Salah satu keluhan karyawan yang sering muncul adalah adanya ketidak-stabilan keputusan tentang sesuatu yang dibuat manajernya. Dengan kata lain keputusan yang membuat ketidakpastian bagaimana karyawan harus berbuat dengan tugas-tugasnya. Hal ini berkait dengan keraguan karyawan tentang kemampuan, kekuatan, dukungan, dan suasana damai dari manajernya. Semakin lemah indikasi-indikasi tersebut semakin tinggi perasaan karyawan dalam hal ketidakstabilan kerjanya. Karena itu yang sangat dibutuhkan karyawan tentang manajernya adalah nilai-nilai utama kepribadian dan kapabilitas manajer sebagai pemimpin.
Ketika perusahaan memrogramkan perlunya suatu perubahan (evolusi dan pertumbuhan) jangka panjang maka ketika itulah manajer harus menunjukkan kepada karyawannya tentang kestabilan dan kepercayaan. Pada tingkat dasar, karyawan butuh tentang posisi pekerjaan, kompensasi, dan jaminan keamanan status pekerjaan. Semakin tinggi kepercayaan diri karyawan tentang terpenuhinya kebutuhan tingkat dasar tersebut semakin tinggi pula peluang karyawan tersebut akan tetap bekerja di perusahaan itu. Namun sebaliknya kalau manajer tidak mampu memenuhi ketiga kebutuhan itu maka siap-siaplah menghadapi resistensi karyawan terhadap suatu perubahan apapun.
Bentuk kestabilan lainnya adalah tentang karir karyawan. Yang dibutuhkan mereka adalah kepastian tentang penerapan prinsip-prinsip keterbukaan, keadilan, kesempatan sama,dan tidak diskriminasi. Untuk itu mulai dari proses penilaian dan keputusan tentang karir harus dilakukan seobyektif mungkin. Setiap keputusan tidak sebatas pernyataan normatif ketimbang hasil terukur. Semakin obyektif keputusan yang diambil semakin tinggi rasa kestabilan karyawannya. Mereka akan menerima dengan sadar tentang penundaan karirnya ketika ada karyawan lainnya lebih memiliki kinerja yang lebih baik. Dengan demikian bisa diartikan resistensi karyawan dapat ditekan menjadi nil.
Secara keseluruhan kestabilan karyawan merupakan fungsi dari kestabilan prospek perusahaan (profitability dan ekspansi) di masa datang. Semakin tinggi kestabilan prospek perusahaan semakin meningkatnya kestabilan karyawan. Misalnya karyawan akan merasa aman tidak terkena pemutusan hubungan kerja. Begitu pula tentang prospek karir dan kesejahteraan keluarganya. Mereka merasa termotivasi dan terpanggil bekerja keras dan cerdas dalam suasana kerja yang stabil dan nyaman. Selain itu manajer membuka peluang pada karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka. Dan ini juga merupakan salah satu potensi sumberdaya manusia yang dibutuhkan karyawan agar mereka memiliki kestabilan tinggi.













” Namun sebaliknya kalau manajer tidak mampu memenuhi ketiga kebutuhan itu maka siap-siaplah menghadapi resistensi karyawan terhadap suatu perubahan apapun.”
Seru juga statement yang ini..resistensi?mungkin bulan depan saya bisa praktek nih, mudah2an tidak menjadi balas dendam, karena sebenarnya pada tingkatan satu level di atas saya tidak ada kestabilan. Jadi bisa saja kan ketika dari atas tidak stabil saya konversi menjadi stabil, tentu dengan banyak adjustment yang bisa diterima karyawan, sehingga karyawan tetap bekerja dalam tujuan yang sama dengan perusahaan.. bisa?
Oleh: romailprincipe on Mei 30, 2009
at 1:24 am
betul bung romail…resistensi bisa saja terjadi….karena itu di awal rencana perubahan harus disiapkan dahulu prakondisinya termasuk pemenuhan kestabilan karyawan…kalau pemenuhan kestabilan belum terpenuhi semuanya maka perlu disampaikan alasannya….kemudian adakan sosialisasi program perubahan…cari pendekatan bagaimana melibatkan mereka dalam perubahan mulai dari perencanaan,pengendalian, dan evaluasi…..ini salah satu bentuk apresiasi pd mereka…selanjutnya mereka pun akan mengapresiasi manajernya…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on Mei 31, 2009
at 12:16 pm
Ass. Pa, sya sepakat dgn poin diatas dan jadi ingin bertanya, apa yg harus dilakukan karyawan dlm perusahaan jika memiliki manajer & manajerial yg tidak stabil?
Oleh: Alida on Mei 30, 2009
at 2:24 am
ya alida….kalau manajernya tidak stabil….karyawan sebaiknya membantu manajer ybs….bentuknya bisa berupa saran-saran dan usulan perbaikan manajerial…..diskusi dengan manajer, kedisiplinan tinggi,penumbuhan kepercayaan pada manajer, dan kinerja yang standar…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on Mei 31, 2009
at 12:19 pm
Aslm. artikel yg menarik nih Pak. saya setuju kalau karyawan butuh kestabilan, terutama yang menyangkut dengan karir dan kesejahteraannya. Untuk itu, perusahaan benar-benar harus terbuka kepada karyawannya, baik dalam hal jenjang karir maupun pengembangan pribadi karyawan tersebut. Dilain pihak, perusahaan dan manajer juga butuh karyawan yang stabil, artinya karyawan tersebut konsisten dalam bekerja dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Itulah cerminan dari loyalitas karyawan tersebut bagi perusahaan. Terima kasih Pak.
Oleh: fresh on Juni 3, 2009
at 2:59 am
ya fresh…itulah yg disebut reciprocity….ada kerjasama…dan juga saling mengambil manfaat…namun demikian semuanya harus datang dari keteladanan manajemen puncak dan jajarannya….bagaimana membangun loyalitas karyawan…ya katakanlah menerapkan teori Z……
Oleh: sjafri mangkuprawira on Juni 3, 2009
at 8:23 pm