<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rona Wajah &#187; Lingkungan hidup</title>
	<atom:link href="http://ronawajah.wordpress.com/category/lingkungan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronawajah.wordpress.com</link>
	<description>Catatan tentang Manajemen SDM dan Mutu SDM</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Dec 2009 00:04:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ronawajah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/de9d59825965a28a0a1d5b0965133834?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rona Wajah &#187; Lingkungan hidup</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ronawajah.wordpress.com/osd.xml" title="Rona Wajah" />
		<item>
		<title>ADAkah YANG TERSISA?</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/13/2671/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/13/2671/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 15:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/13/2671/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Jelang berakhirnya tahun 2009 tak ada salahnya kita mengevaluasi diri. Ada beberapa kecenderungan masalah yang masih dihadapi bangsa ini. Kekayaan alam? No, yang ada semakin parahnya kerusakan lingkungan. Tergerus oleh kerakusan manusia. Kekayaan SDM? No, yang ada cuma banyaknya jumlah penduduk, bukan mutu tinggi. Masih kalah bersaing sekalipun dengan Vietnam. Kekayaan teknologi? No juga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2671&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Jelang berakhirnya tahun 2009 tak ada salahnya kita mengevaluasi diri. Ada beberapa kecenderungan masalah yang masih dihadapi bangsa ini. Kekayaan alam? No, yang ada semakin parahnya kerusakan lingkungan. Tergerus oleh kerakusan manusia. Kekayaan SDM? No, yang ada cuma banyaknya jumlah penduduk, bukan mutu tinggi. Masih kalah bersaing sekalipun dengan Vietnam. Kekayaan teknologi? No juga, yang ada semakin ‘terlenanya’nya kita sebagai konsumen dan<i> </i>bukan sebagai produsen. Kekayaan martabat? No, yang ada semakin maraknya moral bernama korupsi, ketidakadilan hukum, beralihnya beberapa aset nasional ke pihak asing, miskinnya solidaritas dan merajalelanya konflik sosial. Kekayaan negarawan? No, yang tampak lebih banyaknya yang berpikir pada kepentingan-golongan dibanding memikirkan kepentingan bangsa. Ada yang mudah emosional terhadap kritik. Dan ada yang gemar&#160; saling menyalahkan satu sama lainnya. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Lalu apanya dong yang masih tersisa? Ya, cuma satu yakni di balik tumpukan kesedihan ada sebukit harapan&#8230;bangkitnya bangsa dari keterpurukan. Lalu apa artinya untuk bangsa ke depan? Ya walau seolah kita harus melangkah&#8230;mulai dari awal lagi, tetapi tak apa, terpenting masih ada spirit untuk maju. Spirit dan komitmen adalah bentuk mutu sumberdaya manusia yang harus terus dikembangkan. Terbukti masih banyak anak bangsa yang begitu tekun di profesinya ditengah-tengah suasana hiruk pikuk dinamika sosial politik. Karena itu tidaklah keliru kalau kita harus optimis menamaki era ke depan. Insya Allah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2671/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2671&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/13/2671/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDAMPINGAN DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/01/pendampingan-dalam-pengembangan-masyarakat/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/01/pendampingan-dalam-pengembangan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 12:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/01/pendampingan-dalam-pengembangan-masyarakat/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Unsur terpenting dalam meraih keberhasilan pengembangan masyarakat disamping unsur modal alam, teknologi, kelembagaan, modal manusia adalah unsur modal sosial seperti saling percaya sesama anggota masyarakat, empati sosial, kohesi sosial, kepedulian sosial, dan kerjasama kolektif.. Karena itu diperlukan penguatan modal sosial dan modal manusia atau sumberdaya manusia.
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Penguatan modal sosial dapat dilakukan melalui pendidikan agama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2657&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Unsur terpenting dalam meraih keberhasilan pengembangan masyarakat disamping unsur modal alam, teknologi, kelembagaan, modal manusia adalah unsur modal sosial seperti saling percaya sesama anggota masyarakat, empati sosial, kohesi sosial, kepedulian sosial, dan kerjasama kolektif.. Karena itu diperlukan penguatan modal sosial dan modal manusia atau sumberdaya manusia.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Penguatan modal sosial dapat dilakukan melalui pendidikan agama, sosialisasi keluarga, teladan pemimpin, pemeliharaan dan pengembangan institusi sosial, sosialisasi dan internalisasi pentingnya modal sosial, pengembangan komunikasi informasi, dan mengakomodasi informasi melalui proses penyaringan kemanfaatannya. Dalam prakteknya, pengembangan masyarakat membutuhkan pendamping yang berfungsi sebagai.analis masalah, pembimbing kelompok, pelatih, inovator, penggerak, dan penghubung. Prinsip bekerjanya adalah (1) kerja kelompok, (2) keberlanjutan, (3) keswadayaan, (4) kesatuan khalayak sasaran, (5) penumbuhan saling percaya, (6) prinsip pembelajaran bersinambung, dan (7) pertimbangan keragaman potensi khalayak sasaran.. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Agar supaya pendamping dapat berperan optimum maka dibutuhkan pengembangan mutu sumberdaya manusianya melalui pelatihan partisipatif berbasis pendidikan orang dewasa yang terdiri dari metode penilaian perdesaan secara partisipasi, pengembangan masyarakat, kepemimpinan dan manajemen, analisis sosial dan perumusan program, kerja dalam kelompok, tugas-tugas pendamping sebagai pemfasilitasi, peraturan dan kebijakan pembangunan, dan teknis produksi dan pemasaran hasil.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Proses pelatihan dilaksanakan dengan model partisipatif berbasis kompetensi. Pendekatannya menggunakan model belajar untuk Pendidikan Orang Dewasa (POD). Intinya adalah dengan pendekatan andragogy yaitu sistem belajar umpan balik bagi peserta sehingga mampu menguasai, memahami materi latihan dan memraktekannya. Evaluasi seluruh proses pelatihan oleh pendamping berguna untuk pembelajaran mereka dalam kegiatan pelatihan berikutnya. Untuk itu dibutuhkan tenaga instruktur yang kompeten, kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan khlayak, dan fasilitas pendukung yang cukup.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Selain dalam bentuk pelatihan maka diperlukan cara pengembangan mutu SDM pendamping dengan membentuk forum pendampingan. Tujuannya membangun sinergitas antarpelaku pengembangan masyarakat, peningkatan kemampuan masyarakat, pengembangan akses kebutuhan pengembangan masyarakat, dan peningkatan kemampuan dan kapasitas pendamping. Peran pemerintah daerah dengan semangat otonomi daerahnya, sebagai pemfasilitasi program forum, sangat dibutuhkan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2657/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2657/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2657&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/12/01/pendampingan-dalam-pengembangan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEMANGAT QURBAN DAN MUTU SDM</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/26/semangat-qurban-dan-mutu-sdm/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/26/semangat-qurban-dan-mutu-sdm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/26/semangat-qurban-dan-mutu-sdm/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Tiap hari raya Idul Adha tiba pasti sebagian besar umat Islam akan mengenang figur Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan akan ketaatannya kepada Allah swt.. Hal itu kemudian dikenal sebagai ritual Idul Qurban. Esensinya bukan sekedar ritual belaka dalam bentuk penyembelihan hewan kurban sapi, kerbau, unta, atau kambing. Lebih dari itu, yakni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2646&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Tiap hari raya Idul Adha tiba pasti sebagian besar umat Islam akan mengenang figur Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan akan ketaatannya kepada Allah swt.. Hal itu kemudian dikenal sebagai ritual Idul Qurban. Esensinya bukan sekedar ritual belaka dalam bentuk penyembelihan hewan kurban sapi, kerbau, unta, atau kambing. Lebih dari itu, yakni mengembangkan spirit kehambaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam kehidupan keseharian kita. Simbol dari penyembelihan tersebut sama saja dengan menjauhi sifat-sifat rakus, ego berlebihan, mabuk harta dan kekuasaan, dan berburuk sangka. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Setiap umat Islam sangat dianjurkan memiliki mutu sumberdaya manusia tinggi (iman, takwa, dan amal soleh) yang dicerminkan dengan kesediaanya berkurban dan berbuat ikhsan bagi sesama dan lingkungan. Dalam hal ini Allah berfirman: &quot;Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik&quot;. (al-Hajj: 37). </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Namun demikian perlu disadari, Ridha Allah tidak akan sampai pada pemilik daging-daging yang disedekahkan dan darah-darah yang mengalir dari hewan yang <i>dikurbankan kecuali jika dia melandasi amalannya dengan niat ikhlas dan memperhatikan syarat-</i>syarat taqwa saat berkurban. &quot;Sesungguhnya amalan sedekah itu telah sampai kepada Allah sebelum sampai ke tangan penerimanya, dan sungguh (pahala) dari darah (kurban) itu telah sampai kepada Allah sebelum membasahi bumi&quot;. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi). </p>
<p align="center">SELAMAT BERHARI RAYA IDUL QURBAN 1430 H.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2646&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/26/semangat-qurban-dan-mutu-sdm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MODAL SOSIAL DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/23/modal-sosial-dan-pengembangan-masyarakat/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/23/modal-sosial-dan-pengembangan-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 13:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/23/modal-sosial-dan-pengembangan-masyarakat/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Modal sosial merupakan konsep sosiologi yang digunakan dalam beragam ilmu seperti bisnis, ekonomika, perilaku organisasi, politik, kesehatan masyarakat dan ilmu-ilmu sosial. Semua itu untuk menggambarkan adanya hubungan di dalam dan antarjejaring sosial (wikipedia). Jejaring itu memiliki nilai. Seperti halnya modal fisik atau modal manusia yang dapat meningkatkan produktifitas individu dan kelompok maka modal sosial [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2644&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Modal sosial merupakan konsep sosiologi yang digunakan dalam beragam ilmu seperti bisnis, ekonomika, perilaku organisasi, politik, kesehatan masyarakat dan ilmu-ilmu sosial. Semua itu untuk menggambarkan adanya hubungan di dalam dan antarjejaring sosial (wikipedia). Jejaring itu memiliki nilai. Seperti halnya modal fisik atau modal manusia yang dapat meningkatkan produktifitas individu dan kelompok maka modal sosial pun demikian pula. Pierre Bourdieu (1986), dalam bukunya<i> The Forms of Capital</i> membedakan tiga bentuk modal yakni modal ekonomi, modal budaya, dan modal sosial. Dia mendefinisikan modal sosial sebagai <i>&quot;the aggregate of the actual or potential resources which are linked to possession of a durable network of more or less institutionalised relationships of mutual acquaintance and recognition”.</i></p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Sementara itu James Coleman (1988) berpendapat modal sosial secara fungsi adalah sebagai <i>“a variety of entities with two elements in common: they all consist of some aspect of social structure, and they facilitate certain actions of actors&#8230;within the structure”.</i> Dia mengatakan bahwa modal sosial memfasilitasi kegiatan individu dan kelompok yang dikembangkan oleh jaringan hubungan, timbal balik, kepercayaan dan norma sosial. Modal sosial, menurut pandangannya, merupakan sumberdaya yang netral yang memfasilitasi setiap kegiatan dimana masyarakat bisa menjadi lebih baik dan bergantung pada pemanfaatan modal sosial oleh setiap individu.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Menurut Robert Putnam (2006), modal sosial sebagai<em>&quot;the collective value of all &#8216;</em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_network"><em>social networks</em></a><em>&#8216; and the inclinations that arise from these networks to do things for each other</em>&quot;. Dia percaya modal sosial dapat diukur dari besarnya kepercayaan dan timbal balik dalam suatu masayarakat atau di antara individu-individu. Selain itu konsep modal sosial memiliki pendekatan yang lebih pada unsur individual. Investasi dalam hubungan sosial dikaitkan dengan harapan diperolehnya profit dari pasar.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Bagaimana hubungan modal sosial dengan pembangunan atau pengembangan masyarakat? Dalam bukunya <em>&quot;Social Capital and Development: The Coming Agenda”, </em>Francis Fukuyuma (1996) mengatakan modal sosial adalah sebagai prakondisi untuk keberhasilan pembangunan. Dalam hal ini undang-undang dan pranata politik menjadi hal pokok dalam membangun modal sosial. Alasannya modal sosial yang kuat menjadi syarat pokok dalam mencapai pertumbuhan ekonomi dan politik yang kuat. Fukuyama mengupas pentingnya modal social berbasis pada kepercayaan. Dalam keseharian, masyarakat berinteraksi dengan modal sosial yang kuat yang ditunjukkan dengan suasana saling percaya antarwarga. Bentuk modal inilah yang memiliki hubungan erat dengan tercapainya tingkat kesejahteraan masyaralkat atau bangsa. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2644&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/23/modal-sosial-dan-pengembangan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SDM DAN KESEJAHTERAAN PETANI</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/18/sdm-dan-kesejahteraan-petani/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/18/sdm-dan-kesejahteraan-petani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 10:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iklim bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[MSDM]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/18/sdm-dan-kesejahteraan-petani/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Hingga kini pemerintah belum sepenuhnya menemukan upaya strategis dan hasil maksimum dalam mengangkat bangsa kita dari keterpurukan ekonomi. Fenomena kasat mata antara lain terlihat dari tingkat pengangguran kerja dan kemiskinan. Jumlah mereka yang menganggur pada tahun 2007 mencapai sekitar 12 juta orang, sementara jumlah mereka yang tergolong miskin mencapai sekitar 25 juta orang. Keadaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2640&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Hingga kini pemerintah belum sepenuhnya menemukan upaya strategis dan hasil maksimum dalam mengangkat bangsa kita dari keterpurukan ekonomi. Fenomena kasat mata antara lain terlihat dari tingkat pengangguran kerja dan kemiskinan. Jumlah mereka yang menganggur pada tahun 2007 mencapai sekitar 12 juta orang, sementara jumlah mereka yang tergolong miskin mencapai sekitar 25 juta orang. Keadaan demikian sangat terkait dengan masalah sumberdaya manusia (SDM). Apakah SDM sebagai penyebab dan apakah sebagai akibat.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Kondisi SDM jelas ada pengaruhnya dengan daya saing bangsa. Menurut “The 2006 Global Economic Forum on Global Competitiveness Index (GCI)”, kondisi Indonesia berada pada tingkat yang lebih rendah ketimbang beberapa negara Asean lainnya seperti Singapura (peringkat 7), Malaysia (21), dan Thailand (28).; namun berada lebih tinggi dibanding Vietnam (68) dan Filipina (71). Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh daya saing SDM. Dalam laporan ”World Competitiveness Yearbook”, kondisi daya saing SDM Indonesia di tingkat regional berada pada posisi yang lebih rendah yakni peringkat 50 dibanding India (43), Malaysia (26), Korea Selatan (24) dan Singapura (5).</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Kondisi SDM yang rendah sangat berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Secara agregat kondisi ini mempengaruhi produktivitas nasional. Hal demikian juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang sementara ini (setelah krisis finansial global) hanya mencapai 4,2 % yang berada dibawah target sebesar 4,5 %. Pada gilirannya daya saing bangsa juga akan rendah. Dengan kata lain akumulasi berbagai faktor, kebijakan, dan kelembagaan yang performanya rendah akan mempengaruhi produktivitas nasional. Bagaimana dengan sdm pertanian? Sebanyak 87 persen pelaku sektor pertanian adalah lulusan SD dan bahkan tidak tamat SD. Sementara mereka yang sarjana hanya 3,5 persen. Bisa dibayangkan bagaimana rendahnya produktifitas SDM pertanian. Tentu saja akibatnya kontribusi sektor ini semakin tertinggal dibanding sektor lain khususnya industri.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Meskipun kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan nasional sudah semakin digeser oleh sektor industri, yaitu sekitar 17%, namun lebih dari 45% penduduk masih mencari nafkah di sektor pertanian. Beberapa fakta mengindikasikan semakin pentingnya peran sektor pertanian dalam penyerapan tenaga kerja. Selama krisis dan beberapa tahun terakhir terjadi penurunan nilai tukar petani dan penurunan upah buruh di pedesaan. Hal ini menunjukkan adanya pertambahan angkatan kerja di sektor pertanian. Hal ini disebabkan tingginya pertambahan angkatan kerja Indonesia yaitu 1,2% atau sekitar 2 juta orang setiap tahun. Pengurangan angka pengangguran, baik formal maupun informal sangat relevan dengan optimalisasi peran sektor pertanian.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Beberapa tantangan di masa depan masih bakal dihadapi yakni globalisasi ekonomi, kemiskinan, pengangguran, dan degradasi lingkungan. Di sisi lain ada kecenderungan generasi muda yang tidak lagi berminat di bidang pertanian. Faktor pokok yang menyebabkannya adalah sektor pertanian dianggap tidak memiliki insentif ekonomi ketimbangan di sektor lain. Untuk menjawab ini, dibutuhkan revitalisasi pertanian secara lebih terfokus yang didukung kualitas sumberdaya manusia pertanian. Disamping melalui pengembangan SDM berbasis kompetensi maka diperlukan penguatan kelembagaan pertanian misalnya lembaga keuangan, pemasaran, penyuluhan, penelitian dan pengembangan yang saling bersinergis. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Setiap program pengembangan sektor pertanian khususnya yang berkait dengan program pengembanagn SDM pertanian harus merupakan bagian integral dari peningkatan kesejahteraan petani (PPK). Pengembangan model pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan berbasis kompetensi dan agribisnis diharapkan mampu meningkatkan mutu SDM pertanian. Pada gilirannya mampu meningkatkan produktifitas, mutu dan harga hasil pertanian yang kompetitif. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang didukung dengan pemberdayaan, peningkatan akses terhadap sumberdaya usaha pertanian, pengembangan kelembagaan dan perlindungan terhadap petani.</p>
<p align="justify">Dimuat dalam majalah Bangkit Tani Edisi November 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2640&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/11/18/sdm-dan-kesejahteraan-petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>URBANISASI: ADA GULA ADA SEMUT</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/09/28/urbanisasi-ada-gula-ada-semut/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/09/28/urbanisasi-ada-gula-ada-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 03:03:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengangguran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/09/28/urbanisasi-ada-gula-ada-semut/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Menjelang lebaran tiba mobilitas penduduk yang pulang mudik meningkat. Tahun ini saja diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 22 juta jiwa. Setelah usai lebaran jumlah yang kembali ke tempat kediamannya di kota cenderung bertambah. Tambahan itulah sebagai fenomena urbanisasi. Jumlahnya belum ada yang bisa memastikan. Tetapi masalah yang lebih penting perlu diatasi adalah mengapa urbanisasi selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2557&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Menjelang lebaran tiba mobilitas penduduk yang pulang mudik meningkat. Tahun ini saja diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 22 juta jiwa. Setelah usai lebaran jumlah yang kembali ke tempat kediamannya di kota cenderung bertambah. Tambahan itulah sebagai fenomena urbanisasi. Jumlahnya belum ada yang bisa memastikan. Tetapi masalah yang lebih penting perlu diatasi adalah mengapa urbanisasi selalu terjadi dari waktu ke waktu. Walau sudah ada peraturan daerah, misalnya, tetapi kenyataannya tidak mudah dicegah atau bahkan dilarang. Mereka menganggap setiap warga negara punya hak untuk tinggal dimanapun di seluruh wilayah nusantara. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Urbanisasi adalah fenomena migrasi yakni perpindahan penduduk dari daerah perdesaan ke perkotaan. Tujuan utamanya untuk tinggal menetap di kota. Mereka memiliki harapan bahwa mutu hidup di perkotaan bakal lebih tinggi ketimbang di tempat asalnya di desa. Fenomena ini sudah menjadi hal rutin di sebagian besar negara-negara sedang berkembang dan menjadi masalah yang pelik. Penyebab pokoknya secara makro nasional adalah terjadinya disparitas atau ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan perdesaan. Termasuk di dalamnya persebaran penduduk yang tidak merata. Sering disebut sebagai pembangunan yang bias urban. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Ada gula ada semut. Semut akan berbondong-bondong ke arah asal gula yang manis itu. Begitu juga dengan perilaku penduduk. Mereka akan mendatangi sumber penghidupan baru yang lebih menjanjikan. Mengapa seperti itu? Dalam prakteknya, ada dua faktor utama terjadinya urbanisasi yakni faktor penarik dan faktor pendorong. Faktor penarik antara lain bahwa di perkotaan (1) ketersediaan sarana dan prasarana yang lebih lengkap; (2) peluang melanjutkan pendidikan yang lebih besar; dan (3) jenis lapangan kerja lebih banyak dan bervariasi. Sementara faktor pendorong menunjukkan di perdesaan tampak rendahnya tingkat pertumbuhan pembangunan di perdesaan yang dicirikan antara lain (1) lapangan kerja yang terbatas; (2) kemiskinan; (3) keterbatasan sarana dan prasarana transportasi, ekonomi, pendidikan dan kesehatan; dan (4) keterbatasan lahan pertanian perpenduduk terutama di pula Jawa. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Memang urbanisasi pasti mendatangkan masalah. Tiap penduduk urban berebutan untuk mendapatkan lapangan kerja, layanan fasilitas umum, perumahan, air bersih dan listrik, ketersediaan pangan, dsb. Belum lagi timbulnya kemacetan lalulintas dan tindakan kriminalitas serta banyaknya pengemis musiman ataupun pengemis tetap. Karena tidak mudah diatasi maka apakah yang terpenting sebaiknya memerkecil dampak urbanisasi lewat mengoptimumkan penduduk sebagai potensi pembangunan. Atau idealnya melakukan pembangunan di tempat asalnya yakni perdesaan. Kedua pendekatan itu seharusnya bisa dilakukan secara paralel.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Pendatang memang bisa menimbulkan masalah yang semakin kompleks di perkotaan. Mengatasinya sangatlah tidak mudah. Jadi yang bisa dilakukan adalah memerkecil masalah akibat kehadiran mereka. Pelatihan-pelatihan yang berkait dengan ketrampilan usaha dan kerja, penyuluan tentang kedisiplinan social, penyuluhan lingkungan hidup, pemberian modal usaha, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan diharapkan dapat memerkecil masalah sosial ekonomi yang ada. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160; Sementara itu di daerah perdesaan perlu dikembangkan lokalita-lokalita pertumbuhan. Fungsinya sebagai penyangga pusat pertumbuhan. Intinya bagaimana daerah perdesaan lambat laun memiliki daya tarik tersendiri bagi penduduknya untuk tetap betah tinggal di desa. Untuk itu penyediaan sarana dan prasarana pembangunan menjadi syarat utama. Selain itu diperlukan pengembangan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Untuk mengembangkan usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja maka sesuai dengan karakteristik SDM dan sumberdaya alamnya perlu dikembangkan produk-produk perdesaan (pertanian, agroindustri, dan nonpertanian) dengan dukungan pelatihan produksi dan pemasaran, fasilitas teknologi, kredit usaha, dan pasar. Dengan demikian secara gradual pertumbuhan ekonomi perdesaan yang berbasis pemerataan akan semakin tinggi dan sekaligus akan mencerminkan semakin kecilnya jurang perbedaan kehidupan perkotaan dan perdesaan. Diharapkan pada gilirannya, “Sang semut cukup mencari gula di lingkungannya sendiri”. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2557&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/09/28/urbanisasi-ada-gula-ada-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAK MUNGKIN JADI MUNGKIN</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/08/29/tak-mungkin-jadi-mungkin-2/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/08/29/tak-mungkin-jadi-mungkin-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 21:41:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/08/29/tak-mungkin-jadi-mungkin-2/</guid>
		<description><![CDATA[&#160;
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Apakah sesuatu yang tampaknya tak mungkin dapat menjadi mungkin? Ataukah sesuatu yang mungkin dapat menjadi tak mungkin? Nothing impossible, istilahnya!. Suatu pertanyaan yang perlu dijawab dari beragam perspektif. Dari segi agama, akal, ilmu pengetahuan, hukum alam, dan kepribadian. Coba kita simak beberapa contoh berikut.
&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Tanaman eceng gondok yang dikenal sebagai tanaman pengganggu ternyata daunnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2513&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#160;</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Apakah sesuatu yang tampaknya tak mungkin dapat menjadi mungkin? Ataukah sesuatu yang mungkin dapat menjadi tak mungkin? <i>Nothing impossible</i>, istilahnya!. Suatu pertanyaan yang perlu dijawab dari beragam perspektif. Dari segi agama, akal, ilmu pengetahuan, hukum alam, dan kepribadian. Coba kita simak beberapa contoh berikut.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Tanaman eceng gondok yang dikenal sebagai tanaman pengganggu ternyata daunnya dapat diproses dan dijadikan bahan baku untuk membuat alas kursi, tas, taplak meja, dan permadani. Akarnya? Bisa dipakai untuk salahsatu bahan lukisan indah. Begitu pula kulit kodok dan tokek yang kelihatannya jijik dan tak berguna ternyata dapat diproses sebagai bahan baku pembuat dompet dan tas wanita.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Seseorang yang cacat, tak memiliki tangan, tampaknya tak berdaya. Tapi ternyata dia mampu melukis dengan bagusnya hanya dengan memakai sepasang kaki. Bahkan plus tak punya kaki ada yang berupaya mengoptimumkan fungsi mulutnya. Subhanallah. Masih ingat ahli fisika dari Inggeris, Stephen Hawking, yang cacat fisik hampir total? Keseharian hidupnya harus dibantu kursi roda. Dalam keadaan kesulitan bicara dan bergerak tapi otaknya masih berfungsi normal dan cemerlang. Ide-idenya dituangkan dalam bentuk saluran pikiran di otak yang langsung direkam di mesin dan dapat dibaca oleh kita. Juga komponis Mozart, walau tuli tetapi mampu menciptakan lagu-lagu klasik yang legendaris berskala dunia, lestari sampai kini. </p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Contoh lain adalah tentang temuan penerbangan supersonik. Bayangkan kecepatannya melebihi kecepatan suara antara satu sampai empat kalinya. Jarak tempuh di udara di atas batas permukaan laut bisa mencapai 332 meter per detiknya. Sepertinya tak mungkin. Tetapi ternyata terjadi. Inilah seruan Allah: Carilah ilmu pengetahuan dan manfaatkan apa pun yang ada di alam ini untuk kemaslahatan. Rahmatan Lil Alamin. <i>Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (semua yang ada)</i> (al-Alaq; 1). <i>Dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar bagimu</i> (an-Nisa; 113).</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Nah yang ini, pernahkah kita melihat dan membayangkan ada tikus dan kucing bisa bersahabat?. Hebatnya seekor tikus sejak kecil dipelihara seekor kucing betina. Dia semakin besar dan sehat karena menyusu pada kucing. Si kucing dengan kasih sayangnya tidak membedakan antara menyusui si tikus dengan menyusui anak kandungnya sendiri. Begitu juga ada anak kucing disusui dan dibesarkan oleh anjing betina. Dari permusuhan menjadi persaudaraan. Mengapa tidak? Semuanya karena sunatullah, rekayasa manusia dengan menggunakan akal cerdasnya dan tentunya dengan pertolongan Allah. Makanya saya suka sedih ketika mendengar seorang ibu atau bapak tega-teganya membunuh anak darah dagingnya sendiri. <i>Dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah”, lalu jadilah ia</i> (al-Baqarah; 117)</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Kemudian yang satu ini contoh sangat ekstrem berbeda. Secara fitrah ketika manusia itu lahir, putih bersih. Tapi mengapa secara bertahap lalu ada yang menjadi kotor seperti sampah. Padahal manusia itu tergolong mahluk sempurna karena punya akal dan kepribadian aktif. Karena itulah, misalnya secara akal sehat sebenarnya korupsi, kekerasan, kerusuhan, pembunuhan, pencurian bahkan <i>incest</i> serta kekerasan dalam keluarga adalah sesuatu yang diharamkan. Tapi mengapa banyak yang melakukannya?. Sesuatu yang tidak mungkin (tak masuk akal dan diharamkan) kok dimungkinkan (dihalalkan)? Di sisi lain sesuatu yang tidak mungkin (seolah tak masuk akal) dapat menjadi mungkin (jadi masuk akal). Fenomena agresi Israel terhadap bangsa Palestina, yang sudah berlangsung lebih dari tiga minggu, contohnya, membuktikan kalau jiwa penjajah yang sudah kemasukkan nafsu iblis-setan begitu saja teganya membunuh kaum sipil termasuk anak-anak generasi masa depan. Dan aneh tetapi nyata, pemerintah Amerika yang konon penegak hak-hak asasi manusia, membiarkan keadaan ini.</p>
<p align="justify">&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; Masih banyak contoh lainnya yang menggambarkan betapa Allah menyerukan pada tiap insanNya untuk selalu mencari dan berupaya bahwa apa pun yang ada di alam ini pasti ada manfaatnya. <i>Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik apa yang terdapat di bumi </i>(al-Baqarah; 168). Tiap insan diserukan untuk selalu menggunakan akal sehat dan berada di jalan lurus, tidak cepat putus asa dan pesimis. Ada yang mematuhiNya tetapi di sisi lain mengapa ada manusia yang ingkar? Jadi benar, Allah selalu mengingatkan memang manusia itu bersifat alpa, lalai atau dhaif (lemah). <i>Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah</i> (al-Balad; 4). <i>Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya</i> (Hud; 7). Allah pun maha pengasih penyayang dan mengingatkan kepada umatnya untuk tidak pesimis (melapangkan). <i>Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan </i>(Alam Nasyrah; 5). Diadaptasi dari Tb.Sjafri Mangkuprawira (2007). Rona Wajah:Coretan Seorang Dosen; IPB Press.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2513/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2513&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/08/29/tak-mungkin-jadi-mungkin-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EARTH HOUR : REALITA SUATU HIMBAUAN</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/28/earth-hour-realita-suatu-himbauan/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/28/earth-hour-realita-suatu-himbauan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 20:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=2062</guid>
		<description><![CDATA[
Tepat jam 20.30 hari ini, selama satu jam, semua lampu di rumah saya dimatikan. Termasuk saya menghimbau penghuni rumah kosan yang saya kelola di beberapa tempat juga mematikan lampu. Lalu saya mencoba melihat sekeliling rumah untuk melihat apakah melakukan hal yang sama. Apa yang terjadi? Hanya beberapa gelintir saja penghuni rumah yang mematikan lampunya. Sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2062&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Tepat jam 20.30 hari ini, selama satu jam, semua lampu di rumah saya dimatikan. Termasuk saya menghimbau penghuni rumah kosan yang saya kelola di beberapa tempat juga mematikan lampu. Lalu saya mencoba melihat sekeliling rumah untuk melihat apakah melakukan hal yang sama. Apa yang terjadi? Hanya beberapa gelintir saja penghuni rumah yang mematikan lampunya. Sebagian lainnya, apakah itu rumah, warung, dan restoran, <span> </span>tetap saja terang benderang. Begitu pula <span> </span>lampu jalan. Lalu saya kirim sms ke beberapa teman di beberapa lokasi untuk menanyakan kondisi <em>earth hour. </em>Kata mereka sama saja, sebagian terbesar tidak mematikan lampu. Mungkin sebagian dari mereka ada yang  tidak mengetahui, kurang memahami, dan kurang peduli terhadap himbauan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Himbauan sebenarnya merupakan langkah yang diposisikan sebagai membangun kesadaran diri. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Dalam konsep pengembangan diri, kesadaran diri ditempatkan sebagai suatu kecerdasan sekaligus sikap. </span><span style="font-family:&quot;">Yakni bagaimana dengan kesadaran diri sebagai langkah pertama dan utama, seseorang mampu mengelola dirinya secara optimum. Kesadaran diri merupakan <span> </span>suatu sikap positip yang kemudian diterjemahkan dalam keseharian perbuatan nyata. Kalau kesadaran diri hanya mengandalkan pada himbauan namun tidak mempan; lalu apakah perlu pilihan tindakan lain? </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Dalam prakteknya karena bersifat himbauan maka tidak ada resiko hukuman bagi mereka yang tidak memenuhinya. Sementara paksaan lebih pada kewajiban. Kalau dilanggar maka hukum akan berbicara. Pada konteks siklus tingkat kedewasaan masyarakat maka bagi mereka yang masih belum dewasa maka instruksi atau “paksaan” menjadi alatnya. Atau demi kepentingan khalayak yang lebih luas maka paksaan juga akan menjadi alat yang lebih ampuh ketimbang hanya himbauan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Masih ingat tentang Perda yang menyangkut larangan merokok <span> </span>di beberapa lokasi di Jakarta? Maka mereka yang melanggarnya dikenai hukuman. Begitu juga yang terjadi di Singapura yang dikenal masyarakatnya berperilaku disiplin. Sementara suatu masyarakat yang tingkat kesadaran dalam berkehidupan sosialnya tinggi maka setiap ada kebijakan cukup hanya dengan himbauan. Kembali dengan fenomena <span> </span><em>earth hour</em> ini, ternyata himbauan (via koran, radio, televisi, dan internet) kurang memiliki pengaruh dalam menciptakan kepatuhan. Lain lagi kalau itu sebagai suatu paksaan. Maka <span> </span>kekuatan himbauan diduga tidak sekuat dengan instruksi bahkan paksaan. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Kalau seperti itu apakah bangsa kita termasuk bangsa paksaan? </span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2062/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2062/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2062/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2062&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/28/earth-hour-realita-suatu-himbauan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SITU GINTUNG TAK BERUNTUNG : KETAMAKAN MANUSIA</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/27/situ-gintung-tak-beruntung-ketamakan-manusia/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/27/situ-gintung-tak-beruntung-ketamakan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 19:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=2055</guid>
		<description><![CDATA[ 
Situ Gintung, Cirendeu Tanggerang Banten, dikenal sebagai wilayah serapan. Tempat rekreasi yang elok ceria. Disitu biasanya banyak khlayak yang memanfaatkan waktu senggang  untuk tempat piknik. Sekedar untuk melepas lelah,  mancing dan berteduh di sekitarnya. Namun Jumat subuh kemarin tiba-tiba saja sang situ yang berfungsi sebagai pengendali berubah menjadi penyebab banjir. Pasalnya karena daya tampung situ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2055&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;">Situ Gintung, Cirendeu Tanggerang Banten, dikenal sebagai wilayah serapan. Tempat rekreasi yang elok ceria. Disitu biasanya banyak khlayak yang memanfaatkan waktu senggang<span>  </span>untuk tempat piknik. Sekedar untuk melepas lelah,<span>  </span>mancing dan berteduh di sekitarnya. Namun Jumat subuh kemarin tiba-tiba saja sang situ yang berfungsi sebagai pengendali berubah menjadi penyebab banjir. Pasalnya karena daya tampung situ akibat hujan yang deras selama tiga hari tak tahan lagi. Lalu jebol meluluh lantahkan ratusan bangunan rumah dan hingga kini tidak kurang dari 57 nyawa hilang. Belum lagi lebih dari tiga puluhan yang hilang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;">Fenomena bencana alam Situ Gintung bukanlah hal yang pertama kali terjadi di bumi Indonesia tercinta. Banjir badang dan longsor sudah menjadi kejadian rutin. Lingkungan yang tidak tertata tampaknya <span> </span>semakin mengindikasikan merapuhnya bumi. Bumi sudah semakin terancam gara-gara eksploitasi sumberdaya alam yang semakin tak terkendali seperti perambahan liar hasil hutan, terumbu karang, dan pertambangan. Di daerah kota pun seperti Situ Gintung, tata ruang sudah tidak berlaku lagi. Yang ada cuma kekuasaan berlambang materi atau uang untuk melawan daya dukung lingkungan. Kualitas lahan, air dan udara semakin memprihatinkan karena ulah manusia yang tamak alias rakus. </span><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Padahal Allah berfirman: <em>Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar </em>(al-Hijr; 85). </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI"><span style="font-size:small;"><span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="FI">Dari sisi politik, keseriusan <span> </span>pemerintah untuk melakukan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berwawasan kelestarian lingkungan seharusnya semakin difokuskan. </span><span style="font-family:&quot;" lang="PT-BR">Tidak parsial. Artinya, pada<span>  </span>pembangunan tiap sektor seharusnya<span>  </span>konsep bumi sehat <span> </span>dan asri menjadi bagian tak terpisahkan. Indonesia sangat berkepentingan dalam menyelamatkan bumi. Diperkirakan seluas 65 juta hektar (43%) lahan subur sejak era orde baru telah menjadi lahan kritis (Ivana A Hadar, Kompas, 22 April 2006). Kalau tidak segera dibenahi serius dapatlah dibayangkan bahwa bumi Indonesia akan semakin parah. Tidak ada lagi ruang teduh untuk bernaung. Tidak ada lagi ruang untuk bernapas segar. Tidak ada lagi<span>  </span>air sebagai sumber kehidupan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="PT-BR">Suatu ketika tidak ada lagi sisa-sisa bumi yang bersih dan lestari untuk diwariskan pada anak cucu bangsa. Lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa karangan Ismail Marzuki&#8230;<em>Indonesia yang indah permai</em>&#8230;cuma sekedar impian; jauh dari kenyataan. Karena itu sangat dianjurkan untuk waspada terhadap bencana yang dikarenakan ulah manusia itu sendiri. <em>Maka mereka kembali dengan ni&#8217;mat dan karunia<span>  </span>dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah.<span>  </span>Dan Allah mempunyai karunia yang besar </em>(Ali Imran; 174).<strong><em> </em></strong><span> </span></span><span style="font-family:&quot;" lang="IT">Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga arwah korban bencana diterima di sisi Allah swt .<span> Amiin.  </span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/2055/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/2055/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/2055/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=2055&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/03/27/situ-gintung-tak-beruntung-ketamakan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TINGKAH MANUSIA VS ALAM MURKA?</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/02/24/tingkah-manusia-vs-alam-murka/</link>
		<comments>http://ronawajah.wordpress.com/2009/02/24/tingkah-manusia-vs-alam-murka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 20:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/?p=1875</guid>
		<description><![CDATA[ 
Kejadian yang bertubi-tubi seperti banjir dan longsor belakangan ini di berbagai daerah disebabkan penggundulan hutan di daerah hulu semakin merajalela. Luas lahan hutan lindung yang tinggal 18% di Jawa akan selalu mengancam terjadinya longsor dan banjir ketika hujan dengan curah hujan tinggi terjadi. Daya tampung tanah bergembur untuk menyerap air sangat terbatas. Tanah juga bersifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=1875&subd=ronawajah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"><span style="font-size:small;">Kejadian yang bertubi-tubi seperti banjir dan longsor belakangan ini di berbagai daerah disebabkan penggundulan hutan di daerah hulu semakin merajalela. Luas lahan hutan lindung yang tinggal 18% di Jawa akan selalu mengancam terjadinya longsor dan banjir ketika hujan dengan curah hujan tinggi terjadi. Daya tampung tanah bergembur untuk menyerap air sangat terbatas. Tanah juga bersifat labil dan mudah bergeser. Dengan kemiringan topografi <span> </span>yang terjal menambah faktor yang membuat daerah itu mudah longsor. Sementara itu pengelolaan lingkungan yang optimum semakin terabaikan. Padahal studi yang menyangkut aspek lingkungan sudah begitu banyaknya. Manual<span>  </span>petunjuk tanda-tanda akan terjadinya bahaya longsor dan banjir juga cukup banyak. Namun mengapa bencana masih juga terjadi? <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="IT"><span>            </span>Sebagai faktor <span> </span>penyebab utama bencana itu sebenarnya <span> </span>adalah ulah manusia sendiri. </span><span style="font-family:&quot;" lang="ES">Saya yakin mereka sebenarnya mengetahui dan memahami akan bahaya perambahan hutan dan bahaya longsor. Namun saya <span> </span>memperkirakan belum menjadi suatu sikap yang mantap terhadap perlunya memelihara kelestarian lingkungan. Pusat masalah boleh jadi karena faktor kemiskinan sehingga merambah hutan menjadi alternatif utama sumber pendapatan bagi mereka. Boleh jadi pula karena bandar-bandar besar<span>  </span>”rakus” sering menampung<span>  </span>hasil hutan tak legal, sambil <span> </span>berkolusi dengan petugas. <span> </span>Tanpa sadar fungsi hutan sebagai penyangga daya serap air semakin kritis. Di sisi lain fungsi kendali<span>  </span>tata ruang dan pengelolaan sumberdaya alam (SDA) dari pemerintah, khususnya pemerintah daerah begitu terabaikan. Tindakan hukum kepada perambah dan penguras SDA hampir-hampir tidak ada. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;text-align:justify;margin:0 0 6pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:&quot;" lang="ES">Alam lalu ”murka” karena manusia melawan dan merusaknya. Terhadap alam, Allah mengingatkan: <em>Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut (ukuran)</em> (al-Qamar; 49). Lambat tetapi pasti, muncullah tragedi kemanusiaan berupa musibah banjir dan tanah longsor. Walau beribu kali program reboisasi dilakukan kalau mental manusia yang rakus tidak terubah dan diubah, tetap saja musibah itu akan menimpa dan berdatangan. Ternyata sebagian manusia<span>  </span>tidak mau belajar dari setiap kejadian alam. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Ampunilah kami ya Allah. </span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ronawajah.wordpress.com/1875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ronawajah.wordpress.com/1875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ronawajah.wordpress.com/1875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ronawajah.wordpress.com/1875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ronawajah.wordpress.com/1875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ronawajah.wordpress.com/1875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ronawajah.wordpress.com/1875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ronawajah.wordpress.com/1875/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ronawajah.wordpress.com/1875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ronawajah.wordpress.com/1875/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ronawajah.wordpress.com&blog=1016054&post=1875&subd=ronawajah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ronawajah.wordpress.com/2009/02/24/tingkah-manusia-vs-alam-murka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b645da6ee17b89f1c1653d63c1d967b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ronawajah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>