Oleh: sjafri mangkuprawira | Juni 26, 2009

PENELITIAN MSDM : MENGANALISIS MASALAH

 

         Perumusan masalah dalam sutau penelitian tentang manajemen sumbedaya manusia (MSDM) sangatlah krusial. Keberhasilan dalam merumuskan masalah merupakan unsur penting keberhasilan dalam penelitian. Masalah yang ditemukan perlu dianalisis. Untuk itu langkah awal perlu mendefinisikan dan mengelompokan setiap uraian masalah ke dalam karakteristik khusus. Uraian karakteristik masalah ditunjukkan oleh suatu gambaran spesifik yang terbatas. Ia memiliki identitas tertentu yang berbeda dengan hal-hal dan kondisi lainnya. Itu terjadi dalam suatu lokasi tertentu yang berbeda dari tempat lain. Terjadinya, dalam periode waktu tertentu pula. Selain itu, ia cenderung memiliki suatu besaran yang dapat dihitung.

         Karena itulah peneliti, seharusnya melakukan spesifikasi yang tepat dan komplit dan memasukkan informasi yang sudah mengandung pertanyaan antara lain, apa (identitas), dimana (lokasi), kapan (waktu), luasnya (berapa jauh, berapa banyak). Teknik lain untuk menguraikan karakteristik suatu masalah mutu SDM adalah memusatkan pada dua segi masalah yaitu, pertama pada obyek masalahnya, dan kedua pada penyimpangan.

         Berikut ini suatu contoh bagaimana menemukan suatu masalah spesifik yang dihadapi karyawan tenatng mutu sumberdaya manusia lewat pengajuan sejumlah pertanyaan, sebagai berikut:

a. Untuk mencari identitas: Apa saja penyimpangan tentang kinerja karyawan yang spesifik? Unit, barang, jasa dan kondisi intrinsik dan ekstrinsik apa saja yang terlibat? Apa kaitannya dengan mutu SDM karyawan?

b. Untuk mengetahui lokasi: Dimanakah (divisi, seksi) obyek masalah karyawan diobservasi? Apakah kejadian itu juga terdapat di lokasi kejadian yang lain? Mengapa antarlokasi terdapat masalah kinerja karyawan berbeda atau sama? Bagaimana dengan perbedaan mutu SDMnya?

c. Untuk mengetahui waktu kejadian: Kapan obyek masalah (penyimpangan) mutu SDM pertama kali diobservasi? Sejak kapan kejadian buruk tersebut terjadi dan kapan kejadian yang serupa pernah terjadi? Bagaimana kecenderungannya di masa datang?

d. Untuk mengetahui berapa luasnya: Berapa banyak unit, bagian, orang dan sebagainya yang terlibat? Adakah kecenderungan menurun, menaik atau konstan? Apakah ukuran, luas dan derajat kerugian akibat kinerja karyawan menurun? Seberapa parahkah derajad mutu SDM berpengaruh pada kinerja perusahaan? Dan mengapa?

        Jadi jika pendekatan untuk menguraikan situasi di atas sudah dilakukan dengan benar dan tepat, maka ini akan merupakan setengah usaha keberhasilan peneliti dalam pendekatan masalah. Ini berarti pula bahwa hal-hal lain di luar yang menyangkut identitas, lokasi, waktu dan luasnya masalah tidak termasuk ke dalam persoalan yang telah diuraikan di atas. Hal ini penting dalam kaitannya dengan pembatasan analisis disamping untuk menghindari kesimpangsiuran.


Tanggapan

  1. Aslm. Pak. wah Bapak baik sekali telah menuliskan hal yg sangat penting yg perlu dilakukan oleh peneliti di bidang SDM yaitu ttg analisis masalah. jika diperhatikan, memang banyak mahasiswa yg tertarik meneliti dibidang SDM, tetapi mereka sering bingung dlm menganalisis permasalahan yg tentu saja sesuai dgn topik penelitian mereka. Mudah2an tulisan Bapak dpt memberi inspirasi bg mahasiswa2 SDM. terima kasih Pak.

    • ya fresh….akan lebih baik lagi jika para mahasiswa membekali dirinya dengan penguasaan teori dan konsep-konsep ttg msdm…..lalu empirik termasuk metodologi risetnya…..intinya banyak membaca hekakt ilmu dan hakekat kehidupan msdm secara riil…..

  2. Wah tulisan ini bagus sekali dan cocok untuk para manager, konsultan msdm, dan para mahasiswa yang sedang bingung untuk mengidentifikasi secara tepat tentang apa yang menjadi penyebab turunnya mutu sdm di suatu perusahaan, trims pak telah memberikan pencerahan dari sisi lain tentang penelitian mutu sdm.

    • trims bung wrestiandi…..btw blog anda walau masih baru bagus sekali isinya….

  3. tulisan yang enjoy pak,,,hanya saja, apakah dengan melihat ke empat faktor diatas itu cukup???karena seperti yang kita ketahui, perumusan masalah yang menyangkut paut dengan manusia pasti sangatlah banyk…
    maaf pak, bukannya mau kritik tulisan bapak, hanya saja masih perlu penjelasan…

    • betul bung bony…empat faktor itu sekedar ilustrasi saja….misalnya diperlukan telaahan faktor-faktor lain seperti seberapa jauh etos kerja masyarakat, budaya lokal, teknologi yg digunakan, kelembagaan tim kerja, gaya kepemimpinan manajemen, manajemen motivasi,dsb memunculkan masalah mutu sdm karyawan….

  4. makasih pak,atas penjelasannya…sekarang bisa nulis dengan tenang,,hehehehe
    btw, request adversity quotient donk…^^

  5. ok..ditunggu berita baiknya…makasih pak

  6. Aslmkm., saya sangat terkesan dengan kehebatan Bapak menelurkan ide2 ttg MSDM. Kalau berkenan, mohon malam ini juga atau besak pagi, saya dikirimi lwt email, contoh pembahasan artikel dari jurnal MSDM. Saya butuh banget contoh pembahasan (kalau perlu didahului dg soalnya) yg berkualitas. Saya sedang menyiapkan diri mengikuti TPD (Tes Pengetahuan Dasar) dan tes wawancara seleksi masuk S3 MSDM di UNS Solo. Atas bantuannya saya sampaikan terima kasih. Wssslmkm.

    • waalaikum salam….maaf saya kurang memahami yang anda maksud….silakan saja browsing lewat google…disitu banyak artikel ttg msdm…selamat mengikuti tes….sukses


Beri tanggapan

Your response:

Kategori