Oleh: sjafri mangkuprawira | Juni 4, 2009

PRITA DAN KAMPANYE PILPRES

 

          Prita Mulyasari sempat ditahan selama tiga minggu di lembaga pemasyarakatan Tangerang. Pasalnya dia dikenai pasal berlapis. Baik yang ada di dalam KUHAP maupun yang di UU 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Intinya pencemaran nama baik lewat penyebaran info lewat email. Lalu protes terhadap penahanan itu muncul dimana-mana. Mulai dari kalangan pers, pejuang HAM sampai Presiden SBY, Wapres Jusuf Kala, dan mantan Presiden Megawati semua bersemangat memerjuangkan Prita. Kalau SBY meminta ada perlakuan hukum yang adil sementara YK dan Megawati meminta pembebasan dengan langsung mengunjungi Prita.

         Mengapa Prita menjadi magnet kampanye pilpres? Ya karena momentnya sangat menguntungkan. Di samping menyangkut masalah ketidakadilan perlakuan hukum juga karena perbincangan tentang kasusnya sudah sangat meluas. Karena itu setiap capres berlomba mengambil hati rakyat. Pertanyaannya adalah apa dan bagaimana yang akan dilakukan para pilpres ketika tahu bahwa sebenarnya kasus Prita hanyalah salah satu fenomena saja. Sudah bukan rahasia umum, masih banyak kasus yang lain termasuk pencopet-pencuri kelas asongan yang dihukum lebih berat ketimbang koruptor kakap. Lalu ikhlaskah mereka berperilaku seperti itu layaknya sebagai hero? Akan masih vokalkah kalau mereka terpilih dan tidak terpilih memerjuangkan rakyat yang diperlakukan tidak adil? Ataukah hanya bersifat sementara ketika ada kepentingan untuk dirinya saja?

          Ketika kepentingan diri seseorang menjadi panglima sejati dalam setiap nafas kehidupannya maka jangan heran akan terabaikannya keihlasan sejati. Kalau sudah seperti itu maka setiap saat dia berbuat maka segala jalan dia tempuh. Yang utama kepentingannya tercapai. Kalau perlu mengeksploitasi fenomena tertentu. Misalnya mengaitkan fenomena Prita dengan kacaunya sistem ekonomi tertentu, dengan tidak becusnya pemerintah melindungi warganya, dengan tidak layaknya suatu undang-undang, dsb. Apakah itu pandangan yang proporsional? Memang kampanye itu sebenarnya menjual citra. Namun seharusnya makna yang paling penting dari kampanye adalah sampaikan setiap ucapan dan tindakan sebagai syiar kebajikan dan kebijakan hakiki. Berperilaku tuluslah dan berpikir positif. Bukan untuk berpamer ria. Insya Allah para capres yang bertindak membantu Prita dengan ikhlas itu bakal menuai simpati rakyat. Allah maha tahu dan maha bijaksana. Amiiin.


Tanggapan

  1. Prita Vs Omni
    and winner goes to te presidential candidates :)

  2. Menurut saya, para calon presiden berusaha memanfaatkan suatu peristiwa yang saat ini menarik perhatian masyarakat sebagai salah satu satu strategi kampanye. Yang penting, sesuai dengan pernyataan Bapak bahwa tetap saja apapun bentuk perhatian mereka terhadap rakyat hendaklah dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridho Allah.

    • ya fresh…itulah seni kampanye…dicari suatu momen yang membumi tetapi murah untuk ditayangkan….rakyat akan lihat mana diantara mereka yg ikhlas….akan lebih terbukti nanti pada pascapilpres….

  3. Mumpung ada media kampanye gratis Prof, diliput media tanpa mesti keluar amplop dari dana kampanye resmi, he he he

  4. Cara pandang blogger mengomentari Capres juga penting kan? jadi ketika bapak atau ibu visit ke pasar atau ke mana aja, pencitraan positif dari kegiatan itu sama pentingnya dengan pencitraan negatif..meski tendensi menulis citra kurang baik dari capres yang tidak disenangi juga besar..buktinya saya juga sering terjebak..hihi
    jadi capres dukung prita, bagus toh?

    • ya bung romail….citra atau pesan terhadap “barang” dagangan itu sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan klien…..dalam dunia promosi hal itu sangat pokok….citra terbangun dengan baik memengaruhi terbangunnya kepercayaan….kepercayaan semakin tinggi semakin tingginya pula loyalitas kliennya….

  5. Namanya juga kampanye,pencitraan.Kata syair lagu, citra adalah bayanga n, namanya juga bayangan kan bukan aslinya.
    Namanya juga kampanye yang kreatif, mempergunakan semua kesempatan. Kesempatan cuma datang satu kali.
    Namanya juga kampanye, promosi luar biasa, jadi tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa, bisa jadi aneh. Untuk tahu harpasar tanya saja pembantu. Ingin tahu keadaan pasar tradisonal banyak dimedia. Mau tahu nikmat jadi orang biasa naik angkot dari rumah, dibentak kenek, masuk pasar pasar tradisonal nimati aroma yang khas, becek yang nikmat, pantat tersenggol-senggol belanja alah kadarnya, tawar-menawar dengan asyik sambil dialog denga orang pasar dengan kesetaraan tanpa ada wartawan. Pulang, mandi, istimarahat. Ambil laptop atau panggi sekretaris, buat rancanggan program sebagai bahan kampanye. Perkirakan anggaran untuk renovasi pasar ttadisonal, dana kredi candak kulak untuk pedagang pasar, dari mana sumber uang, sdm pemda yang akan melaksanakan, pingsan karena karena negara tidak mampu melakukan, sedangkan janji telah berkumandang.setelah sadar berdoa supaya tidak menang takut dosa karena janji terlanjur dan didemo oleh pedagang pasar. Eh saya sadar lagi utk yang kedua dari khayalan mejadi presiden, maklum saya orang biasa belanja di warung tetangga, bakul sayur, sekali-sekali dipasar tradisonal, cuci mata di mall

    • ya mas dasrie…ada syair lagu seriosa berjudul “citra”…”engkaulah bayangan” blablabla….semakin citra dibayangkan semakin dirindukannya…. semakin dirindukannya semakin diinginkan menjadi kenyataan…..jual citra yg membumi katakanlah yg berkait dengan perut,kesehatan fisik,melek huruf dan aksara,asasi manusia,kredit rakyat, kayaknya bakal laku bagai jualan pisang goreng di warung sebelah…apalagi harganya murah pasti diperebutkan….

  6. Pak,ketiga Capres pun angkat bicara soal Prita
    Moga tulus

  7. Ada semut ada gulanya,ehhhhh kliru ada gula ada semut. Ada peristiwa atau berita , numpang nunut

    • ya mas narto….seperti kata gayung bersambut….”elu jual, gua beli”….tetapi barang jualannya harus yg bermutu dan berselera tinggi….

  8. Saya juga sedih campur geli melihat ulah politisi kita yang gampang betul mempolitisasi suatu masalah hingga masalah tersebut dibuat menjadi dagangan politik bagi capres dan cawapres tertentu. Hal tersebut menunjukkan ketidakdewasaan politisi2 bahkan mungkin para penjual komoditi politik tersebut sendiri tidak mengetahui kualitas barang dagangannya sendiri sehingga barang rongsokanpun dijual! Wah… kasihan sekali….. jangankan pembelinya, wong penjualnya sendiri saja tidak tahu kalau barang yang dijual itu barang rongsokan.

    Yah, saya hanya mengharap, masyarakat menjadi “teliti sebelum membeli” karena jikalau masyarakat salah membeli maka masyarakat sendiri yang akan menanggung kerugiannya untuk minimal 5 tahun mendatang. Kerugian yang teramat besar hanya dari percaya pada penjual yang menjual barang rongsokan……..

    • ya mas yariNK…..tingkah poliTIKUS yg menerapkan proses pembelajaran politik yg asosial….menghasilkan citra buruk di kalangan kahlayak….karena pesan atau komoditi politik yg dijual bersifat karbidan dan busuk….penuh tipu muslihat dan manipulasi…demi keuntungan sesaat…tanpa melihat apa yg bakal terjadi lima tahun kemudian pada pembangunan karakter bangsa ini….

  9. aduh pak saya jadi bingung mw milih yang mana ntar pas pilpres klo gni keadaannya pak…hehe

    • ya mas pratama,….saya juga masih bingung…berdoa semoga tidak bengong…dan bisa memilih….

  10. Saya tidak yakin ketiga capres itu tulus. Kenapa ketika pada waktu kampanye saja, mereka berlomba-lomba membantu prita? Padahal sebelumnya banyak prita-prita lain yang butuh perhatian dan bantuan, tetapi karena momentnya tidak tepat jadi ya luput dari perhatian atau sengaja diluputkan, misalnya saja Lapindo yang kasusnya masih menggantung……..

    • ya mas adi….itulah kemunafikan mereka…..perhatian yg cuma sesaat dan terstratifikasi…demi kepentingan politik….kalau toh mereka lulus mungkin standarnya tidak maksimum…

  11. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  12. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

  13. hehehe.. carut marut negeri kaya raya nan menyedihkan…
    Salam Sayang

  14. Semoga saja om…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori