Program komunikasi, bentuk dan jenisnya sangat beragam. Ada yang berbentuk program siaran atau informasi yang menyangkut dimensi hiburan, pendidikan, keagamaan, politik, hukum, pembangunan dsb. Dalam artikel ini diambil contoh bagaimana suatu program siaran pembangunan perdesaan dirancang dan dilaksanakan. Dengan kata lain bagaimana program syiar pembangunan tersebut dikelola seoptimum mungkin. Untuk itu maka program komunikasi itu perlu direncanakan secara matang, diorganisasikan, diarahkan, dikendalikan, dan kemudian dievaluasi.
Lingkup kegiatan perencanaan meliputi; menganalisis apa yang menjadi masalah dan kebutuhan khalayak yang berkait dengan pembangunan perdesaan dan juga masalah pelaksanaan komunikasi di lapangan. Analisis masalah ini penting karena instansi penyiaran pembangunan perdesaan dapat membatasi lingkup dan materi informasi atau pesan yang akan disyiarkan, merumuskan tujuan penyiaran, anggaran, dan menetapkan metode dan media penyiarannya. Selain itu sudah bisa ditentukan siapa khlayak sasarannya, siapa yang mensyiarkan, dan kapan serta dimana disyiarkan.
Setelah perencanaan maka program perlu diorganisasi oleh instansi yang bertanggung jawab melaksanakan penyiaran pembangunan perdesaan. Perlu ditetapkan apa dan bagaimana bentuk organisasinya apakah ada spesifikasi tim penyiaran atau hanya gugus tugas yang sifatnya sementara. Dalam tahap ini sebaiknya dirumuskan uraian pekerjaan dan uraian peran setiap anggota tim. Kemudian ditentukan bagaimana pendistribusian hak, kewajiban, wewenang, dan peran masing-masing individu pengelola secara sistemik.
Dalam prakteknya, agar program penyiaran berjalan efektif maka harus diarahkan oleh ketua atau manajer tim. Manajer harus mengarahkan pelaksana untuk bekerja sesuai rencana dan jadwal program, tugas dan wewenang masing-masing. Untuk itu arahan haruslah jelas dan realistis. Dalam fase ini arahan dimaksudkan pula agar tim penyiaran bekerja dengan kompak penuh suasana kebersamaan. Untuk itu manajer harus secara rutin melakukan pemantauan dan penyeliaan untuk memerkecil deviasi pelaksanaan program. Jangan lupa, unsur pemotivasian dari manajer terhadap subordinasinya pada tahap ini sangat penting dilaksanakan untuk mengembangkan semangat kerja tim.
Hasil pelaksanaan harus dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana program sudah mencapai tujuannya. Selain itu dianalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program. Termasuk perlu diketahui faktor-faktor kendala pelaksanaan program. Hasil evaluasi dipakai sebagai umpan balik untuk memerbaiki perencanaan program; apakah program tetap dilanjutkan tanpa perbaikan, perlu diperbaiki, dan atau dihentikan untuk digantikan dengan program yang baru.
Sementara itu ada program komunikasi dan ada juga yang disebut komunikasi program. Untuk maksud apa? Ya ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari program komunikasi. Dengan kata lain bagaimana setiap program penyiaran pembangunan perdesaan, apakah itu rencananya, pelaksanaannya, dan hasilnya, perlu disebarluaskan atau dikomunikasikan ke berbagai pihak khususnya pihak media. Disini komunikasi program dijabarkan dalam bentuk penyusunan, pendokumentasian, pempublikasian, penyerahan dan pendistribusian laporan program komunikasi. Bergantung kepentingan dan khalayak sasarannya, dimensi waktu pelaporan kemajuan program penyiaran pembangunan perdesaan bisa bulanan, kuartalan, semesteran, dan juga tahunan.
Media yang digunakan dalam diseminasi atau komunikasi program ini bisa berupa situs internet, radio, televisi, brosur, majalah, dan surat kabar. Dengan aktifitas komunikasi program ini maka pihak-pihak terkait seperti pemeritah pusat, pemerintah daerah, dinas terkait, dan organisasi kemasyarakatan dapat mengetahui perkembangan program penyiaran pembangunan perdesaan berikut masalah-masalahnya. Dari isi pelaporan maka pihak-pihak tersebut dapat menggunakannya untuk menyusun program spesifik pembangunan perdesaan sesuai dengan bidang dan kompetensinya. Misalnya pembangunan infrastruktur, pengembangan sumberdaya manusia, kelembagaan sosial ekonomi perdesaan, pengembangan sektor-sektor produksi, dsb.
Dengan demikian antara aktifitas program komunikasi dan komunikasi program terdapat saling berkaitan dan bersifat sinergis. Setiap program komunikasi yang dikemas dan dilaksanakan berikut hasilnya harus diseminasikan atau dikomunikasikan kepada khalayak luas. Maksudnya adalah agar setiap subsistem penyiaran pembangunan perdesaan (di dalam dan luar tim) terlibat aktif dan saling mendukung sejak awal. Disinilah peran manajer penyiaran menjadi sangat strategis untuk melakukan pendekatan dengan berbagai pihak secara berkelanjutan.













Betul pak, kita harus membedakan apa maksud tentang program komunikasi dan komunikasi program.Dalam praktek, keduanya memang semestinya sinergis.Tetapi kenyataannya tidak selalu berjalan baik;hal ini berkait dengan kurangnya koordinasi dan integrasi program antarpelaku komunikasi di lapangan.
Oleh: rusli on November 23, 2008
at 8:49 pm
Program komunikasi dan komunikasi program seiring sejalan dengan visi dn misi program yang ingin disampaikan. Program yang mengembangkan skil pendengar terlihat jarang disetiap layanan. Yang ada terlihat adalah peranan provokasi dari media. pertanyaannya bagaimana memunculkan program yang bernada edukasi.
Oleh: ali on November 24, 2008
at 5:09 am
komunikasi memang penting peranannya ya pak?
harus belajar teknik komunikasi yang baik nih…
Oleh: Fajar on November 24, 2008
at 10:43 am
betul bung rusli……peran sdm dari manajer dalam mengembangkan sinergis sangat penting….kalau tidak, justru akan terjadi komunikasi yang stagnan……
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 24, 2008
at 3:46 pm
bung ali….seharus setiap media itu berfungsi sebagai agen pembangunan…..komunikasi,edukasi, dan informasi….kalau media yang hanya menyiarkan info murahan sering berorientasi tiras yang sebanyak-banyaknya menghasilkan duit saja…….
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 24, 2008
at 3:49 pm
ya bung fajar……. komunikasi yang edukatif sangat berperan dalam membangun bangsa…….siapapun dia termasuk yang tuna rungu dan tunanetra harus berperan optimum……bisa lewat komunikasi personal,antarpersonal,massal, dsb……bisa lewat ujaran dan bisa juga lewat tulisan…..atau kedua-duanya….
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 24, 2008
at 3:52 pm
Tidak jarang suatu program komunikasi tanpa didasarkan pada analisis permasalahan dan kebutuhan khalayak. Akibatnya pelaksanaan program komunikasi tidak berjalan lancar.Tak banyak diikuti khlayak pendengar atau pemerhati.Karena itu komunikasi program pun akan terhambat oleh isi pesan-pesan yang tidak faktual dan relevan dengan kepentingan program pembangunan,misalnya..
Oleh: kurniasani on November 25, 2008
at 10:34 pm
masalah utama yang dihadapi media (baik elektronik, cetak) dalam menyampaikan program adalah anggaran dana sementara ketika program yang ideal tadinya sebagai unggulan namun karena kalah populer dengan program yang lain misalnya entertainment yang lebih menjanjikan mendapatkan uang, maka sering program ideal yang unggulan dikalahkan sehingga sasaran khalayak tidak tercapai contoh siaran tentang pembangunan pertanian di perdesaan. tidak jarang program bagus yang kandas ditengah jalan karena kurang tepat dalam mengkomunikasikan. selain secara matang, diorganisasikan, dikendalikan dll, adakah kriteria khusus mengemas program yang mudah diterima masyarakat dan kiat-kiat seperti apa agar program tersebut mempunyai nilai jual (didukung para mitra atau sponsor) ? Pak Syafri mohon penjelasan … terima kasih
Oleh: Cahyono Tri W on November 26, 2008
at 3:08 am
[...] Artikel ini dan tulisan lain tentang tentang Pengembangan SDM dapat juga dilihat di: PROGRAM KOMUNIKASI DAN KOMUNIKASI PROGRAM [...]
Oleh: | Indosdm.com on November 26, 2008
at 6:19 am
Artikel ini menambah wawasan saya dalam menyusun Proposal pak, ada kegiatan yang mau saya usulkan kepada Dephut, Deptan, DKP dan Bulog, agar mereka memantapkan STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM ILLEGAL LOGGING, ILLEGAL FISHING dan ILLEGAL lainnya secara JITU dan TEPAT sasaran. Nggak kayak sekarang, iklan-iklan dibuat sangat biasa dan tak ada manfaat dalam menggugah masyarakat yang mendengar dan yang membacanya…
Oleh: Masani (E30) on November 26, 2008
at 8:17 am
Assalamualaikum wr.wb.
Pak Syafri, saya mohon maaf tadi tidak dapat jawab dengan benar pertanyaan Bapak khususnya yang terkait dengan komunikasi program. Saya memang belum buka blog Bapak sebelumnya.
Kalau demikian pak, untuk pengembangan suatu program komunikasi yang baik dan efektif perlu komunikasi program yang baik pula. Syukur-syukur komunikasi program juga dirancang pula untuk pengembangan suatu jaringan sebagai sarana menjalin kemitraan dalam menyelenggarakan program komunikasi pembangunan pertanian bagi masyarakat. Melalui program kemitraan, dapat dilakukan upaya pengelolaan dan pemanfaatan bersama sumber daya yang ada untuk menghasilkan output yang optimum dan lebih berhasil guna.
Apakah benar demikian pak?
Wassalamualaikum wr.wb.
Oleh: retno sri hartati mulyandari on November 27, 2008
at 8:12 am
betul mbak kur….tidak jarang seperi yang anda jelaskan….asal-asalan dan hanya berdasarkan data,informasi, dan pengalaman lalu saja……sehingga sering komunikasi yang ada salah arah dan sasaran……
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 27, 2008
at 9:39 pm
ya mas cahyono….. sering unsur rating menjadi panglima seperti hiburan ketimbang kemanfaatan isi pesan pembangunan yang jangkauannya lebih berjangka panjang dan membosankan…..karena itu agar tidak membosankan maka pesan-pesan pembangunan seharusnya dikemas tanpa kehilangan unsur hiburannya…..pergelaran wayang misalnya itu bisa sebagai salah satu pilihan….juga pesan pembangunan lewat sinetron….termasuk iklan…….asalkan jangan membuat khalayak jenuh saja…..jadi intinya setiap isi pesan, cara, dan instrumen yang digunakannya harus unik dan tampil beda serta bervariasi……yang mampu menjadikan semua itu sebagai kebutuhan khalayak……
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 27, 2008
at 9:47 pm
bagus mas masani….semoga sukses…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 27, 2008
at 9:48 pm
waalaikum salam ww…..betul mbak retno…….program komunikasi dan komunikasi program seharusnya merupakan pendekatan yang tak terpisahkan….salah satunya lewat program kemitraan…..salam
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 27, 2008
at 9:51 pm
ya hino…..bahkan yang terjadi sebaliknya….porsi tema hiburan lebih banyak ketimbang edukasi….nah sebaiknya kalau toh lewat hiburan tetapi juga harus memiliki manfaat edukasi….mencerdasakn khalayak…..
Oleh: sjafri mangkuprawira on November 28, 2008
at 12:38 am