Sekali lagi tentang persaingan. Ketika penetapan ACFTA harus segera dijalankan maka isu tentang persaingan kembali mencuat ke permukaan. Pasalnya adalah apakah para pebisnis nasional sudah siap bersaing dengan China. Ada cukup banyak pendekatan agar perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain. Salah satunya adalah dengan menekan biaya operasional dan menawarkan harga barang atau jasa yang lebih murah kepada pelanggan. Agar harga yang lebih murah tetap berlanjut, pemimpin perusahaan harus membangun kompetensi intinya dalam hal biaya pengelolaan. Dave Ulrich dan Norm Smallwood (How Leader Build Values,2003) menyebutkan ada tiga pilihan pokok bagaimana mengurangi biaya yakni meningkatkan produktivitas, perbaikan proses, dan perbaikan proyek.

         Produktivitas dapat ditingkatkan melalui dua pendekatan umum yakni pertama mengembangkan kompetensi dalam hal cara-cara baru mengerjakan sesuatu dan kedua dengan mengurangi biaya karyawan. Sementara, pendekatan perbaikan proses menekankan pada langkah-langkah proses pekerjaan yang mampu mengurangi kerusakan produk, meningkatkan mutu produk dan omset penjualan, dan menghemat waktu kerja. Sedangkan perbaikan proyek menekankan tentang efisiensi investasi. Bagaimana dengan investasi perusahaan dapat memperoleh manfaat finansial dan ekonomi. Dengan manfaat finansial dimaksudkan agar perusahaan mampu mengurangi biaya produksi dan harga jual produk yang lebih murah. Sedangkan manfaat ekonomi, perusahaan dapat menyerap tenaga kerja baru yang bermutu dan memelihara lingkungan. Cara-cara baru yang lebih efisien antara lain dalam bentuk mengurangi birokrasi, mengurangi tugas-tugas yang tidak perlu, hemat waktu dalam bekerja, dan penggunaan teknologi hemat tenaga kerja. Salah satu cara mengurangi biaya karyawan yang paling praktis adalah dengan mengurangi jumlah karyawan.

          Namun cara ini harus dipertimbangkan secara hati-hati mengingat pasti akan mengalami pemutusan hubungan kerja. Protes-protes keras bisa jadi timbul yang pada gilirannya akan menggangu proses produksi. Karena itu harus dilakukan identifikasi masalah apakah efisiensi perusahaan hanya ditentukan oleh jumlah karyawan ataukah efiensi kerja karyawan. Atau dengan kata lain mutu kerja karyawan. Kalau ternyata efisiensi kerja karyawan yang rendah maka harus ditelaah ulang apakah karena disebabkan faktor karyawan ataukah karena faktor lingkungan kerja seperti kurangnya fasilitas kerja dan lemahnya manajemen kepemimpinan.

          Masalah lain yang mungkin muncul adalah ketika perusahaan akan menetapkan harga jual barang atau jasa yang lebih rendah. Dalam prosesnya harus benar-benar rasional. Kalau tidak maka justru yang terjadi, perusahaan itu alih-alih mampu bersaing namun malahan kolaps. Misalnya ada perusahaan penerbangan nasional yang beberapa waktu lalu menjadi idola para pelanggan dengan harga tiket yang termurah ketimbang perusahaan penerbang lainnya. Ternyata di tengah jalan perusahaan tersebut terpeleset jatuh pailit karena manajemen operasonal yang keropos.

          Karena itu perbaikan produktivitas harus didekati dengan opsi cara lain yaitu berupa perbaikan proses pekerjaan. Pendekatan ini menekankan pada langkah-langkah proses pekerjaan yang mampu mengurangi kerusakan produk, meningkatkan mutu produk dan omset penjualan, dan menghemat waktu kerja. Disini fungsi kendali mutu menjadi sangat strategis. Karena itu setiap proses pekerjaan benar-benar harus dirancang setiliti dan selayak mungkin. Di dalamnya ada pertimbangan-pertimbangan dalam segi bagaimana dengan pendekatan proses perusahaan mampu mengurangi pemborosan (waktu dan biaya), peningkatan pendapatan dan profit perkaryawan, dan tentu saja meningkatkan kepuasan pelanggan. Harapannya tentu tanpa mengurangi jumlah karyawan besar-besaran.

About these ads