Oleh: sjafri mangkuprawira | Oktober 15, 2009

MENGELOLA RAPAT SECARA EFEKTIF

 

       Rapat di tiap unit kerja adalah forum untuk mengambil keputusan tertentu. Setiap keputusan yang ingin dibuat tentunya yang terbaik. Hal itu berkait dengan kepentingan unit, individu karyawan, dan perusahaan. Dalam prakteknya proses penyelenggaraan dan hasil rapat mungkin kurang memuaskan. Dalam arti bahwa ketika rapat berlangsung sering tidak memiliki agenda dan arah yang jelas, pembicaraan ngalor-ngidul, waktu bicara sulit diatur, pimpinan rapat tidak mampu memimpin rapat dsb. Akibatnya hasil rapat tidak optimum.

       Rapat adalah salah satu bentuk komunikasi. Di dalamnya ada interaksi antarpeserta rapat dan antara pimpinan rapat dengan peserta. Interaksi itu berupa tukar pikiran, diskusi, dan debat. Dari interaksi itu maka dihasilkan keputusan rapat. Seberapa jauh rapat berjalan dan dengan hasil efektif antara lain akan sangat dipengaruhi oleh persiapan rapat, peran pimpinan rapat, partisipasi aktif peserta, dan penerapan metode rapatnya serta fasilitas pendukung. Dalam hal ini manajer suatu unit kerja harus sudah memersiapkan beberapa hal yaitu:

  1. agenda yang akan dibahas; harus fokus dan jelas butir-butir bahasan yang akan didiskusikan, apakah bersifat umum atau spesifik, dan apa yang ingin diputuskan;
  2. siapa saja yang akan diundang rapat; akan sangat bergantung pada jenis rapat, lingkup bahasan, dan tujuan rapat; apakah juga melibatkan mereka yang di luar unit kerja
  3. bagaimana tatakerja rapat diselenggarakan; termasuk di dalamnya tatacara dan tatatertib berdiskusi dan pengambilan keputusan rapat; misalnya tentang pembagian giliran bicara, bagaimana kalau terjadi deadlock, dan apakah setiap keputusan melalui musyawarah atau pemunggutan suara;
  4. siapa yang memimpin rapat; siapapun yang memimpin rapat bukan sekedar pengatur waktu giliran bicara namun harus memahami apa isi agenda, piawai memimpin rapat, komunikatif, bijaksana dalam mengatur waktu dan giliran bicara, mampu meredakan konflik, dan mampu menyimpulkan hasil rapat yang bisa diterima semua peserta rapat;
  5. siapa yang menjadi sekertaris; yaitu dia yang mewakili pimpinan rapat, memahami isi agenda, membuat catatan pembicaraan, dan membuat konsep keputusan rapat;
  6. siapa yang menjadi notulis; yaitu bisa berjumlah 1-2 orang yang bertugas untuk mencatat keseluruhan isi pembicaraan setiap peserta rapat; dan membuat catatan rapat untuk diberikan kepada sekertaris sebagai bahan perumusan keputusan rapat;
  7. kapan dan dimana diadakan; lamanya rapat akan bergantung pada jenis, lingkup rapat, dan keputusan yang diambil; bisa beberapa jam sampai 1-2 hari; dan diadakan di tempat yang nyaman (cukup luas, tidak panas atau lembab, cahaya yang terang, meja dan kursi yang cukup, dan fentilasi yang baik);
  8. alat-alat yang perlu disediakan, seperti komputer, pengeras suara, LCD, alat tulis menulis,dsb;
  9. konsumsi berupa makanan (kecil dan atau besar) dan minuman sesuai kebutuhan; semakin panjang waktu rapat semakin dibutuhkan konsumsi;
  10. penyampaian undangan rapat (agenda terinci, waktu yang jelas, dan lokasi rapat) berikut bahan-bahan rapat; idealnya undangan rapat telah sampai seminggu ke peserta sebelum waktu rapat dimulai; maksudnya agar semua peserta sudah memrioritaskan untuk hadir dan sudah dapat memersiapkan diri dengan gagasan-gagasan,

       Dengan asumsi rapat sudah dipersiapkan dengan matang maka keberhasilan proses dan keputusan rapat sangat bergantung pada dua “pemain” utama yakni pimpinan dan peserta rapat. Karena itu pimpinan rapat harus melakukan beberapa hal berikut :

1. sebaiknya hadir lebih awal ketimbang peserta rapat untuk menunjukkan  kesungguhan dalam memimpin rapat;

2. sebelum rapat, pimpinan dan peserta rapat di lokasi rapat melakukan obrolan-obrolan rileks dalam rangka membangun suasana hangat;

3. membuka rapat kalau jumlah yang hadir sudah dianggap memenuhi persyaratan rapat; dan menguraikan tentang tatacara dan tatatertib rapat; namun yang sangat perlu diperhatikan adalah ketepatan waktu dimulainya rapat;

4. menjelaskan latarbelakang, maksud dan tujuan rapat; kemudian diikuti dengan penjelasan butir-butir bahasan yang akan didiskusikan; dan lalu diperlukan kesepakatan kolektif atas agenda tsb;

5. memberikan kesempatan kepada siapapun untuk berbicara; bisa secara langsung atau berdasarkan tiap sesi (maksimum 4 orang persesi);

6. mengatur proses diskusi misalnya melakukan kontrol agar pembicaraan fokus pada inti bahasan atau tidak bertele-tele, menghindari konflik antarpeserta dengan cara arif (tidak memihak) menjelaskan perbedaan-perbedaan yang ada diarahkan pada inti dan tujuan rapat; kalau terjadi kemacetan maka bisa dilakukan skors untuk waktu tertentu;

7. merumuskan konsep keputusan rapat dan kemudian disampaikan kepada forum untuk memeroleh tanggapan dan persetujuan; untuk membantu pimpinan rapat maka jika dianggap perlu dapat dibentuk tim perumus.

       Sementara itu agar proses dan hasil rapat berlangsung efektif maka peran peserta sangat penting. Mereka diharapkan sudah memersiapkan diri dengan isyu dan gagasan, ikut aktif memelihara jalannya rapat seperti tidak mendominasi pembicaraan, bertoleransi dengan setiap perbedaan, tidak menyinggung masalah-masalah pribadi dan SARA, tidak hanya mengritik pembicaraan orang lain tetapi juga memberikan gagasan, dan hadir dengan tertib. Dan lebih dari itu mereka harus sudah siap menerima setiap keputusan yang sudah disepakati. Tentu saja merealisasikannya dalam bentuk kerja nyata.


Tanggapan

  1. Saya sering memperhatikan betapa dominannya berbicara dan kekuasaan pimpinan rapat.Apakah karena rapat itu dipimpin sang atasan?.Sehingga peserta rapat yg semuanya bawahan enggan untuk bicara dan bahkan takut. Bagaimana sebaiknya pak?

    • bung rusli…seharusnya manajer berpegang pd tatacara dan tatatertib rapat….dan dalam keseharian manajer harus dekat dengan bawahannya…dlm pengertian untuk sering berkomunikasi tentang apapun…agar karyawan tidak merasa enggan bicara…

  2. Rapat yang baik adalah yang cicirikan komunikasi multiarah, fokus dan berorientasi tujuan. Untuk kepentingan kolektif, bukan berbasis kepentingan kelompok. Betul karena itu peran pimpinan dan peserta rapat sangat penting dlm memahami makna rapat.

  3. gmana sih cara menghilangkan grogi waktu memimpin meeting pada pengalaman pertama?

    • fitria…idealnya mereka yg akan memimpin rapat pertama kalinya pernah paling tidak menghadisiri suatu rapat …..lebih baik lagi pernah menjadi sekertaris dan notulen….namun yg penting adalah pelajari agenda dan isi materinya,apa jenis keputusan yg akan diambil,metodenya,pembagian waktu bicara, dan proses perumusan hasil sementara…memimpin dgn rileks,jangan ngotot dgn pendapat sendiri, dan jangan lupa sisipi humor sekedarnya….sebelum rapat perbanyak loby dgn sebagaian peserta rapat untuk icebreaking….salam rapat

  4. Pak Sjafri selamat pagi,
    Semoga Bapak sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Amin.
    Menarik artikel mengenai rapat, artikel ini ringkas namun padat dan sangat bermanfaat. Saya akan sedikit memperkaya dari pengalaman saya facilitate meetings, yang menurut saya mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan agak complicated. Hal ini bisa terjadi ketika kita diharuskan memimpin orang-orang yang mempunyai pengalaman tinggi dalam bidangnya, namun kebetulan itu bukan menjadi bidang kita. Misalnya, diharuskan memimpin para lawyer yang sudah pengalaman 20 tahun lebih, dengan tujuan melakukan revisi peraturan/ per Undang2an, atau memimpin para dokter untuk melakukan quality improvement dalam sub-sub proses di rumah sakit, atau para engineer, accountant dll. Dimana kita tidak expert dalam bidang tersebut. Ini suatu tantangan yang sangat menarik dan bisa menjadi suatu profesi yang menjanjikan penghasilan yang lumayan. Dalam hal ini, kita perlu juga menguasai dasar-dasar bidang tsb (tidak perlu terlalu banyak), namun harus benar-benar menguasai quality tools and methods, seperti quality tools: brainstorming, grouping, multivoting, selection grid, pareto, fishbone, forced-field analysis, diagram, survey dll, juga beberapa alat-alat statistik: six-sigma, lean sigma, spc dll. Dan quality methods seperti: PDCA (plan-do-check-action, FADE (fokus-analyse-develop-execute), EPIC (evaluate-prepare-implement-consolidate) dll. Quality methods tsb untuk memastikan proses yang sedang dilakukan akan mencapai tujuan, sedangkan quality tools untuk mendukung setiap sub-sub proses ketika mengambil keputusan. Dari methods dan tools, kita juga dapat mengatasi konflik atau perbedaan pendapat dengan minimized resiko seperti adanya hard feeling atau dominasi pembicaraan dll.. Juga agenda dibangun dari peserta, jauh hari sebelum meeting dimulai. Demikian juga, ground rules (tata tertib) meeting dibangun dengan melibatkan kesepakatan peserta dan ditempelkan didinding ruangan meeting. Pada akhir meeting, kita juga melakukan evaluasi meeting: what went well (PLUS) and what could be changed to improve the processes (DELTA). Pada akhirnya, meeting akan menghasilkan keputusan-keputusan dan action plan yang telah disepakati/ mengikat dan semua peserta mempunyai komitment untuk menjalankan apa yang menjadi tugasnya. Pak Sjafri telah memberikan payung besarnya tentang bagaimana mengelola rapat secara efektif, saya hanya sedikit memperkaya dengan prosesnya. Mudah-mudahan bermanfaat, sharing experience ini.
    Salam,
    Jeffrey

    • terimakasih bung jeffrey….atas ulasan yang kental dengan sisi teori….karena berkait dengan proses komunikasi dan pengambilan keputusan strategis…. maka keberhasilannya sangat ditentukan oleh beragam faktor….again thx for enrichment….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori