TIM KERJA YANG TANGGUH

 

          Tim kerja terdiri dari sekumpulan karyawan yang dikoordinasi oleh ketua tim dan atau seorang manajer. Pada umumnya tim kerja dibentuk sebagai suatu kebutuhan organisasi agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Dengan tim kerja diharapkan fungsi kontrol akan berjalan lebih efektif dan efisien. Konflik-konflik atau deviasi kerja bisa ditekan seminim mungkin dengan kepemimpinan yang kuat dari seorang manajer. Mekanisme hubungan sesama mitra kerja pun dapat berjalan intensif.

        Ketangguhan sebuah tim kerja  dicirikan oleh orang-orang terpilih yang menduduki posisi tertentu dan mampu menjalankan tugas sesuai dengan kompetensinya. Keberhasilan tim merupakan akumulasi dari proses dan kinerja setiap karyawan. Katakanlah, semacam tugas dan hasil kolektif dalam suatu sistem kerja yang sinergis. Semakin tinggi kekuatan sinergitas diantara karyawan dan manajer semakin tinggi kekuatan sebuah tim. Tingkat kesalahan dalam pekerjaan pun dapat ditekan sekecil mungkin.

          Beberapa ciri yang mencerminkan terdapatnya ketangguhan sebuah tim kerja meliputi:

1. Kesamaan visi dan misi kerja. Para karyawan dan manajer memiliki sudut pandang yang relatif sama dalam mengerjakan tugas perusahaan. Orientasi dan fokusnya pada proses dan hasil. Walau debat diantara karyawan tidak bisa dihindarkan namun selalu diarahkan pada bagaimana target hasil bisa dicapai. Perbedaan pendapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Karena itu biasanya konflik bisa ditekan dengan cara saling menumbuhkan pengertiaan yang dipandu manajer.

2. Prioritas perhatian dan tindakan pada sesuatu yang terbaik buat organisasi. Tim memandang baik buruknya kinerja perusahaan merupakan akumulasi dari kinerja tim. Sementara kalau perusahaan memiliki kinerja (profitability) yang baik maka akan berpengaruh terhadap kompensasi yang diberikan kepada karyawan. Semakin besar kompensasi semakin puas karyawan dalam bekerja. Pada gilirannya kinerja karyawan juga akan meningkat. Untuk itu tim yang baik adalah tim yang mampu mempertahankan bahkan mencapai tujuan organisasi yang lebih besar secara taatasas (konsisten).

3. Karyawan berkomitmen tinggi pada pekerjaan. Pada umumnya tim yang kuat dicerminkan pula oleh kekuatan kepentingan para karyawannya. Tanggung jawab dan hak dibuat sedemikian rupa secara seimbang. Mereka tidak saja bekerja untuk kepentingan memeroleh taraf kehidupan keluarga yang semakin baik tetapi juga buat kesehatan organisasi. Karena itu demi kepentingan seperti itu mereka umumnya sebagai pekerja keras. Enerji yang dikeluarkan untuk organisasi cenderung relative seimbang dengan enerji yang dikeluarkan buat keluarganya dan bahkan buat lingkungan sosialnya. Dengan kata lain bekerja bagi kepentingan tim dan kepentingan individu karyawan plus keluarganya menyatu dalam totalitas kepentingan organisasi.

4. Karyawan dapat hidup berdampingan dalam keragaman. Tiap individu tim sadar akan adanya keragaman latar belakang budaya, gender, usia, pendidikan, pengalaman, dan kepribadian di antara mereka. Keragaman tidak dipandang sebagai hambatan. Tetapi justru sebagai kekuatan dalam saling memahami dan mengisi kekurangan, dan memerkuat kelebihan masing-masing individu sebagai kekuatan tim. Kekuatan ini tidak dilihat dari sisi fisik tetapi dari karakteristik potensi personal sebagai kekuatan yang sifatnya alami.

5. Tim yang kuat sebagai magnit talenta. Dalam bekerja, setiap anggota tidak lepas dari suasana kompetisi sesama mitra kerja. Idealnya setiap orang ingin siap untuk itu. Namun dalam kenyataannya ada saja yang tidak bisa dan tidak biasa bekerja keras. Istilahnya pekerja minimalis. Sementara organisasi menghendaki semua karyawannya mampu bekerja keras. Karena itu manajer mengkondisikan suasana bekerja yang intensif namun dalam suasana nyaman tanpa harus ada tekanan-tekanan psikologis. Untuk itu manajer menumbuhkan adanya tantangan-tantangan dan sifat tanggung jawab di kalangan karyawannya. Hal itu baru bisa berjalan baik apabila suasana proses pembelajaran berjalan efektif. Setiap karyawan didorong untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan sikapnya melalui pelatihan di kelas atau dalam diskusi-diskusi membahas suatu ide. Pembelajaran lewat trial and error juga diterapkan agar mereka terbiasa untuk menghadapi dan mengatasi masalah.

           Tim kerja yang tangguh adalah dambaan setiap manajemen puncak. Disadari tim kerja yang kuat tidak timbul tiba-tiba. Tetapi harus dibentuk dan dikembangkan. Untuk itu diperlukan suatu perencanaan operasional yang dapat dilaksanakan dan terukur. Dukungan operasional seperti sumberdaya fasilitas dan waktu serta upaya sistematis akan memercepat terbentuknya tim tangguh atau kuat. Sebagai tingkat awal membentuk tim yang kuat adalah penting tetapi tidaklah cukup untuk kelangsungan organisasi. Dengan kata lain setiap manajer harus mampu menciptakan pertumbuhan tim yang berkesinambungan melalui pelatihan, insentif kompensasi, dan membangun hubungan kerja antarkaryawan dan manajer dengan karyawan secara intensif.

21 Komentar

Filed under Kepemimpinan, MSDM, Mutu, organisasi

21 Respon untuk TIM KERJA YANG TANGGUH

  1. Sekali kali merasakan pertamax di blog Pa Sjafri :mrgreen:

    Pa, kalau di kepanitian ada orang yang agak bandel, yang harus kita lakukan apa ya?

    • a3u5zli….bandel?…yg pertama perlu diketahui adalah apanya yang bandel,dan derajatnya….lalu mengapa bandel terjadi….adakan pendekatan personal….saling curhat dengan kesabaran….ajak sama-sama memecahkannya…insya allah

  2. caknun

    Assalamualaikum Prof. Betul kata Prof. Budiono, negara ini harus dibangun oleh tim yang tangguh yang tidak dikotori oleh kepentingan golongan dan bisnis keluarga

  3. Hmmm,
    makanya softskill manajer perlu terus ditambah, lain dengan hardskill
    dalam satu periode tertentu manajer berhenti mengembangkan diri dan jadi orang yang “itu-itu” juga, maka tim akan cenderung statis dna “itu-itu” juga..
    Susah, terlebih memimpin yang lebih tua..hehe

  4. Ign. Jeffrey

    Pa Sjafri, artikel ini sangat menarik, karena tiap hari di perusahaan/ organisasi kita menghadapi hal ini dan saya mencoba mematrixkan dengan 7-S framework of McKinsey ya…
    1.Kesamaan visi dan misi kerja = Shared value
    2.Prioritas perhatian dan tindakan pada sesuatu yang terbaik buat organisasi = System
    3.Karyawan berkomitmen tinggi pada pekerjaan = Skill
    4.Karyawan dapat hidup berdampingan dalam keragaman = Shared value
    5.Tim yang kuat sebagai magnit talenta = Style
    6.Structure = bagaimana proses keputusan diambil dalam suatu struktur organisasi. Dan bagaimana suatu organisasi menyeleraskan dan mengorganisasi struktur terhadap suatu perubahan. Namun, seringkali departemen/ team dalam suatu organisasi dilakukan fine tuning, maka potensial team yang sudah di high performing work team menjadi turun kembali ke storming level.
    7.Strategy = bagaimana suatu organisasi/ divisi/ departemen/ team mencapai masing-masing objectivenya dan juga menghadapi changes in customer demand dealt serta deal with competitive pressure.

    • ya mas jeffrey…..dalam prakteknya untuk melakukan transformasi organisasi….kadar kemudahan yang bakal dihadapi sangat bergantung pada karakteritik dari 7S McKinsey; shared values/vision;structure;system;staff;skills;style; dan strategy……yang bersifat lunak seperti shared values/vision;system dan style relatif lebih sulit…..karena prosesnya yang lebih kompleks dan butuh waktu relatif lebih lama….ketimbang yg bersifat keras yakni structure,staff,skills, dan strategy yg relatif lebih mudah diubah….

  5. bayu

    Salam Prof, senang sekali menemukan blog ini. Saya jg alumni sosek IPB; tp belum beruntung bisa diajarkan prof secara langsung. Saat ini saya baru ditugaskan memimpin cabang di divisi sme sebuah bank swasta papan atas. Tantangannya adalah team baru saja terpuruk karena sebuah kasus sehingga mengalami krisis PD dan jg persepsi negatif di internal. Mohon sharing saran yg simple Prof, untuk langkah awal guna membentuk team yang tangguh dan berkarakter untuk mencapai target perusahaan. Terimakasih Prof,

  6. ya bung bayu….salah satu yg bisa dilakukan disamping melakukan evaluasi diri dan rencana pengelolaan diri kedepan…maka bisa dilakukan rotasi termasuk mutasi atau perputaran karyawan antara unit….semacam penyegaran…

  7. mary

    Ass.. Prof, saat ini qta dalam proses era globalisasi yang salah cirinya adalah meningkatnya persaingan dalam segala aspek. Salah satu aspek yang sangat penting adalah sumber daya manusia sebagai penopang utama suatu organisasi/industri. Mohon dijelaskan ciri-ciri SDM yang berdaya saing (tentunya daya saing yang sehat ya prof), dan bagaimana membangun karakter manusia yang memiliki daya saing, terutama dalam proses pembelajaran, khususnya untuk siswa SMK yang notabene dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja midle skiled worker. trimakasih prof… Wassalam..

    • mary…ciri-ciri sdm unggul antara lain adalah produktifitas kerja dan kinerja yg diesebabkan karena keunggulan dlm hal pengetahuan,sikap dan dan kertampilan di bidang tertentu di atas rata-rata pasar industri atau pasar kerja….selain itu sekarang dibutuhkan kecakapan emosional dan spiritual atau softskills spt komunikasi,kerjasama,kepemimpinan,kreatifitas,inisiatif,emosi,dan spiritual….hal demikian bisa merupakan hasil pembelajaran di sekolah dan di tempat kerja…misalnya di sekolah harus diterapkan suatu model student centered learning dan pendekatan pemecahan masalah aktual….

  8. ass wr wb prof.
    Kerja tim adalah suatu harga mati untuk mencapai tujuan visi, misi. Kebetulan kami ini bekerja di RS prof. bila diperbolehkan bertanya hal sbb:
    1. Bagaimana cara mengatasi yayasan/pemilik agar menjadi satu bagian tim. Perlu diket. prof
    bahwa RS kami dlm HBL ada 3 pilar, pemilik.
    direk dan staf medis. Pemilik ini kdg sering
    ketinggalan perkembangan shg sering mengham bat langkah strtegis. Padahal kompetitor perkembangan luar biasa.
    2. Bagiamana cara mempunyai keunggulanm kompetitif untuk RS/ SDM kami prof
    3. Apa penjelasan VISI Prof ttg kebajikan
    Jazakumullah khoiran katsira.
    mukti
    jl sulawesi 16 malang

  9. Ping-balik: BUDAYA KEPEMIMPINAN SISWA « Student Leadership

  10. Ping-balik: Team Work yang sesungguhnya « Antonrio's Blog

  11. Luar biasa.. tulisan yang menarik

  12. ihsan

    Maaf Prof, mohon ijin… tulisan Prof menjadi salah satu rujukan tesis saya. Terimakasih sebelumnya.
    Ihsan, MMR- UGM

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s