Apa saja yang mungkin terjadi ketika karyawan menjalankan tugas dari manajer? Bisa berhasil dan bisa tidak. Ketidakberhasilan menjalankan tugas bisa jadi sebagai akibat timbulnya deviasi tugas karena distorsi informasi dari manajer. Karena itu sebelum pendelegasian dilakukan, para karyawan hendaknya memahami apa saja yang didelegasikan dan apa alasannya. Manajer harus mengetahui dengan tepat batasan kekuasaan sehingga individu dapat menjabarkan gambaran tugas, konteksnya dan tempatnya dimana. Klarifikasikanlah bagaimana manajer akan menyelia tugas dan menilai kinerja karyawan. Siap-siaplah untuk menyesuaikan gaya kepemimpinan manajer. Suatu kepercayaan diri yang meningkat mungkin saja dapat menjadi kekuatan seseorang untuk mampu mengungkapkan emosinya karena keterlibatan manajer yang berlebihan.
Agar pendelegasian tugas berjalan sesuai harapan maka manajer perlu mengkomunikasikan berbagai segi tugas yang mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan kepada karyawan yang akan menerima tugas dari manajer. Untuk itu beberapa penjelasan dari manajer yang perlu dikomunikasikan kepada karyawan:
(1) Jelaskanlah secara umum jenis tugas yang akan didelegasikan dan apa alasannya termasuk tujuannya,
(2) Jelaskanlah tentang tugas secara rinci dan batasan-batasan wewenang dan tanggung jawab yang manajer berikan. Manajer juga perlu menjelaskan apa yang akan manajer lakukan selama tugas itu dilaksanakan karyawan; apakah manajer akan selalu bersedia untuk menjadi tempat bertanya, memberikan dukungan moril, memberi peluang ikut pelatihan, dan dukungan sumberdaya.
(3) Jelaskanlah kepada semua karyawan mengapa manajer mendelegasikan tugas pada karyawan tertentu untuk mencegah timbulnya keheranan, kecurigaan dan kecemburuan, mencegah koordinasi yang buruk, dan meminta orang lain membantunya.
(4) Jelaskanlah standar proses dan keberhasilan tugas yang diberikan termasuk batas waktu serta kriteria dan ukuran tujuan yang ingin dicapai.
Semakin paham karyawan akan isi tugas seperti tujuan,hasil yang diharapkan dan prosedur pelaksanaannya akan semakin berhasil karyawan memenuhi permintaan dan harapan manajernya. Suasana bathin yang menyenangkan akan ikut memerlancar pelaksanaan tugas. Karena itu hubungan antara manajer dan karyawan sebaiknya dibina sedemikian rupa agar ketika manajer membutuhkan karyawan untuk suatu pelaksanaan tugas akan berhasil dengan baik.













ini bisa dijadikan pegangan oleh siapapun yg di setiap ahrinya selalu dihadapkan akan tugs sehari2 kita
makasih ….
Salam
Oleh: Aribicara on November 12, 2009
at 12:43 am
ya aribicara…semoga bermanfaat…
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 12, 2009
at 11:35 pm
Terima kasih Pak Sjafri..
Kebetulan saya sedang diamanati untuk mengkoordinir suatu pekerjaan. Artikel2 seperti ini pasti berguna
Oleh: nonadita on November 12, 2009
at 11:16 am
sama-sama nonadita…semoga semua artikel ini bermanfaat….salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 12, 2009
at 11:36 pm
Bapak Prof. Sjafri Yth.
Membaca artikel singkat yang Bapak sampaikan, sepertinya tugas untuk menjadi pemimpin/imam bagi orang lain bukanlah pekerjaan yang mudah, selain dia harus bertanggungjawab penuh atas kepemimpinannya dia juga harus bisa tampil ganda-disuatu saat dia tampil sebagai pemimpin tapi disaat yang lain dia akan tampil sebagai teman-pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya dan pada saatnya nanti kepemimpinannya akan dimintai pertanggungjawabannya. Tetapi kenapa orang-orang berlomba-lomba ingin menjadi pemimpin?kalau perlu menghalalkan segalah cara..Mohon Bapak Prof. Sjafri dengan keikhlasan hati dapat menjelaskan.
Oleh: barika on November 13, 2009
at 3:37 pm
ya barika…itulah yg disebut sebagai pemimpin yg amanah…berloma-lomba menjadi pemimpin?…sah-sah saja kalau dikaitkan dengan fastabikul khairat,berlomba-lomba dalam kebaikan….cuma caranya yg harus bersih…kalau tidak maka berarti sejak awal calon pemimpin itu sudah tidak amanah….alias menghalalkan segala cara…
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 15, 2009
at 12:51 pm
Asallamualaikum Pak,
Memang benar Pak, informasi/tugas yang disampaikan merupakan guide/panduan/batasan bagi pengirim dan penerima shg tercipta persepsi yg sama terhadap tugas yg di deliver. Tugas yang dikomunikasikan berfungsi sbg pemersatu persepsi dalam mencapai tujuan. Semakin detail info yg disampaikan diharapkan semakin kecil peluang distorsi yang muncul. Simbol-simbol dan kekaburan isi pesan yang menyertai sering juga merupakan masalah. Hubungan baik manajer dan karyawan sebagai pemberi dan penerima tugas sangat mendukung kelancaran penyampaian tugas. Hubungan yang baik akan mempengaruhi suasana batin, menjadi menyenangkan, dan secara langsung mendukung tersampaikannya dan terlaksanakannya tugas. Tugas berfungsi juga sebagai kendali (kontrol, pengawasan) bagi pemberi tugas.
Dan bagi saya sbg penerima, tugas juga berfungsi sebagai motivasi dalam mencapai suatu tujuan. Adanya tujuan yang ingin dicapai dalam tugas yang diberikan, merupakan goal/tujuan, dan hal inilah yang memacu saya. Dan apabila tugas yang disampaikan disertai dengan tekanan-tekanan, komunikasi yang diciptakan merupakan pengungkapan emosional dan ungkapan dari tingkat kepentingan tugas. Pemberi tugas akan menekankan di bagian-bagian mana yang dianggap penting dan diutamakan.
Demikian pak, mohon maaf bila tidak berkenan.
Oleh: TS Agsutin on November 19, 2009
at 12:07 am