Oleh: sjafri mangkuprawira | Juli 20, 2009

PERAN PEMIMPIN DALAM MMSDM

 

         Mengapa sering terjadi keluhan dari para pelanggan tentang mutu produk dan pelayanannya. Hal ini wajar terjadi sejalan dengan semakin tinggi dinamika preferensi dan kritisnya para pelanggan tentang mutu. Karena itu dibutuhkan peran utama manajemen (seorang manajer) yakni melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk memperoleh hasil yang ditargetkan perusahaan atau yang diinginkan oleh pelanggan. Sementara peran pemimpin dengan kepemimpinan mutunya adalah mengembangkan dan memperbaiki sistem agar program pengembangan mutu SDM berhasil sesuai harapan. Dalam prakteknya, seorang manajer di samping melaksanakan fungsi-fungsi manajemen juga harus mampu menjalankan kepemimpinan mutu SDM dengan efektif secara bersinambung.

        Dalam manajemen mutu sumberdaya manusia (MMSDM), pemimpin adalah seseorang yang melaksanakan beberapa hal yang benar atau sering disebut “people who do the right thing”. Sementara manajer adalah seseorang yang harus melaksanakan sesuatu secara benar atau disebut “people who do things right”. Dalam konteks MMSDM maka seseorang yang bertanggung jawab dalam hal mutu SDM membutuhkan ketrampilan kepemimpinan dan manajemen. Dengan kata lain dibutuhkan adanya kepemimpinan dan manajer sebagai suatu kesatuan dalam organisasi. Dalam hal ini komitmen manajemen dalam melaksanakan MMSDM adalah penting tetapi tidaklah cukup. Jadi dibutuhkan suatu elemen manajemen mutu SDM yang disebut dengan kepemimpinan mutu yang dibuktikan nyata dalam pelaksanaan program.

        Dengan mengadopsi model Deming PDSA (1986), perbaikan mutu SDM harus dimulai dari perencanaan strategik perusahaan. Kemudian diturunkan menjadi perencanaan strategis MSDM kemudian diturunkan kembali menjadi rencana strategis MMSDM atau Plan (P). Di dalam perencanaan itu antara lain diuraikan tujuan MMSDM yang ingin dicapai. Dari rencana strategis itu kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk tahapan berikutnya yaitu dilakukannya perubahan-perubahan sistem perbaikan mutu SDM. Agar efektif dan efisien maka MMSDM membutuhkan manajemen perubahan yang merupakan elemen Do (D). Melalui elemen ini terjadi perbaikan mutu SDM bersinambung yang pada gilirannya akan tercipta suatu budaya perusahaan tentang mutu SDM. Dengan kata lain menempatkan perbaikan mutu SDM menjadi salah satu tujuan utama dalam mencapai mutu produk perusahaan. Disinilah perbaikan mutu SDM berhubungan dengan elemen Study (S). Untuk itu, perbaikan mutu SDM dalam perusahaan membutuhkan kepemimpinan mutu SDM yang dikelompokkan menjadi elemen Act (A).

        Beberapa peran pemimpin mutu SDM meliputi pembentukan suatu tim penjaminan mutu, penyusun strategi dan kebijakan mutu, penerapan dan penyebarluasan tujuan dan sasaran mutu, pengadaan dan pengalokasian sumberdaya, pengembangan pendidikan dan pelatihan, penetapan tim perbaikan mutu, pengkondisian perbaikan mutu secara bersinambung dan pemberian penghargaan atau pengakuan kepada karyawan yang bermutu atau kinerja sesuai dengan standar perusahaan. Studi perilaku pasar secara bersinambung juga akan berfaedah sekali dalam kerangka menyusun program peningkatan kepuasan pelanggan.


Tanggapan

  1. bung sjafri mau bertanya…kan bung sjafri katakan seorang pemimpin itu menjalankan suatu prinsip who do things right…nah, berarti seorang pemimpin itu memiliki sebuah keterbatasan dalam berperilaku???
    hal yang kedua yang bony ingin tanyakan, bahwa…mas sjafri mengatakan perbaikan mutu harus dimulai dari perencanaan strategik perusahaan selanjutnya baru ke perencanaan sumber daya manusianya…tapi menurut pemikiran bony malah sebaliknya, harus dimulai dari sumber daya manusianya selanjutnya barulah perusahaan,..karena untuk memulai sebuah perubahan yang besar kita harus mengawali dari sisi yang paling kecil dulu…mohon sarannya pak???^^

    • bung bony…itu adalah untuk manajer…sementara untuk pemimpin (manajemen puncak) mengerjakan sesuatu yg benar….disini bicara ttg efisiensi dan efektif….siapapun punya keterbatasan termasuk dlm perilaku…ya perbaikan mutu harus dimulai dari renstra…lalu diturunkan menjadi strategi sdm….itulah hirarki dalam proses perencanaan….hasil pelaksanaannya lalu dilakukan umpan balik utk perbaikan renstra…dst…

  2. Aslm. Pak Sjafri.
    Saya selalu tertarik jika Bapak menulis topik tentang kepemimpinan. Mungkin karena pengaruh tesis saya yg masih kuat di pikiran saya Pak.
    Pak Sjafri, pd kesempatan ini, saya ingin menanyakan dua hal, yaitu:
    1. Apa indikator seorang pemimpin telah memiliki dan menjalankan kepemimpinan mutu?;
    2. Model kepemimpinan apakah yg menurut Bapak paling efektif untuk diterapkan oleh para pemimpin kita di tingkat nasional dan di tingkat daerah?
    Terima kasih Pak Sjafri.

    • bung fresh yg pertama bisa dilihat dari mutu proses,output (tk kerusakan,mutu,harga), dan outcome (pangsa pasar,revenue perisahaan)…adakah keluhan serius di kalangan stakeholder internal (suborinasi) dan stakeholder eksternal (pelanggan,konsumen)….ttg model kepemimpinan nasional dan daerah seharusnya sudah perlu dimulai proses perubahan dr kepemimpinan transaksional menuju transformasional….dan atau kepemimpinan berbasis jiwa entrepreunership….

  3. Setuju pak professor, jika pengaplikasian dari Plan, Do, dan Study-nya diterapkan pada semua lini manajer, maka every manager is human resources manager, thanks prof. atas pencerahannya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori