KEBANGGAAN DAN RASA SYUKUR SEORANG DOSEN

 

         Hari ini saya menghadiri orasi ilmiah tiga orang perempuan Guru Besar IPB. Salah satunya adalah mantan bimbingan saya ketika dia menempuh pendidikan S1 dan S2 sekitar dua puluh tahun lalu. Tentunya hal ini sangat membanggakan dan sekaligus rasa syukur saya. Dengan demikian sejak kini  saya dan dia sudah  sama-sama profesor. Suatu kejadian yang saya anggap langka dari sejumlah mantan bimbingan saya selama ini.

          Sampai saat ini tidak kurang dari 450 orang alumni IPB (strata 1-3) yang pernah saya bimbing. Kalau mahasiswa yang pernah saya ajar, khususnya dalam ilmu Pengantar Ekonomi, Pengantar Manajemen, Pembangunan Pertanian, Manajemen SDM, Teori Organisasi, dan Kebijakan Pertanian, diperkirakan jumlahnya ribuan. Kini mereka tersebar sebagai dosen, birokrat, anggota legislatif, peneliti, dan wirausaha. Kalau saya hitung paling tidak terdapat ratusan lulusan IPB yang sudah berhasil sebagai akademisi dan pengamat sosial ekonomi tingkat nasional bahkan internasional seperti itu.

          Diperoleh kabar tidak kurang sebanyak 40 orang yang kini sedang menduduki jabatan eselon satu di pemerintahan. Disamping ada yang sebagai menteri dan presiden, hahaha. Bahkan beberapa diantaranya sudah lebih awal menjadi guru besar dibanding saya. Tentunya salahsatu unsur keberhasilan mereka adalah hasil proses pembelajaran yang dilakukan oleh suprasistem yaitu semua dosen yang berdedikasi tinggi disamping karena kemampuan dan upaya mereka sendiri.

            Sebagai dosen, saya bangga sekali dengan keberhasilan mereka. Tiada kata lain yang meluncur kecuali ungkapan rasa syukur….. yang mensyukuri ni’mat-ni’mat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus (An-Nahl; 121). Kebanggaan itu semakin bertambah ketika mereka membawa tambahan ilmu pengetahuan untuk dikembangkan, paling tidak di kampus IPB. Para mahasiswa baru tentunya semakin terbantu dan semakin kaya ilmu. Harapannya adalah mutu lulusan IPB semakin unggul.

           Bagi saya, sebagai orang yang pernah menjadi guru mereka, sekarang tidak mau kalah untuk menimba ilmu…..lalu saya “berguru” pada mereka. Dalam kesempatan tertentu saya biasa meminta informasi buku ilmu ekonomi, organisasi dan manajemen apa saja yang mereka miliki. Dan tidak segan-segan saya minta diajari bagaimana menjelaskan dan menggunakan suatu teori dan model analisis mutahir yang belum saya ketahui. Saya butuh itu sekalipun dari seorang mantan mahasiswa saya. Nah itulah senangnya bekerja di perguruan tinggi. Tidak mengenal bentuk hirarki struktural dan fungsional. Yang ada cuma suasana kolegial. Tidak perlu ada sungkan.

5 Komentar

Filed under Kampus, Komunikasi, Mutu, Pendidikan, Profesi dan karir, Sebagai dosen

5 Respon untuk KEBANGGAAN DAN RASA SYUKUR SEORANG DOSEN

  1. Saya ingin.. sekali jadi dosen pak.. doakan aplikasi saya beberapa hari nanti diterima salahsatu perguruan tinggi swasta di Bekasi.. amin.. walau berkali2 gagal, tapi saya terus berusaha menjadi dosen.. paling tidak saat ini baru jadi dosen D1 dan D2 :( karena belum kelar S2..

  2. Alhamdulillah…
    Terima kasih, Bapak telah mengingatkan saya (yang juga seorang dosen) tentang rasa bangga dan syukur. Hingga saat ini, sejak 25 tahun yang lalu, saya merasa bangga sebagai alumni IPB dan sangat besyukur pernah bertemu dan dididik oleh dosen-dosen yang bagus, baik, dan berdedikasi sangat tinggi seperti Bapak. Terima kasih Pak Sjafri, terima kasih dosen-dosenku…..semoga Allah SWT membalas keihklasanmu dalam membimbing dan mendidik kami, juga anak-anak kami…..

  3. Syarif A,Yulhaj

    assalamualaikum Pak Prof, Senang saya bisa menemukan blog ini ,, Saya fresh graduate yang lagi galau mencari pekerjaan, hehehe :) ,, mohon bimbingannya Prof, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s