Oleh: sjafri mangkuprawira | November 9, 2009

TUAN: TOLOOONG

 

      Terkait dengan hinggar bingarnya fenomena korupsi akhir-akhir ini, saya mengutip artikel humor yang dimuat di situs Ketawa.Com (modifikasi dari Teguh Setya Nugraha, 28 Sep. 2006). Inti pembelajaran dari tulisan itu, proses penegakan hukum khususnya dalam hal pemberantasan korupsi bukanlah barang mudah. Perlu keberanian dan ketegasan dari aparatnya secara taat asas. Namun dalam kenyataan, hasilnya masih belum memuaskan. Berikut ceritanya.

        Seorang pengusaha yang menghabiskan akhir pekannya dengan memancing di sebuah danau, menemukan sebuah botol yang terapung dan tertutup rapi yang segera dihampiri dan diambil oleh sang pengusaha. Penasaran…, si pengusaha membuka tutup botol, lalu tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan menjadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pengusaha. "Terimakasih tuan; Tuan telah membebaskan saya, untuk ini tuan disilakan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya" kata Jin, seperti format biasa tanda terimakasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.

        Setelah kagetnya reda, si pengusaha itu terdiam sejenak lalu dia berkata, "Baiklah Jin, saya ingin tahun ini ada tiga perubahan besar terjadi di negeri saya Indonesia ini: pertama, saya ingin nilai tukar rupiah di negeri saya ini kembali menjadi Rp. 8.500 per 1 dollar US; kedua, saya mau semua uang hasil korupsi baik oleh swasta ataupun pejabat pemerintah dikembalikan kepada rakyat dan semua pelakunya dipenjarakan. Ketiga, saya ingin hukum benar-benar bisa ditegakkan di negeri saya ini."

       Sang Jin berpikir sejenak kemudian, menggeleng-gelengkan kepala. Pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk kedalam botol itu kembali. Dari dalam botol si Jin berseru:
                          "Tuan, tolooong botolnya ditutup kembali…!!!!!."


Tanggapan

  1. masih ada harapankah?
    apa justru mari kita ciptakan harapan, supaya jin itu mengabulkan :-)

    mudah-mudahan negeri kita jadi lebih baik, amin

    • kang alif…insya Allah masih ada harapan…Allah menjanjikan setelah kesulitan datang kemudahan…namun tentunya terus berupaya keras melawan kezaliman diri dan orang lain…

  2. Kalau saya pernah membaca cerita yang lain prof. Ceritanya 3 orang masing2 orang Amerika, orang Inggris dan orang Indonesia yang tengah terjebak di laut karena kapalnya karam. Tiba2 mereka menemukan sebuah botol berisi jin juga. Mereka juga dikasih tiga buah permintaan namun karena mereka menemukannya bersama2 mereka masing2 dapat jatah satu permintaan. Si orang Amerika baru kehilangan pekerjaannya tapi karena ia optimis dengan keadaan negaranya ia meminta agar segera dapat kembali ke negaranya. Si orang Inggris juga walaupun dia baru kehilangan pekerjaannya, dia juga optimis akan dapat bekerja lagi di negaranya ataupun di negara2 Uni Eropa lainnya untuk itu ia minta segera dapat kembali ke negaranya. Si orang Indonesia juga baru saja kehilangan pekerjaannya, namun dia pesimis melihat negaranya yang tak kunjung pulih, korupsipun melanda di mana2 memperburuk keadaan ekonomi. Ia tidak berminat untuk kembali ke Indonesia tetapi kalau si Amerika dan si Inggris pergi meninggalkan dirinya maka ia akan sendiri terombang-ambing di laut, untuk itu ia meminta si jin untuk mengembalikan si Amerika dan si Inggris kembali ke laut bersamanya…

    • hahaha kang yariNK…orang indonesia itu mudah-mudahan tidak menggambarkan atau merepresentasikan tentang ciri-ciri bangsa kita…yakni karena sudah parahnya kondisi so-ek-pol di indonesia maka lalu muncul rasa pesimis,tiada harapan, dan kebergantungan pada orang lain….

  3. Hukum di negara kita telah banyak “dipermalukan” oleh masyarakatnya sendiri. Perlu adanya kesadaran dari semua pihak baik penegak hukum maupun masyarakat.
    Salah satu kasus yang cukup menggelitik adalah tayangan EMPAT MATA yang dimainkan oleh Tukul. Ketika Komisi Penyiaran Indonesia melarang tayangan tersebut karena dinilai
    melanggar beberapa pasal dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS).
    Kemudian siaran tersebut diganti dengan nama BUKAN EMPAT MATA yang hampir sebagian besar materi tayangannya sama.
    …wah ngece (ngejek) banget khan…

    • ya mas wirawan…itu artinya penegakkan hukum hanya dari kulitnya-kulitnya saja…bukan subtansi pelanggarannya…ya ada baiknya dikembangkan budaya malu untuk berbuat buruk…diawali dari keluarga dan diri kita sendiri….

  4. demikianlah Pak, negeri ini akan mempunyai masyarakat bermental seperti jin yg diceritakan, jika dibiarkan oleh para Ulama (ahli ilmu) dan Umara (yg memimpin kita). artinya solusi selalu ada tetapi saatmana yang dilihat adalah “keruwetannya” dulu dan segera mengibarkan “bendera putih” apalah lagi fungsi manusia (Indonesia) sebagai pemimpin yang diamanahkan Nya.
    semoga “humor” tadi tidak mengecilkan nyali pembacanya, manusia Indonesia.

    : )

    • ya mas hartanto…semoga bangsa kita dijauhi dari sifat-sifat jin…yg suka menggangu dan mengambil hak orang lain….peran ulama dan umaro seharusnya diawali dari keteladanan perilakunya…mengapa ? maaf, karena tidak jarang pemimpin dari dua golongan itu sendiri yg terjerat persoalan hukum….

  5. Membaca tulisan singkat Bapak Prof. Syafri di awal cerita, merupakan keprihatinan yang mewakili seluruh rakyat Indonesia saat ini. hal ini merupakan cerminan kepedulian kita semua sebagai rakyat Indonesia untuk menyelamatkan negeri tercinta. Bertepatan dengan peringatan 10 November 2009 yang jatuh pada hari ini dimana saya menulis. Saya kira tidak salah kalau pada hari ini kita semua bertekad untuk menjadi pahlawan bagi negeri kita, yaitu menjadi manusia Indonesia anti korupsi. Dan tidak salah juga kalau pada hari ini pemerintah “berkampanye” mengusir penjajah tanpa bentuk bernama korupsi. Merdeka dari korupsi.

    • ya barika…betul kita harus punya satu tekad..perangilah jiwa korup….mulai dari diri sendiri…

  6. indonesia sudah mengalami beberapa kali perubahan paradigma bernegara, mulai dari zaman belanda, jepang, orde lama, orde baru, reformasi.
    masing-masing zaman memililiki pengaruh yang begitu hebatnya terhadap tatanan hidup bermasyarakat. dari zaman kezaman periode ini terus saja berubah…setiap perubahan tentunya ada saja yang baik dan buruk..banyak harapan pada masa reformasi bisa menciptakan kondisi yang baik terhadap masyarakat dan negara..eh ternayata sanagat jauh dari harapan..menurut bapak apakah revolusi itu perlu dalam kondisi seperti ini atau kah memang di perlukan revolusi untuk merubah sebuah negara menjadi lebih baik..ketidak percayaan masyarakat terhadap pemerintah sudah tdk diragukanlafi, ketidak pastian hukum tidak jelas, hakim,jaksa, polisi dan penegak hukum lainnya bisa diatur dgn uang..perlukah revolusi karena reformasi gagal…

    • bung indra…revolusi dan reformasi adalah alat untuk suatu perubahan dari yg kurang baik menjadi lebih baik..yg membedakan cuma dalam hal dimensi waktu dan obyeknya…revolusi menjalankan perubahan yg berorientasi sangat mendasar dan total dalam tempo yg relatif singkat ketimbang reformasi….revolusi cenderung selalu dikaitkan dgn istilah gerakan kekiri-kirian,kudeta, dan berdarah-darah dan ini berkait semacam treade marknya aliran sosialis….walaupun ada yg berpendapat tidak selalu berdarah-darah…..sementara reformasi tidak seperti itu …yakni perubahan mencolok atau pengembalian ke suatu yg dianggap sebagai bentuk awal yg murni atau semacam adanya peningkatan dari yg sudah ada ke arah yg semakin baik..…jadi hemat saya yg jauh lebih mendasar bagaimana reformasi dapat dijalankan sedemikian rupa secara fokus,terprogram, dan taatasas dalam berbagai sisi seperti sistem,sumberdaya manusia,hukum, dan birokrasi….dengan pengendalian dan pengawasan serta evaluasi pelaksanaan dan hasil prgram yg intensif….

  7. Maaf pak Sjafri, kata Cak Nun dulu, di Indonesia ini malaikat saja bisa jadi syetan…. >_<

    Tetap optimis Indonesiaku tercinta…

    • masajar….Nabi Muhammad dalam suatu riwayat hadist ketika ditanyakan apakah dia juga punya jin pendamping. “ya” katanya,…..namun Allah telah menolongku mengatasinya, sehingga jin itu menyerah dan tidak lagi mendorong ke arah yang buruk tapi justru ke arah yang baik…..setan tersebut dikatakan telah menyerah dan tidak lagi membisiki dengan suatu perbuatan jahat tapi perbuatan baik,…..dengan kata lain, menjadi penolong dalam pembentukan kehidupan yang lebih tinggi / suci.

  8. jin itu makhluk ciptaan Allah…
    jin saja nyerah disuruh ngabulin 3 permintaan…
    makanya, mintanya sama ALLAH…
    hingga detik ini saya masih bertanya…
    jujur…
    jika ada yang mau memberikan referensi…

    sebenarnya dengan indonesia menganut pancasila itu apakah sudah benar????
    ko begini hasilnya???
    kenapa kita di setiap ceramah agama disuruh “berimanlah dan bertaqwa kepada Allah SWT”???
    beriman dan bertaqwa itu artinya menjadikan Al-quran itu pedoman hidup, sedangkan di negeri ini disuruh menjadikan pancasila sebagai pedoman hidup…kalau begini caranya pancasila itu bekerja,,,lebih baik nurut kata bang haji “beriman dan bertaqwa hanya Kepada Allah SWt” mudah mudahan selamat dunia akhirat..amin

    • ya bung brian…bagi orang islam pegangan hidup itu memang alquran dan hadists…sementara pancasila bagi indonesia yg pluralistik….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori