Pernahkah anda bertemu dengan individu yang sangat akrab dalam bersosialisasi dengan lingkungan? Orang seperti itu termasuk individu yang sangat lincah untuk ngobrol dari satu kelompok ke kelompok lainnya dalam suatu pertemuan sosial bisnis. Layaknya seekor kupu-kupu indah. Kupu-kupu yang biasa terbang  bergerak lincah dari satu bunga ke bunga lain menghisap nektar. Betapa senangnya perasaan kita melihatnya.  Dalam terminologi bahasa Inggeris dikenal sebagai a social butterfly Kalau manusia adalah mereka yang mahir dalam berbagi kata-kata menyenangkan dengan lawan bicara. Orangnya ekstrovet, menyenangkan pada situasi apapun dan dapat bicara apapun. Walaupun belum tentu menguasai isi pembicaraan sampai rinci.

Dalam dunia bisnis orang seperti itu diperlukan terutama untuk mangajak para mitra bisnis berada dalam lingkungan menyenangkan. Biasanya dibutuhkan dalam acara santap bisnis atau hiburan kesenian. Dia bisa berasal dari kalangan perempuan dan juga pria. Ciri-ciri khasnya, dia trampil dalam memulai pembicaraan, senang memuji apa yang dikenakan oleh para tamu, dan menjaga pesta berada dalam suasana menarik. Bagaimana tipe karyawan seperti ini jika suatu ketika ditempatkan pada posisi pekerjaan lain? Apakah ciri ekstrovertnya bisa bertahan?

Sifat akrab  bisa bertahan tetapi hampir mustahil bisa sebaliknya. Orang seperti itu belum tentu trampil bekerja dalam posisi tertentu karena kurang memiliki keahlian dan pengalaman. Yang dimilikinya cenderung hanya dalam kemampuan membangun suasana hubungan sosial dalam suatu peristiwa tertentu saja. Tidak lebih tidak kurang. Dengan demikian jika diminta untuk menempati posisi pekerjaan tertentu dengan tanggung jawab tertentu pula justru dia akan gugup. Ada perasaan terisolasi. Hubungan sosial dengan tekan-rekan sekerja boleh jadi sangat berbeda ketika dia berhubungan sosial dengan orang-orang dari luar perusahaan. Dengan kata lain hubungan dengan rekan sekerja bisa mengalami kekakuan. Ciri-ciri keakraban mulai hilang. Walaupun, misalnya  ditempatkan di posisi pelayanan pelanggan belum tentu dia berhasil dengan baik. Bahkan cenderung bisa tampil seperti orang introvert ketika menghadapi pelanggan.

Dalam prakteknya, tidak mungkin seseorang seperti contoh individu sangat akrab itu bertugas permanen selamanya di posisi tersebut. Lama kelamaan pun akan mengalami kebosanan dan bahkan kejenuhan kerja. Akhirnya mengalami trade-off berupa penurunan produktifitas. Karena itu sebaiknya perusahaan memiliki program penempatan karyawan secara terencana. Perusahaan sudah harus memiliki kualifikasi dan spesifikasi pekerjaan untuk orang-orang tertentu. Misalnya sang individu sangat akrab itu pada tahap awal bisa dipekerjakan pada departemen promosi dan pemasaran. Ketrampilannya dalam bersosialisasi dengan orang dari perusahaan lain menjadi modal utama untuk meyakinkan calon pelanggan tertarik membeli paket komoditi yang ditawarkan perusahaan. Tentunya ketrampilan baru tersebut diperoleh melalui pelatihan intensif dan masa orientasi di tempat pekerjaan barunya.