Mungkin anda, sebagai manajemen, pernah berkunjung ke acara “talk show” tentang model pemasaran produk mutakhir; barangkali juga pernah mengikuti suatu rapat membahas rencana strategis sumberdaya manusia; atau bahkan pernah diundang menghadiri santap bisnis dengan rekan bisnis di suatu hotel terkenal di Jakarta. Dengan tekun anda memelajari proses komunikasi yang sedang berlangsung. Apa yang terjadi setelah itu? Kemungkinan besar anda tidak begitu memersoalkan  kepentingan dari apa dan bagaimana semua kegiatan itu  berkait dengan kapasitas anda. Melainkan sedang berpikir dan melakukan sesuatu apa yang dapat dimanfaatkan dari kehadiran anda  di tiga kegiatan itu untuk perusahaan anda.

Kemungkinan anda akan memerkuat kemampuan anda berkomunikasi dengan para karyawan,  manajemen,  pedagang, klien, dan pelanggan. Anda akan banyak bertanya sesuatu kepada mereka. Dan mengomentari pendapat mereka dengan penuh perhatian tanpa ekspresi yang kaku. Kemampuan komunikasi seperti ini anda asah terus dalam upaya membangun suasana kerja yang nyaman di lingkungan sekitar anda termasuk di lingkungan para sahabat dan keluarga anda. Anda hampir-hampir tak pernah meninggalkan kebiasaan anda untuk saling bersapa dengan rekan kerja dan para karyawan ketika anda baru datang dan meninggalkan  kantor. Nah anda pun dikenal sebagai seorang manajemen yang ramah.

Lingkungan selalu merindukan kehadiran anda yang penuh kehangatan itu. Mengapa? Karena  pengaruh kemampuan komunikasi anda sangat luar biasa  terhadap  suasana kerja yang sangat nyaman. Beberapa ungkapan yang membuat anda disenangi setiap individu di tempat kerja karena anda tidak pelit mengungkapkan apresiasi dan respek terhadap perilaku seseorang secara terbuka atau personal. Misalnya, di hadapan semua karyawan berujar; “saudara-saudara, anda telah bekerja dengan profesional, yang membuat saya begitu bangga kepada anda”. Kemudian kalau ada orang lain yang ingin diapresiasi oleh anda maka anda berucap; “hai bung Aman, anda orang yang menyenangkan. Anda telah membuat saya begitu penting karena anda begitu perhatian untuk mendengarkan pendapat-pendapat saya”. Atau mungkin anda akan respek pada seseorang karena faktor lain, “ halo Susi, anda begitu piawai memodifikasi perangkat program lunak yang begitu rumit. Kini saya bisa dengan mudah memogramkannya menjadi  sederhana; thanks ya”. Atau bisa jadi pula anda merasa respek pada bos ketika anda dipindahkan ke departemen lain; “alhamdulillah, saya telah dipercaya di tempatkan oleh bapak di tempat kerja yang penuh tantangan. Inilah salah satu yang saya tunggu-tunggu pak. Terimakasih “. Contoh-contoh ungkapan tersebut  adalah bentuk suatu ekspresi.

Ekspresi merupakan suatu ungkapan, pernyataan, perasaan, atau sinyal-sinyal yang disampaikan seseorang dalam bentuk terbuka atau terutup ke lingkunganya setelah memperoleh kesan terhadap sesuatu. Ekspresi dari seseorang biasa terjadi secara alami. Bisa tiba-tiba saja atau spontan hal itu terungkap. Kalau ekspresi itu diungkapkan secara terbuka maka kualitasnya sangat bergantung pada kemampuan komunikasi seseorang. Artinya tanpa harus menyinggung perasaan seseorang yang diekspresikan. Semakin trampil seseorang berkomunikasi semakin paham kita akan makna ekspresi yang ditampilkannya.