Perumusan masalah dalam sutau penelitian tentang manajemen sumbedaya manusia (MSDM) sangatlah krusial. Keberhasilan dalam merumuskan masalah merupakan unsur penting keberhasilan dalam penelitian. Masalah yang ditemukan perlu dianalisis. Untuk itu langkah awal perlu mendefinisikan dan mengelompokan setiap uraian masalah ke dalam karakteristik khusus. Uraian karakteristik masalah ditunjukkan oleh suatu gambaran spesifik yang terbatas. Ia memiliki identitas tertentu yang berbeda dengan hal-hal dan kondisi lainnya. Itu terjadi dalam suatu lokasi tertentu yang berbeda dari tempat lain. Terjadinya, dalam periode waktu tertentu pula. Selain itu, ia cenderung memiliki suatu besaran yang dapat dihitung.

         Karena itulah peneliti, seharusnya melakukan spesifikasi yang tepat dan komplit dan memasukkan informasi yang sudah mengandung pertanyaan antara lain, apa (identitas), dimana (lokasi), kapan (waktu), luasnya (berapa jauh, berapa banyak). Teknik lain untuk menguraikan karakteristik suatu masalah mutu SDM adalah memusatkan pada dua segi masalah yaitu, pertama pada obyek masalahnya, dan kedua pada penyimpangan.

         Berikut ini suatu contoh bagaimana menemukan suatu masalah spesifik yang dihadapi karyawan tenatng mutu sumberdaya manusia lewat pengajuan sejumlah pertanyaan, sebagai berikut:

a. Untuk mencari identitas: Apa saja penyimpangan tentang kinerja karyawan yang spesifik? Unit, barang, jasa dan kondisi intrinsik dan ekstrinsik apa saja yang terlibat? Apa kaitannya dengan mutu SDM karyawan?

b. Untuk mengetahui lokasi: Dimanakah (divisi, seksi) obyek masalah karyawan diobservasi? Apakah kejadian itu juga terdapat di lokasi kejadian yang lain? Mengapa antarlokasi terdapat masalah kinerja karyawan berbeda atau sama? Bagaimana dengan perbedaan mutu SDMnya?

c. Untuk mengetahui waktu kejadian: Kapan obyek masalah (penyimpangan) mutu SDM pertama kali diobservasi? Sejak kapan kejadian buruk tersebut terjadi dan kapan kejadian yang serupa pernah terjadi? Bagaimana kecenderungannya di masa datang?

d. Untuk mengetahui berapa luasnya: Berapa banyak unit, bagian, orang dan sebagainya yang terlibat? Adakah kecenderungan menurun, menaik atau konstan? Apakah ukuran, luas dan derajat kerugian akibat kinerja karyawan menurun? Seberapa parahkah derajad mutu SDM berpengaruh pada kinerja perusahaan? Dan mengapa?

        Jadi jika pendekatan untuk menguraikan situasi di atas sudah dilakukan dengan benar dan tepat, maka ini akan merupakan setengah usaha keberhasilan peneliti dalam pendekatan masalah. Ini berarti pula bahwa hal-hal lain di luar yang menyangkut identitas, lokasi, waktu dan luasnya masalah tidak termasuk ke dalam persoalan yang telah diuraikan di atas. Hal ini penting dalam kaitannya dengan pembatasan analisis disamping untuk menghindari kesimpangsiuran.

About these ads