<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: REFERENSI KETELADANAN DI PERUSAHAAN</title>
	<atom:link href="http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/</link>
	<description>Catatan tentang Manajemen SDM dan Mutu SDM</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Dec 2009 22:07:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9574</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 10:00:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9574</guid>
		<description>mas bram...kita awali saja dahulu bahwa seorang pemimpin itu tidak saja dilahirkan tetapi juga dibentuk...lewat apa?...bisa lewat jalur pendidikan formal dan juga informal yakni pembelajaran ttg pengalaman hidup dan kehidupan...nah dengan itu maka kita bisa menilai apakah layak menjadi pemimpin antara lain dalam hal kemampuan visi,ketrampilan manajerial,manajemen kepemimpinan,koordinasi,pengelolaan sbdaya,humaniora, dan personality.....hasil penilainnya bisa dilihat dari kepercayaan anak buah,kinerja individu,kinerja organisasi,rasa aman dalam bekerjanya suatu tim,derajad konflik,dsb....yang menilai bisa stakeholder internal dan eksternal...melalui assessment centre,evaluasi kinerja dan personaliti oleh manajemen puncak dan karyawan...dan bahkan oleh pelanggan....salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas bram&#8230;kita awali saja dahulu bahwa seorang pemimpin itu tidak saja dilahirkan tetapi juga dibentuk&#8230;lewat apa?&#8230;bisa lewat jalur pendidikan formal dan juga informal yakni pembelajaran ttg pengalaman hidup dan kehidupan&#8230;nah dengan itu maka kita bisa menilai apakah layak menjadi pemimpin antara lain dalam hal kemampuan visi,ketrampilan manajerial,manajemen kepemimpinan,koordinasi,pengelolaan sbdaya,humaniora, dan personality&#8230;..hasil penilainnya bisa dilihat dari kepercayaan anak buah,kinerja individu,kinerja organisasi,rasa aman dalam bekerjanya suatu tim,derajad konflik,dsb&#8230;.yang menilai bisa stakeholder internal dan eksternal&#8230;melalui assessment centre,evaluasi kinerja dan personaliti oleh manajemen puncak dan karyawan&#8230;dan bahkan oleh pelanggan&#8230;.salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BRAM ISWANTO</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9565</link>
		<dc:creator>BRAM ISWANTO</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 01:55:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9565</guid>
		<description>saya telah membaca artikel tentang kepemimpinan, saya mulai mengerti arti seorang pemimpin itu harus bagaimana.

seorang pemimpin tentunya telah ditempa oleh pukulan-pukulan sehingga membuatnya semakin tajam. Tetapi kita sebagai pribadi belum tahu apakah kita layak menjadi seorang pemimpin atau seorang yang di pimpin.

bagaimana cara melakukan penilaian tersebut pak ??


salam hangat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya telah membaca artikel tentang kepemimpinan, saya mulai mengerti arti seorang pemimpin itu harus bagaimana.</p>
<p>seorang pemimpin tentunya telah ditempa oleh pukulan-pukulan sehingga membuatnya semakin tajam. Tetapi kita sebagai pribadi belum tahu apakah kita layak menjadi seorang pemimpin atau seorang yang di pimpin.</p>
<p>bagaimana cara melakukan penilaian tersebut pak ??</p>
<p>salam hangat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9555</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 13:45:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9555</guid>
		<description>bung agustinus ysh....terimakasih atas undangan seminar dgn tema yg sangat menarik itu...ok nanti email ttg acara tsb akan saya buka....thx again...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bung agustinus ysh&#8230;.terimakasih atas undangan seminar dgn tema yg sangat menarik itu&#8230;ok nanti email ttg acara tsb akan saya buka&#8230;.thx again&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Agustinus Kamalirang</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9546</link>
		<dc:creator>Agustinus Kamalirang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 04:26:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9546</guid>
		<description>Pak Sjafri yg bijak, terima kasih sekali, paparan ini sangat, sangat, sangat berharga krn telah banyak membantu saya dalam memberikan perspektif berbeda kepada teman2 di kantor tentang seperti apa dan bagaimana sebaiknya menjadi seorang pemimpin agar dapat menjadi referensi teladan bagi bawahannya. Sekali lagi terima kasih.

Dalam kesempatan ini, kami memberanikan diri mengundang Pak Sjafri untuk berkenan hadir pada sebuah seminar bertaraf internationl dg tajuk &quot;Leadership Seminar&quot; yang akan diselenggarakan pada tgl. 7-9 Agustus 2009 di jakarta. 

&quot;...keruntuhan konglomerasi saat ini, akan digantikan oleh individu entrepreneurship yang mampu membangun jaringan usaha yg mandiri...&quot; salah satu topik yg akan di bedah pd acara tersebut sebagai kajian yg diambil dari  buku karangan John Naisbitt - Megatrends 2000. 

Dan sebagai pembicara utama, kami mengundang Prof. Jerry Webb, Ph.D Seorang ahli Matematika dari Amerika serta Pemimpin2 perusahaan Multinasional. Kami berharap sekali akan mendapatkan second opinion dari Pak Sjafri yang bijak mengenai acara tersebut. Terima kasih Pak Sjafri

Dan untuk teman2 di komunitas &quot;Rona Wajah&quot; yg berminat untuk hadir pada acara tersebut dapat mengirimkan request email ke: leadersindo@gmail.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Sjafri yg bijak, terima kasih sekali, paparan ini sangat, sangat, sangat berharga krn telah banyak membantu saya dalam memberikan perspektif berbeda kepada teman2 di kantor tentang seperti apa dan bagaimana sebaiknya menjadi seorang pemimpin agar dapat menjadi referensi teladan bagi bawahannya. Sekali lagi terima kasih.</p>
<p>Dalam kesempatan ini, kami memberanikan diri mengundang Pak Sjafri untuk berkenan hadir pada sebuah seminar bertaraf internationl dg tajuk &#8220;Leadership Seminar&#8221; yang akan diselenggarakan pada tgl. 7-9 Agustus 2009 di jakarta. </p>
<p>&#8220;&#8230;keruntuhan konglomerasi saat ini, akan digantikan oleh individu entrepreneurship yang mampu membangun jaringan usaha yg mandiri&#8230;&#8221; salah satu topik yg akan di bedah pd acara tersebut sebagai kajian yg diambil dari  buku karangan John Naisbitt &#8211; Megatrends 2000. </p>
<p>Dan sebagai pembicara utama, kami mengundang Prof. Jerry Webb, Ph.D Seorang ahli Matematika dari Amerika serta Pemimpin2 perusahaan Multinasional. Kami berharap sekali akan mendapatkan second opinion dari Pak Sjafri yang bijak mengenai acara tersebut. Terima kasih Pak Sjafri</p>
<p>Dan untuk teman2 di komunitas &#8220;Rona Wajah&#8221; yg berminat untuk hadir pada acara tersebut dapat mengirimkan request email ke: <a href="mailto:leadersindo@gmail.com">leadersindo@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9540</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 14:19:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9540</guid>
		<description>mas ajie...kecenderungannya lewat jalur vertikal....kita anggap itu sebagai syarat pokok...syarat kecukupannya adalah keteladanan karyawan itu sendiri....yg saling mendorong untuk berprestasi....kecenderungannya lebih kecil kalau tidak diawali oleh keteladanan sang pemimpinnya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas ajie&#8230;kecenderungannya lewat jalur vertikal&#8230;.kita anggap itu sebagai syarat pokok&#8230;syarat kecukupannya adalah keteladanan karyawan itu sendiri&#8230;.yg saling mendorong untuk berprestasi&#8230;.kecenderungannya lebih kecil kalau tidak diawali oleh keteladanan sang pemimpinnya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ajie</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9539</link>
		<dc:creator>Ajie</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 06:06:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9539</guid>
		<description>pak sjafri, mana yang efektifitasnya lebih cepat dalam merubah/membentuk budaya kerja antar 2 pendekatan tsb? Apakah bila top manajemen tidak memberi tauladan yang baik, maka akan sulit perubahan budaya dpt terjadi ?
Mohon pencerahan.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak sjafri, mana yang efektifitasnya lebih cepat dalam merubah/membentuk budaya kerja antar 2 pendekatan tsb? Apakah bila top manajemen tidak memberi tauladan yang baik, maka akan sulit perubahan budaya dpt terjadi ?<br />
Mohon pencerahan&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9530</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 21:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9530</guid>
		<description>ya mas arie...yg ideal adalah kombinasi kedua pendekatan...bergantung situasi dan kondisi...jadi tidak kaku.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya mas arie&#8230;yg ideal adalah kombinasi kedua pendekatan&#8230;bergantung situasi dan kondisi&#8230;jadi tidak kaku&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9529</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 21:18:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9529</guid>
		<description>betul bung bony...harus didukung dengan EQ dan SQ....untuk itu manajer seharusnya berfungsi sbg motivator perlu memberikan motivasi kps setiap karyawan....&quot;berlomba-lomba&quot; melakukan pekerjaan dengan terbaik....seharusnya dalam organisasi nirlaba pun seorang ketua atau pimpinan dapat mendorong teman-temannya melakukan yg terbaik...yakni dengan keteladanan dan memberi edifikasi dan apresiasi....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>betul bung bony&#8230;harus didukung dengan EQ dan SQ&#8230;.untuk itu manajer seharusnya berfungsi sbg motivator perlu memberikan motivasi kps setiap karyawan&#8230;.&#8221;berlomba-lomba&#8221; melakukan pekerjaan dengan terbaik&#8230;.seharusnya dalam organisasi nirlaba pun seorang ketua atau pimpinan dapat mendorong teman-temannya melakukan yg terbaik&#8230;yakni dengan keteladanan dan memberi edifikasi dan apresiasi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sjafri mangkuprawira</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9528</link>
		<dc:creator>sjafri mangkuprawira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 21:14:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9528</guid>
		<description>invalid....yg dimaksud disini...atasan pun bisa menerapkan model gaya kepemimpinan partnership/kemitraan dan partisipatif....disitu walau dia sebagai atasan namun menganggap karyawannya sebagai mitra kerja yg diberi ruang untuk kreatif dan inovatif....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>invalid&#8230;.yg dimaksud disini&#8230;atasan pun bisa menerapkan model gaya kepemimpinan partnership/kemitraan dan partisipatif&#8230;.disitu walau dia sebagai atasan namun menganggap karyawannya sebagai mitra kerja yg diberi ruang untuk kreatif dan inovatif&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arie</title>
		<link>http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9518</link>
		<dc:creator>arie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 15:11:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ronawajah.wordpress.com/2009/07/13/referensi-keteladanan-di-perusahaan/#comment-9518</guid>
		<description>pendekatan kebijakan bottom up lebih cair dalam posisi horizontal, ketika memberlakukan sisdur dan sanksi sesuai SOP serta memberlakukan kebijakan top down maka posisi vertikal dipakai.
seperti dwitunggal dan harus pintar memakai..
pengalaman saya condong ke horizontal dan lemah ke vertikal, jadi salah juga..hehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pendekatan kebijakan bottom up lebih cair dalam posisi horizontal, ketika memberlakukan sisdur dan sanksi sesuai SOP serta memberlakukan kebijakan top down maka posisi vertikal dipakai.<br />
seperti dwitunggal dan harus pintar memakai..<br />
pengalaman saya condong ke horizontal dan lemah ke vertikal, jadi salah juga..hehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
