Siang ini saya mendapat sebuah buku berjudul “Strengths Based Leadership” dari Bung Sadikin, bimbingan saya, mahasiswa program doktor manajemen bisnis IPB. Buku setebal 256 halaman terbitan Gallup Press tahun 2008 itu ditulis oleh Tom Rath dan Barry Conchie; penulis laris. Isi tulisan merupakan hasil studi panjang dalam aspek kepemimpinan yang dilakukan oleh para ilmuwan Gallup. Tidak kurang terhadap sejuta tim kerja dilakukan studi dan kemudian wawancara secara mendalam terhadap lebih dari 20 ribu pemimpin terkenal di dunia. Selain itu wawancara juga dilakukan terhadap sekitar 10 ribu anggota di seluruh dunia untuk menggali alasan mengapa mereka menilai amat penting menjadi pengikut dari pemimpin dalam kehidupannya.
Secara ringkas terdapat tiga temuan penting dari riset yang dilakukan yakni:
(1). Pemimpin yang paling efektif adalah selalu menginvestasikan sisi kekuatan.
Di tempat kerja, ketika kepemimpinan organisasi gagal untuk fokus pada kekuatan individu, kesempatan karyawan untuk berkembang menjadi kecil (9%). Namun ketika kepemimpinan organisasi berfokus pada kekuatan individu maka kesempatan karyawan untuk berkembang menjadi melonjak pesat (73%). Dengan demikian ketika pemimpin semakin fokus dan investasi pada kekuatan individu akan semakin tinggi kesempatan karyawan untuk berkembang.
(2). Pemimpin yang paling efektif dikelilingi orang-orang yang tepat dan memaksimumkannya.
Para pemimpin tim kerja yang unggul memiliki kekuatan-kekuatan spesifik dalam melaksanakan, memengaruhi, membangun hubungan, dan berpikir strategis. Juga bagaimana CEO memaksimumkan timnya dan mempelajari elemen-elemen yang membangun keunggulan tim.
(3). Pemimpin yang paling efektif memaksimumkan kebutuhan para anggotanya.
Para karyawan mengikuti pemimpinnya karena beberapa alasan. Ada empat kebutuhan dasar karyawan sebagai pengikut yakni kepercayaan, perasaan simpati, stabilitas, dan harapan. Karena itu pemimpin harus mampu memenuhi kebutuhan karyawan semaksimum mungkin.
Kalau kita menginvestasikan sumberdaya finansial dalam dunia bisnis riil atau dalam bentuk tabungan/deposito maka yang diharapkan adalah diperolehnya penghasilan atau nilai tambah. Begitu pula kalau menginvestasikan sumberdaya manusia (SDM) maka yang diharapkan adalah potensi karyawan semakin berkembang. Potensi SDM karyawan yang semakin berkembang maka semakin berkembang pula kinerjanya. Pada gilirannya kinerja perusahaan akan semakin meningkat.
Telaahan terhadap isi buku ini sebenarnya bisa dikembangkan kalau melihat dari sisi keragaman sektor usaha, tipe organisasi, siklus organisasi, dan sisi aliansi bisnis internasional. Selain itu juga akan lebih menarik lagi kalau dihubungkan antara lain dengan keragaman manajemen, tipe dan gaya kepemimpinan; budaya perusahaan; dan etika kerja. Dan semua dianalisis kaitannya dengan bagaimana menginvestasikan kekuatan pemimpin dan individu, memaksimumkan tim kerja, dan memahami mengapa para karyawan mau menjadi pengikut sang pemimpin.













terimakasih Pak articlenya, senang baca blog Bapak ..
semoga bermanfaat goodlife…..
Menurut saya mungkin artikel ini tidak dimaksudkan bahwa kepemimpinan model ini mengabaikan karyawan yang lemah.Seorang pemimpin yang profesional seharusnya mampu menjadikan karyawan yang lemah menjadi kuat. Tentunya lewat investasi atau pengembangan sdm yang terarah.
Yth Pak Syafri
Betul pak …..pemimpin yang ideal mestinya mempunyai tingkat managerial yang mumpuni contohnya kepercayaan,… sebagai salah satu pemenuhan kebutuhan karyawan ternyata belum semua pemimpin memberikan kepercayaan dalam pendelegasian wewenang misalnya, padahal hal ini sangat bermanfaat untuk proses pengkaderan bawahan agar siap menggantikannya jika sudah tiba saatnya. Dengan kata lain pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang ketika selesai masa jabatannya beliau telah mempersiapkan kadernya, kebanyakan malah menutup kesempatan berkembang anak buahnya, mungkin dianggap membuka bertambahnya pesaingnya, atau beliau kepingin terus mempertahankan jabatannya. Semoga pemimpin bangsa kita yang sudah sepuh – sepuh juga legowo mau mengkader yang muda – muda dan berakhlakul kharimah agar bangsa Indonesia semakin baik .. Amiin ya Robb
ya mbak avita…..karena karyawan dipandang sebagai aset perusahaan……maka tiap karyawan perlu diberdayakan,sekalipun mereka poetensi ada yang di bawah standar…..
ya mas cahyono….dalam kerangka penyiapan generasi pemimpin masa depan….tiap organisasi harus sudah memiliki program kaderisasi mulai di tingkat basic,intermediate sampai advanced…..termasuk juga perusahaan……
Saya sangat berterima kasih karena banyak sekali yang saya dapat dari artikel-artikel yang dikirim ke email saya. Saya sangat membutuhkan artikel tentang Pemberdayaan Karyawan dan Efektivitas Kerja. Seandainya saya bisa dibantu, sangat sangat berterimakasih sekali kepada bapak yang mau berbagi ilmu ke saya.
bung sunlety….mudah-mudahan kalau ada waktu saya akan menulis artikel yang anda maksud…..
Ping-balik: KEPEMIMPINAN BERBASIS KEKUATAN | Indosdm.com