Yang ingin diulas disini bukan bagaimana proses pemilihan presidennya tetapi apa saja faktor-faktor penentu sampai seorang calon presiden terpilih menjadi presiden. Asumsinya proses berlangsung sah dan terlegitimasi. Yang pertama dilihat dari faktor keorganisasian dimana sang calon berasal. Dan kedua apa saja faktor-faktor yang mendorong rakyat menjatuhkan pilihannya pada calon tertentu. Kalau dilihat dari sisi keorganisasian maka beragam aspek yang bisa menentukan keberhasilan calon presiden antara lain adalah koordinasi organisasi yang solid, koalisi dengan berbagai kekuatan yang kompak, perencanaan kampanye yang baik, dukungan dana yang cukup, dan tim kampanye/sukses yang kreatif dan inovatif.

        Semakin intensifnya konsolidasi organisasi dan ketersediaan logistik yang didukung dengan proses kampanye yang menarik, cenderung semakin memungkinkan calon presiden akan terpilih. Sebaliknya kalau terdapat unsur kerapuhan seperti penggembosan di dalam tubuh organisasi maka hasilnya bakal tidak mulus. Plus kampanye yang sangat ofensif menyerang calon lain dan membanggakan diri pribadinya maka akan menimbulkan rasa tidak simpati rakyat pada calon bersangkutan. Tempat kampanye dari capres tertentu yang mencerminkan nuansa kerakyatan dan dekat rakyat ternyata tidak mampu mendongkrak simpati rakyat untuk memilihnya.

         Bagaimana dengan preferensi para pemilih? Dalam prakteknya memang preferensi rakyat dalam memilih akan beragam sesusai dengan identitas pribadi dan akses informasi yang dimiliknya. Identitas dalam hal ini antara lain tingkat pendidikan, status dalam keluarga, tingkat pendapatan, keanggotaan partai, pengalaman berorganisasi, tingkat loyalitas pada partai, dan lapangan pekerjaan. Begitu juga diduga pemilikan asset media komunikasi akan berpengaruh. Semakin banyak akses yang dimiliki semakin mudah pemilih memelajari kapabilitas calon dan menentukan siapa yang paling pantas dipilih. Seperti halnya dalam memilih komoditi, unsur mutu dan penampilan calon pun menjadi yang utama dipertimbangkan pemilih. Unsur mutu disini meliputi tingkat wawasan politik, pembangunan khususnya perekonomian dan kesejahteraan rakyat, demokrasi, dan wawasan hubungan internasional. Selain itu sifat kenegarawanan dan tampilan postur dan bahasa tubuh serta tutur kata kandidat bagi kalangan pemilih memiliki nilai jual tersendiri.

         Gambaran faktor-faktor di atas cenderung bersifat normatif dan universal. Namun ketika dilakukan pemilahan pemilih dari beberapa sudut maka mungkin preferensinya bakal berbeda. Contohnya bagi pemilih yang sangat loyal kepada calon tertentu tidak peduli dengan ukuran normatif tersebut. Apapun derajad kapabilitas dan yang dilakukan oleh kandidatnya pasti mereka akan memilihnya. Sementara pemilih antara lain yang berasal dari pengamat, peneliti, dosen, dan pebisnis yang lebih kritis maka faktor-faktor di atas menjadi pertimbangan dalam memilih calon. Begitu pula anggota partai yang cenderung moderat sekaligus kritis tidak akan serta merta bakal memilih calon dari partainya.

About these ads