Sumberdaya manusia (SDM) merupakan unsur sangat pokok dalam suatu perusahaan. Tidak mungkin organisasi atau bahkan insan bisa melakukan kegiatan tanpa adanya potensi yang dimilikinya. Potensi seseorang tersebut adalah kondisi fisik seperti kesehatan, postur, dan berat badan. Sementara potensi lainnya adalah tingkat pendidikan, pengetahuan, ketrampilan, pengalaman kerja, motivasi dan etos kerja. Di sisi lain tiap SDM seseorang memiliki keunikan dibanding unsur lain seperti punya emosi, intuisi, keinginan, kebutuhan, dan masalah masing-masing. Dalam konteks organisasi modern maka perusahaan membutuhkan suatu perencanaan program jangka panjang. Maka ketika itulah juga SDM perlu direncanakan untuk meningkatkan kinerjanya yang disebut sebagai investasi SDM.
Investasi SDM dapat berupa pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan serta pengembangan. Namun dapat juga berupa peningkatan kesehatan baik fisik maupun mental. Pemikiran betapa pentingnya investasi SDM didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, perusahaan akan selalu menghadapi persaingan dari waktu ke waktu. Tidak saja dalam hal produk dan harga namun juga dalam hal sumberdaya manusia. Kedua, SDM merupakan unsur investasi efektif suatu perusahaan. Jadi karyawan perlu selalu ditingkatkan dan dipelihara pengetahuan, sikap dan ketrampilannya. Ketiga, investasi SDM baru bisa dilaksanakan dengan efektif kalau diposisikan sebagai bagia dari strategi perusahaan. Disinilah peran manajemen puncak menjadi sangat stratejik.
Tentunya unsur-unsur yang memengaruhi keberhasilan investasi SDM bagi karyawan maupun perusahaan cukup beragam dan tidak berdiri sendiri. Ada beragam faktor lainnya. Yang utama adalah pentingnya motivasi karyawan. Mereka seharusnya menganggap investasi SDM sangat berguna untuk menambah mutu SDM dan kinerjanya. Tanpa adanya motivasi maka investasi SDM akan percuma saja. Selain itu mereka juga harus memeroleh kejelasan tentang remunirasi dan karirnya setiap pascainvestasi. Hal ini penting sebagai pengakuan agar para karyawan terstimulasi untuk selalu meningkatkan komitmen, kedisiplinan dan kepedulian pada perusahaannya.
Investasi SDM akan berjalan efektif ketika ada dukungan besar dari manajemen puncak. Dan tentunya dukungan seluruh karyawan. Hal ini akan terlihat dari perencanaan bisnis perusahaannya dengan dukungan dana yang cukup. Disitu ada perencanaan peningkatan mutu SDM lewat investasi yang terukur. Apakah dilihat dari besarnya investasi, output dan outcome yang dihasilkannya. Tidak saja untuk perusahaan namun juga bagi karyawan. Untuk itu harus ada perencanaan dan pengembangan karir karyawan yang berorientasi pada kompetensi dan kinerja. Ini adalah bentuk perencanaan perusahaan yang terintegrasi.
Maret 28, 2012 at 8:33 am
TERIMA KASIH ATAS TULISAN BAPAK…DAN IJINKAN SAYA MENGKOPYNYA UNTUK DAPAT SAYA BAGIKAN PADA MEREKA YANG MEMERLUKAN….SEMOGA BAPAK DAN KELUARGA SELALU DALAM LINDUNGAN DAN LIMPAHAN KARUNIA-NYA…AAMIIN
Maret 28, 2012 at 10:17 am
mas susilo…silakan dengan senang hati…doa mendoakan