajar <span> </span>kalau dia pernah terpilih sebagai dosen teladan nasional. Setelah itu dia pernah menjadi Direktur Jendral dan kemudian menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan. </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">      </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Dari gambaran pribadi tersebut, sekali lagi saya tidak pernah mengira<span>  </span>sahabat saya menjadi <span> </span>pelanggar hukum pidana. Dindaku, semoga Anda tabah, sabar, dan tawakal dalam menghadapi <strong>ujian</strong> ini. Amin. <em>Sesungguhnya ini benar-benar suatu <strong>ujian</strong> yang nyata</em> (ash-Shaaffaat; 106).</span><span style="font-size:11pt;"><font face="Times New Roman"> </font></span><em><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu&#8217; </span></em><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';">(al-Baqarah; 45). </span><strong><em><span style="font-size:11pt;font-family:'Bookman Old Style';"> </span></em></strong><span><font face="Times New Roman"> </font></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/104/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/104/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=104&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2007/07/23/keprihatinan-nasib-seorang-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemiskinan dan Guru Besar</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/29/kemiskinan-dan-guru-besar/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/29/kemiskinan-dan-guru-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2007 15:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/29/kemiskinan-dan-guru-besar/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu waktu saya berkesempatan ngobrol dengan dua sahabat saya mengenai asal muasal mereka menjadi guru besar. Sebut saja yang satu Prof. Meranti dan satunya lagi Prof.Tek-In. Mereka mengaku berasal dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Menurutnya, mereka tergolong miskin di desanya. Orang tuanya tidak memiliki penghasilan berlebihan untuk mengirim mereka studi di IPB. Maklum dari kalangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=14&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu waktu saya berkesempatan ngobrol dengan dua sahabat saya mengenai asal muasal mereka menjadi guru besar. Sebut saja yang satu Prof. Meranti dan satunya lagi Prof.Tek-In. Mereka mengaku berasal dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Menurutnya, mereka tergolong miskin di desanya. Orang tuanya tidak memiliki penghasilan berlebihan untuk mengirim mereka studi di IPB. Maklum dari kalangan petani marjinal. Yang dimiliki orang tuanya hanya semangat dan impian agar anaknya menjadi “orang”. Pantas saja katanya, sebagian penduduk di desanya hampir-hampir tidak percaya ketika keduanya pergi ke Bogor untuk menuntut ilmu di IPB. Tidak sedikit yang mencemoohkannya. Mana mampu! Bahkan Meranti dikira oleh para tetangganya akan mencari pekerjaan di Bogor sebagai&#8230;&#8230;.kuli bangunan.</p>
<p>Ketika sampai di Bogor keduanya tidak tinggal di tempat perumahan tetapi di asrama mahasiswa. Mereka tidak mampu membayar kalau tinggal di luar asrama. Pengeluaran sangat dihemat. Maklum kiriman wesel dari orang tua pas-pasan. Disamping itu karena jauh dari sanak saudara, hampir-hampir mereka tidak pernah jajan. Paling-paling ditraktir oleh teman-temannya. Dan itu pun sangat jarang terjadi. Sekali-sekali kalau punya waktu senggang mereka bekerja apa saja, asalkan dibayar. Disamping itu Meranti agak beruntung karena dia memperoleh beasiswa ikatan dinas. <span id="more-14"></span></p>
<p>Begitulah gambaran dua orang dari banyak guru besar yang berasal dari keluarga ‘tak punya’. Mereka siap melakukan apa pun asalkan dapat tetap kuliah dan tentunya membahagiakan orangtua jika berhasil. Terutama dalam hal penghematan ongkos hidup. Banyak contoh lain yang pernah saya tahu. Diantaranya ada yang pernah menjadi supir bemo, kerja serabutan, dagang kecil-kecilan, bimbingan belajar dan guru. Lumayan untuk menambah perolehan <em>wesel tambahan</em> untuk biaya kuliah dan praktik. Karena ketekunannya sekarang mereka menjadi guru besar. Kondisi ekonomi keluarganya pun relatif sudah mapan. Istilahnya sudah jadi ‘orang’ seperti yang diimpikan orang tua mereka. Prof. Meranti termasuk sukses dalam bisnis. Sementara itu Prof.Tek-In selain sukses di bidang akademik, konon sedang dinomasi sebagai pejabat eselon satu suatu Departemen. Kalau mau ditambah, beberapa guru besar di Indonesia yang tadinya dari keluarga pas-pasan yang kemudian sukses antara lain ada yang pernah menjadi menteri, pejabat eselon satu, rektor, dan peneliti unggul.</p>
<p>Beberapa hal yang dapat ditarik dari pengalaman hidup dua sahabat saya itu adalah <strong><em>pertama</em></strong>, latar belakang kondisi ekonomi yang relatif lemah tidak selalu diikuti dengan prestasi belajar yang rendah. <strong>Ketekunan </strong>studi dan berkarir dari dua orang sahabat saya itu untuk membahagiakan orangtuanya mematahkan belenggu posisi ekonomi mereka yang pas-pasan.</p>
<p><em>Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh <strong>ketekunan </strong></span></em> (al-Muzzammi; 8). <em>Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik </em>(Ar ra’d; 8).<strong><em>Kedua</em></strong>, jangan cepat menyimpulkan masa depan seseorang hanya berdasarkan pada kondisi orang itu belum ‘jadi’. Artinya proses perubahan pada manusia, termasuk nasib, sangat ditentukan oleh usaha keras dari yang bersangkutan dalam jangka panjang. Utamanya karena pertolongan Allah. <strong><em>Ketiga</em></strong>, semangat, impian, dorongan dan doa orang tua adalahfaktor segalanya untuk meraih prestasi kehidupan yang gemilang. Bahkan cemoohan dan pesimistis dari para tetangga menjadi pemacu semangat untuk membuktikan mereka dapat dan akan berhasil. Dan <strong><em>keempat</em></strong>, orang yang pandai bersyukur akan selalu memperoleh kebahagiaan yang datangnya tak terduga dari Allah yang maha pemurah, pengasih dan penyayang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=14&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/29/kemiskinan-dan-guru-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebanggaan Seorang Guru</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/23/kebanggaan-seorang-guru/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/23/kebanggaan-seorang-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2007 01:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebagai dosen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/23/kebanggaan-seorang-guru/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan seorang mantan mahasiswa yangs udah jadi &#8220;orang&#8221;. Sudah cukup lama tidak saling berjumpa. Dia seorang akademisi (PhD) tangguh dan publik figur. Disamping sebagai pengamat sosial ekonomi, dia juga anggota DPR. Dia merupakan salah seorang yang pernah mengikuti kuliah dan bimbingan skripsi dari saya lebih kurang dua puluh tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=6&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari yang lalu saya berdiskusi dengan seorang mantan mahasiswa yangs udah jadi &#8220;orang&#8221;. Sudah cukup lama tidak saling berjumpa. Dia seorang akademisi (PhD) tangguh dan publik figur. Disamping sebagai pengamat sosial ekonomi, dia juga anggota DPR. Dia merupakan salah seorang yang pernah mengikuti kuliah dan bimbingan skripsi dari saya lebih kurang dua puluh tahun yang lalu. Saya ingat ketika sedang proses bimbingan dia begitu rajin mengontak dan menunggu saya untuk konsultasi. Orangnya pintar dan lulusnya pun dengan penghargaan.</p>
<p>Sampai saat ini tidak kurang dari 250 orang alumni IPB (strata 1-3) yang pernah saya bimbing. Kalau mahasiswa yang pernah saya ajar, khususnya dalam ilmu Pengantar Ekonomi, Pengantar Manajemen, Pembangunan Pertanian, Manajemen SDM, Teori Organisasi, dan Kebijakan Pertanian, diperkirakan jumlahnya ribuan. Kini mereka tersebar sebagai dosen. birokrat, anggota legislatif, peneliti, dan wirausaha. Kalau saya hitung paling tidak terdapat ratusan alumni IPB yang sudah berhasil sebagai akademisi dan pengamat sosial ekonomi tingkat nasional bahkan internasional seperti itu. Bahkan beberapa diantaranya sudah lebih awal menjadi guru besar dibanding saya. Tentunya salah satu unsur keberhasilan mereka adalah proses pembelajaran yang dilakukan oleh suprasistem yaitu semua dosen yang berdedikasi tinggi disamping karena kemampuan dan upaya mereka sendiri.</p>
<p>Sebagai dosen, saya bangga sekali dengan keberhasilan mereka. Tiada kata lain yang meluncur kecuali ucapan rasa syukur &#8230; <span id="more-6"></span><em>yang menysukuri ni&#8217;mat-ni&#8217;mat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus (An-Nahl : 121)</em>. Kebanggan itu semakin bertambah ketika mereka membawa tambahan ilmu pengetahuan untuk dikembangkan, paling tidak di kampus IPB. Para mahasiswa baru tentunya semakin terbantu dan semakin kaya ilmu. Harapannya adalah mutu lulusan IPB semakin unggul.</p>
<p>Bagi saya, sebagai orang yang pernah menjadi guru mereka, sekarang tidak mau kalah untuk menimba ilmu &#8230; lalu saya &#8220;berguru&#8221; kepada mereka. Dalam kesempatan tertentu saya biasa meminta informasi buku ilmu ekonomi, organisasi dan manajemen apa saja yang mereka miliki. Dan tidak segan-segan saya minta diajari bagaimana menjelaskan dan menggunakan suatu teori dan model analisis mutahir yang belum saya ketahui. Saya butuh itu sekalipun dari mantan mahasiswa saya. Nah, itulah senangnya bekerja di perguruan tinggi. Tidak mengenal bentuk hirarki struktural dan fungsional. Yang ada cuma suasana <em>kolegial</em>. Tidak perlu ada sungkan. (17.02.06).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ronawajah.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ronawajah.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=6&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2007/04/23/kebanggaan-seorang-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>